Kiyai Muhammad Shobirin, Ngaji Kitab Sullam at-Taufiq di Majelis Taklim Masjid Abu Bakar Kemirahan

Kediri-MenaraMadinah. Com Jum’at Pahing, 12 September 2025 Ngaji Rutin Kitab Sulam at-Taufiq di Lembaga Majelis Taklim NU (LTMNU) ‘Masjid Abu Bakar’ Dsn. Kemirahan, Ds. Damarwulan, Kecamatan Kepung, oleh Kiyai Muhammad Shobirin, jajaran Tanfidziyah (Wakil Ketua) MWC Nu Kecamatan Kepung sudah 3 tahunan.

Kiyai Shobirin, aktif dalam kegiatan NU dilingkungan MWC NU Kepung juga di Desa Damarwulan, khusus nya dibidang pendidikan, dan aktif di BPD dia pereode, sehari-hari mengajar di MTs Islamiah Bulurejo, MTs Mamba’ul Ulum Jatirejo dan MA Islamiah Bulurejo.

Ciri khas Kiyai Shobirin adalah berpakaian sangat rapi dan necis, celana, sarung kemeja dan jas yang dipakai selalu serasi sekali.

Malam ini, yang dibahas adalah tentang: ‘Dosa Perut’.
Kiyai Shobirin menjelaskan bahwa diantara dosa perut adalah makan riba.
– Makan riba tergolong sebagai dosa besar.
– Termasuk yang juga diharamkan adalah memanfaatkan hasil riba untuk selain makan, seperti untuk beli pakaian, membangun rumah, membeli kendaraan dan semacamnya.
– Semua pihak yang terkait dengan transaksi riba jatuh pada dosa. Mereka seperti orang yang menerima riba, yang membayar riba, orang yang mencatat transaksi riba, dan orang yang saksi transaksi riba.

Dalam penjelasan nya yang panjang Kiyai Shobirin menyampaikan kisah Sahabat Nabi Muhammad yang mendapatkan laknad yaitu, Saklabah.
Orang yang minta didoakan kaya, berupa domba yang berkembang biak dengan sangat pesat, namun tidak mau mengeluarkan zakat, hingga wafadnya Nabi Muhammad SAW.

Nur Habib, mengabarkan.