
Catatan : Drs. Husnu Mufid. M PdI Penulis buku penyebaran Islam Lewat Para Kiai Tarekat di Indonesia Pasca meninggalnya Walisongo.

Acara Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara yang diadakan Habib Lutfi bin Yahya lewat Jatma Aswajah akan digelar nanti malam di Masjid Istiqlal Jakarta mulai pukul 19.00 wib.
Demikian pula Jatman yang dipimpin KH. KH. Khalwani dan Prof. Ali Masykur akan menggelar Zikir Kemerdekaan guna menperingati Kemerdekaan RI Ke 80 hari ini juga di seluruh Indonesia di Masjid Masjid pukul 19. 00 wib hingga selesai.
Dua organisasi thoriqoh ini mengundang jamaahnya untuk dalam kegiatan tersebut. Tujuannya sama tetapi nama themanya berbeda. Juga lokasi kegiatannya berbeda. Hanya kesamaannya sama sama warga Nahdliyin sebagai sasaran yang diajak mengikuti acara tersebut.
Nah, nah darisini bisa kita lihat nanti seberapa besar jamaah yang datang di Masjid Istiqlal Jakarta yang diadakan Jatma Aswaja dan di masjid Masjid se Indonesia yang diadakan Jatman.
Jika yang hadir di acara Jatma Aswaja di Masjid Istiqlal Jakarta sangat banyak tentu memiliki pengaruh Habib Lutfi bin Yahya masih sangat kuat setelah keluar dari PBNU.
Begitu pula jika kegiatan Jatman diikuti jamaah Nahdliyin jumlahnya sangat besar. Menunjukkan pengaruh KH. Khalwani dan Prof Ali Masykur masih ditakdirkan warga tarekat Nahdliyin.
Oleh karena itu, lihat dan pantau jumlah peserta Zikir dan Ikrar Bela Negara VS Zikir Kemerdekaan RI Ke 80. Dipastikan ada yang kalah dan menang pengaruhnya terhadap warga Nahdliyin.
Perlu diketahui persaingan antara tarekat satu dengan tarekat yang lain itu sejak dulu sudah ada, baik zaman Dinasti Umayya, Dinasti Abasyiah, Dinasti Mamluk dan Dinasti Utsmaniah. Sehingga muncul berbagai nama bermacam macam tarekat. Jumlahnya sangat banyak.
Seperti Tarekat Rufaida, Idrisyiah. Zaidiah, Naksyabandiyah, Khodiriyah, Tijaniah. Semaniyah, Khodiriyah Naqsabandiyah. Akmaliah, Kholidiah. Akmaliah dan banyak lagi nama tarekat lainnya.
