Hari Jadi ke-701, Kabupaten Blitar Mantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045. .

BLITAR– – Kabupaten Blitar merayakan Hari Jadi ke-701 dengan menyelenggarakan acara Pisowanan Agung di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Selasa (5/8/2025).

Perayaan ini bertepatan dengan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan komitmen menuju masa depan.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Rijanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong sebagai warisan luhur yang telah membawa Blitar terus maju.

“Semangat Hurub Hambangun Praja harus kita jaga. Dengan kerja keras dan kebersamaan, kita akan mampu menjadikan Blitar berdaya dan berjaya,” ujar H.Rijanto di hadapan ratusan undangan.

Meski telah meraih berbagai capaian, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan masih ada dan harus diselesaikan secara cepat dan sinergis demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Empat fokus utama pembangunan lima tahun ke depan yang disampaikan yakni, pengembangan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, dan ketenteraman masyarakat.

Program prioritas meliputi akses internet gratis, beasiswa hingga jenjang kuliah, layanan kesehatan merata, serta pelatihan keterampilan untuk kelompok rentan.

Blitar juga mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah, dengan target rehabilitasi 400 rumah tidak layak huni pada 2026, serta pembebasan BPHTB dan retribusi PBG bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam bidang ketahanan pangan, Blitar menyatakan kesiapan mendukung program makan bergizi gratis.

“Kita punya potensi dan kita siap,” kata Rijanto.

Ia turut menyoroti peran 248 koperasi merah putih desa/kelurahan yang dibentuk sejak launching nasional oleh Presiden Prabowo.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional agar mampu menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian.

Berbagai prestasi turut dipaparkan, di antaranya juara 1 lomba desa/kelurahan tingkat provinsi, 19 medali emas di Porprov Jatim IX, serta Opini WTP dari BPK selama 9 tahun berturut-turut.

Pisowanan Agung juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi pemimpin dan tokoh masyarakat Blitar. Perayaan Hari Jadi ke-701 ini diramaikan dengan beragam acara budaya, seperti Blitar Youth Festival, Malam Tirakatan, Bedol Pusaka, dan pertunjukan wayang kulit.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bukan sekadar angka, melainkan hasil nyata dari kerja keras bersama. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Blitar siap melangkah lebih jauh di usia barunya.

Sementara itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar dengan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke 701. Ini menjadi momentum tepat untuk membangun daerah, dan terpenting adalah mensejahterakan seluruh masyarakat.

Ketua FKUB Kabupaten Blitar, KH Agus Muadin yang juga salah satu pimpinan MUI Kabupaten Blitar menegaskan bahwa membangun kesejahteraan masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi kewajiban semua, seluruh masyarakat.

“Harus bersama sama, bahu membahu, saling menguatkan membangun Blitar, kalau ada jalan yang berlubang, selokan yang mampet, tidak usah menunggu pemerintah, mari kita pupuk kembali semangat gotong royong ditengah masyarakat,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Nurus Salam Lodoyo ini juga menjelaskan, membangun bukan hanya fisik tapi juga mental.

Pembangunan generasi penerus bangsa melalui pendidikan akhlaq dan budi pekerti juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.

“Selain itu, kita juga punya PR lain, misalnya mengembalikan fungsi hutan seperti sedia kala, sehingga anak cucu kita kedepan tetap bisa menikmati keindahan dan kesejukan alam Kabupaten Blitar,” bebernya.

Menurut dia, anak cucu dan generasi penerus tidak bisa diwarisi dengan gunung yang tandus dan kering, dan kondisi alam yang rawan bencana.

Dia mengajak semua untuk tidak lupa saling mendoakan dan saling mengingatkan ketika masih ada hal- hal yang kurang pas dan perlu ada pembenahan ke depannya.

“Kita benahi yang masih kurang pas, terus saling mengingatkan, dan menasehati, itu salah satu wujud rasa sayang, cinta kasih, bukan karena benci. Mari kita buka hati lapangkan dada untuk saling menasehati, menuju rahmad dan ridha Allah,” ajaknya.

Terakhir, dia berharap, segenap pemangku kebijakan senantiasa diberikan hidayah, sehingga menghasilkan kebijakan yang membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi warga masyarakat Kabupaten Blitar.

“Sehingga dijauhkan dari godaan keinginan yang menjerumuskan pada dosa dan kesalahan. Semoga Kabupaten Blitar menjadi daerah yang berdaya dan berjaya, Blitar yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” doanya.*Imam Kusnin Ahmad*