Demo di Grahadi Surabaya Aksi Bela Tewasnya Driver Ojol Masih Aman Meski Ada Motor Satpol PP dan Staf Karyawan Terbakar

Jakarta, menaramadinah.com –Akdi demo Jakarta ke depan Grahadi Surabaya tempat tinggal Gubernur Jatim usai Sholat Jumat. 29Agustus 2025 pukul 14. 40 wib-15-30 wib.

Aksi demo  dilakukan untuk memprotes kekerasan  tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan akibat dilindas rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/9), kemarin.

Sekelompok massa yang menggunakan pakaian bebas dan jaket ojol secara terus menerus melempar benda ke arah polisi yang berjaga di gerbang Grahadi.

Juga massa aksi juga melempar benda diduga molotov ke arah halaman sisi timur Grahadi. Akibatnya api sempat berkobar di halaman Grahadi dan membakar 12 motor milik Satpol PP dan Staf Karyawan Grahadi.

Massa terus melakukan lemparan, menarik mundur kawat berduri, sementara polisi mengerahkan water cannon. Lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo pun lumpuh.

Polisi menyampaikan pidatonya kepada demonstran agar tidak anarkis. Juga untuk tidak lemparan benda benda dan menghentikan bakar ban.

Kem6duan dengan tegas Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia (KanHAM) Kontras Surabaya, Zaldi Maulana, menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk:

1. Menghentikan penggunaan kekerasan berlebihan dalam setiap penanganan demonstrasi dan unjuk rasa.

2. Memecat dan memberikan hukuman sesuai mekanisme hukum pidana seluruh personel kepolisian yang telah terbukti melakukan tindak kekerasan sehingga menyebabkan gugurnya Affan Kurniawan

3. Memberikan restitusi dan pemulihan kepada seluruh korban kekerasan polisi pada demonstrasi 25-28 Agustus 2025

4. ⁠Bebaskan seluruh massa peserta aksi demonstrasi 25-28 Agustus 2025 yang saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

5. Terapkan Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.