Ziarah ke Kota Reog,Kelana Turki Menapak Jejak Kesatria Agung dan Ulama Besar Ponorogo

Ponorogo.menaramadinah.com.Dalam suasana memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW di tahun 1447 Hijriyah, sekelompok pecinta ziarah dan sejarah dari Nganjuk yang tergabung di Kelana Turki( Turki:Turut Kijing, red) mengadakan perjalanan ziarah menuju Ponorogo yang tersohor dengan sebutan Kota Reog,Minggu(7/9/2025).

Destinasi pertama yang dituju Kelana Turki adalah makam Adipati Bethoro Katong di Kelurahan Setono yang merupakan pendiri Kadipaten Ponorogo.

Dari berbagai literatur sejarah, Bethoro Katong mendirikan Kadipaten Ponorogo setelah berhasil menaklukkan Ki Ageng Kutu Suryongalam, ayah dari Niken Gandhini,Warok Suromenggolo dan Warok Surohandoko.

Di kompleks makam Bethoro Katong atau Raden Haryo Harak Kali, Kelana Turki juga sempat bertahlil dan bertawassul di pusara Patih Seloaji dan Ki Ageng Mirah yang keduanya memiliki peranan penting dalam membantu Bethoro Katong merintis berdirinya Kadipaten Ponorogo.

Sebagai pengingat dan penghormatan pada Patih Seloaji, nama Seloaji digunakan sebagai sebuah nama terminal bis di Kecamatan Babadan.

Usai merampungkan ritual ziarah di makam keramat Joko Piturun( nama lain Adipati Bethoro selain Raden Haryo Harak Kali, red), mobil Avanza yang ditumpangi 7 orang anggota Kelana Turki meluncur ke makam warok legendaris Ponorogo,yaitu Warok Suromenggolo di Kertosari. Lokasinya berdekatan dengan markas Perguruan Bela Diri Padepokan Batara Perkasa.

Antara Adipati Bethoro Katong dan Warok Suromenggolo sejatinya memiliki hubungan erat.Karena Warok Suromenggolo yang sakti mandraguna diangkat menjadi pengawal pribadi Adipati Bethoro Katong sekaligus menjabat sebagai kepala prajurit.Di samping itu,Warok

Suromenggolo menjadi adik ipar Adipati Bethoro Katong sebab Adipati Bethoro Katong menikah dengan kakak kandung Warok Suromenggolo,yaitu Niken Gandhini.
Tujuan terakhir dari ziarah Kelana Turki di Ponorogo adalah makam Kyai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari,Jetis.Sore itu,makam dari pendiri Pesantren Gebang Tinatar tersebut sangatlah ramai dengan peziarah dari dalam dan luar Ponorogo.

Para peziarah ,termasuk Kelana Turki ingin ngalap berkah dan mempelajari sejarah dari tokoh penting yang berperan dalam penyebaran Islam di Ponorogo pada abad ke-17 dan 18. Pesantren Gebang Tinatar yang didirikan oleh Kyai Ageng Muhammad Besari terbukti menjadi “kawah candradimuka” dengan menjadi tempat penggemblengan para santri yang di kemudian hari menjadi tokoh besar di bidangnya masing-masing dan mempunyai pengaruh luas di negeri ini, seperti Pangeran Diponegoro, H.O.S Tjokroaminoto, pendiri Nahdlatul Ulama KH.Hasyim Asy’ari hingga pujangga Jawa ternama Raden Ngabehi Ronggowarsito.

“Ziarah rekan -rekan Kelana Turki dari Kota Angin ini tidak hanya berdimensi spiritual,tetapi juga bernuansa edukasi, khususnya mengenai sejarah dari Ponorogo.

Semoga Kelana Turki dapat istiqomah dalam menjalankan misinya, menjaga tradisi ziarah dan mempelajari sejarah tokoh-tokoh besar masa lalu yang makamnya diziarahi.Hal ini sebagai motivasi dan inspirasi keteladanan iman,ilmu,dan akhlaq,”pungkas Bro-J,salah satu pegiat ziarah dari Kelana Turki.
*Ket.Foto: Kelana Turki saat berada di makam Warok Suromenggolo.
Foto:Bro-J
Naskah:Medina