بسم الله *Ruku’lah bersama orang-orang yang Ruku’*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.

Ayat yang memberikan perintah ruku’ ini adalah:

“وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ”

“Dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” Ayat ini terdapat dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah (2:43).

Ayat ini menekankan pentingnya shalat berjamaah dan mengikuti imam dalam melaksanakan shalat. Ruku’ adalah salah satu gerakan dalam shalat yang menunjukkan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Dengan ruku’ bersama orang-orang yang ruku’, kita dapat merasakan kebersamaan dan kekompakan dalam beribadah (Meta, 2025).

Ayat tersebut utamanya adalah berisi perintah kepatuhan dan keta’atan kepada Allah SWT. Bentuk pelaksanaan perintah kepatuhan dan keta’atan ini berupa berjamaah dalam sholat. Perintah berjamaah ini berstatus ibadah mahdhoh (Interaksi langsung dengan Allah SWT) yang memiliki kedudukan hukum fardlu kifayah untuk laki-laki.

Arti sosial perintah jamaah adalah membangun persatuan dalam sebuah komunitas dengan kelengkapan kepemimpinannya. Dalam menjalankan sholat berjamaah harus mengikuti imam sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas benar dan tidaknya pelaksanaan sholat. Prinsip kepemimpinan adalah pemimpin bertanggung jawab, sedangkan jamaah mengikuti.

Betapa pentingnya kandungan perintah sholat berjamaah ini, berisi dua ibadah yakni keta’atan berupa ibadah mahdhoh dan kepemimpinan berupa ibadah muamalah atau ibadah sosial (ibadah ghoiru mahdhoh). Kedua pasangan ibadah mahdhoh dan muamalah sering disebut ibadah hubungan vertikal dan hubungan horisontal.

Kembali pada perintah “Ruku’lah bersama orang-orang yang ruku'”, kita sebagai hamba Allah SWT harus memahami bahwa perintah membangun jamaah adalah disetarakan (kalau bukan disamakan) dengan perintah ta’at atau menyembah. Sungguh perintah ini adalah berarti perintah membangun persatuan. Hanya dengan persatuan, perdamaian dan kesejahteraan serta keadilan bisa terwujud.

Sholat berjamaah menjadi tahap awal mekanisme membangun perdamaian dunia (Perdamaian Dunia). Diawali sholat lima waktu komunitas kecil mulai membangun persatuan kecil yang diakrabkan lantaran 5 kali menyatukan jamaah dalam sehari. Persatuan yang lebih besar akan terbangun dalam momen sholat jum’at sepekan sekali. Persatuan akan membesar lagi dalam kesempatan sholat idul fithri dan idul adha. Kesempatan terbangun persatuan terbesar adalah saat pelaksaan haji.

Sangat baik sekali apabila momen haji ini juga digunakan untuk lebih serius membangun perdamaian dunia. Tuan rumah, Negara Saudi Arabia, berkenan membuat forum perdamaian dunia. Dibuatkan organisasi yang bertujuan khusus membangun perdamaian dunia, lengkap dengan rencana strategis dan praktis untuk jangka panjang-sedang-pendek. Dengan demikian dampak ibadah mahdhoh menjalankan haji dan umroh juga menjadi ibadah muamalah yang juga berdampak positif memperkuat upaya membangun perdamaian dunia. Semoga bisa berhasil demikian adanya aamiin.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 2 Robiul Akhir 1447
atau
24 September 2025
m.mustain