
Oleh : Siti Latifah Ramadani dkk
Karya tulis ini merupakan “ Resensi Buku ”
Yang berjudul : “ Islam Sebagai Kritik Sosial ”
Penulis : Moeslim Abdurrahman
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2003
Jumlah Halaman : 205 Halaman
Tugas : Bhs. Indonesia
Dosen Pembibing : Bpk. Yahya Aziz S,Ag, M.Pd.I
Yang terlibat dalam karya ini :
1. Qurrotul A’yun ( 06020925057 )
2. Robiatul Adawiyah ( 06020925058 )
3. Roichatul Jannah ( 06020925059 )
4. Rosadina Awalinda ( 06020925060 )
5. Sabrina A’yunina Ifada ( 06020925061 )
6. Salam Jasmi ( 06020925062 )
7. Siti Latifah Ramadani ( 06020925063 )
*Ringkasan Isi Bab*
*_Bab 1_*
*Zuhud dan Ideologi Sosial*
Bab ini menguraikan bagaimana kapitalisme dan konsumsi berperan besar dalam membentuk masyarakat modern. Konsumsi bahkan lebih kuat daripada produksi sebagai penentu makna hidup. Teori alienasi tidak hanya terkait dengan proses produksi, melainkan juga perasaan manusia yang tersisih dari consumer society.
_*Bab 2*_
*“Perawan Pabrik” dan Harga Keringatnya*
Bab ini menceritakan realitas sosial perempuan desa yang mencari kehidupan di kota dengan menjadi buruh pabrik. Tokoh Sari menggambarkan transformasi sosial perempuan muda yang dipandang sebagai “investasi keluarga”, tetapi harus menghadapi kerasnya kehidupan industrial: kerja keras, upah kecil, dan beban kultural sebagai buruh perempuan.
*_Bab 3_*
*Keresahan Seorang Aktivis*
Bab ini mengisahkan Seung Joon Ahn, aktivis muda Korea Selatan yang tragis wafat saat baru memulai studi di Amerika. Sebelum meninggal, ia sempat menulis surat berisi kritik terhadap totalitas modernisasi yang menghimpit masyarakat. Kehidupan dan kematiannya mencerminkan keresahan seorang intelektual yang berjuang melawan arus modernitas global.
*_Kelebihan dari cerita ini :_*
Menyajikan analisis kritis yang menghubungkan teori sosial dengan realitas hidup.
Menggunakan kisah nyata dan contoh konkret, sehingga mudah dipahami.
Membuka kesadaran pembaca tentang dampak modernisasi dan kapitalisme.
*_Kekurangan dari cerita ini :_*
Gaya penulisan cukup akademis sehingga agak berat bagi pembaca awam.
Beberapa kisah terasa terpotong dan kurang mendalam dalam penyajian data.
*_Kesimpulan :_*
Tiga bab ini memperlihatkan benang merah tentang kritik sosial terhadap modernitas, kapitalisme, dan industrialisasi. Bab pertama menyoroti dominasi konsumsi dalam struktur sosial modern. Bab kedua menampilkan wajah nyata industrialisasi lewat kisah buruh perempuan desa. Bab ketiga menyuarakan keresahan intelektual yang menentang dampak modernisasi global. Semuanya menegaskan bahwa kapitalisme dan modernisasi tidak netral, melainkan membawa alienasi, ketidakadilan, dan penderitaan manusia.
*_Penutup_*
Secara umum, buku ini sangat bagus dan cukup mudah untuk dipahami, sehingga tepat jika dijadikan resensi serta pembelajaran bagi mahasiswa yang sedang melakukan suatu penelitian.
_Wassalamualaikum wr.wb_
