HUT Penerimaan Wahyu Pertama

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.

Praya’an HUT maulid Nabi yang dikenal MULUDAN adalah sunnah Rasul. Hal ini dijelaskan dalam hadits, yakni terkait dengan puasa sunnah hari senin. Hadits tentang puasa sunnah hari Senin tersebut yang diriwayatkan oleh Imam Muslim adalah:
“عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ”
“Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin, maka beliau menjawab: ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu wahyu diturunkan kepadaku’.”

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan puasa sunnah pada hari Senin karena dua alasan. Yakni memperingati hari kelahiran beliau dan hari penerimaan wahyu pertama.

Puasa sunnah senin yang dilakukan Nabi Muhammad SAW itu sangat jelas sebab meng-ulang tahuni kelahiran Beliau. Juga meng-ulang tahuni turunnya wahyu yang pertama. Ulang tahun kelahiran ini dalam bahasa santri adalah MULUDAN. Alhasil muludan ini bukan amalan yang sifatnya bid’ah, melainkan sunnah rasul.

Sudah barang tentu muludan ini diisi kegiatan yang mencermintaan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang tidak bisa ditinggal adalah pembacaan sholawat dengan berbagai macam bentuknya. Juga pengajian umum yang intinya mengajak banyak membaca sholawat dan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai figur ideal.

Adapun peran memperingati HUT penerimaan wahyu pertama tidak banyak terungkap adalah sebab begitu menariknya figur Nabi Muhammad SAW. Padahal apabila kita renungkan peran besarnya wahyu ini adalah juga luar biasa besarnya. Hal ini bisa jadi lantaran sebab sudah ada momen peringatan Nuzulul Qur’an yakni 17 Romadlon. Semoga kita bisa ambil manfaat kedua momen besar ini yakni muludan di 12 Ribiul Awal dan Nuzulul Qur’an di 17 Romadlon, yakni bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan ketaqwa’an kita aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 11 Robiul Awal 1447 atau 4 September 2025
m.mustain