
Ini kondisi Kang Dimyati Korban Tragedi Pemalang. atas kekejaman antek Rizik PKI, FPI. GPK, SAKERA. ( Kekejamannya seperti PKI ). Berikut ini komentar Malul Albar : Begitu saya melihat kang Dimyati. Saya langsung menangis.
Sekejam inikah FPI, GPK dan SAKERA terhadap saudara Sebangsa dan seiman ! Kang Dimyati mendapat 50 Jahitan di Kepala dan muka. Mata sebelah kanan tidak bisa melihat, untung mata sebelah kiri tidak kena hampir saja kena. gigi dan rahang rompol tidak bisa mengunyah. makannya bisanya makanan lunak sejenis bubur. sebelum di oprasi mata sebelah kanan sempat keluar dan
Alhamdulillah dapat di masukkan kembali namun tetep tidak bisa melihat. Ini Harus menjadi kewaspadaan kita, jangan sampai kita lengah, mereka lebih kejam dari pada PKI. Ini akibat profokator Rijik Sihab dan Bahar Semit.
Terak PKi Padahal dirinya sendiri PKi. Namun walaupun kang Dimyati mendapat musibah seperti itu kang Dimyati tidak mengeluh dan dia berkata ini takdir Allah. kita tetap harus terus berjuang membela nasab Rosullulloh dan Walisongo.
Saya pikir saya sudah mati waktu itu, eeeh ternyata Allah masih menjadi saya masih Hidup. Padahal saya sudah siap mati. saya di medan perang saya tidak akan mundur, kalau mundur berarti batal.
Masya Allah luar biasa, Kang Dimyati Banser / PWI – LS Kab Pekalongan. Semoga Allah memberikan kesembuhan secepatnya, diberikan kebarokahan, tetap Iman Islam, di beri rejeki yg cukup. di berikan kemudahan segala hal. Amin.
Kata Kang Dimyati, Saya sudah mantap ikut berjuang bersama PWI – LS. *Siap membela Rosullulloh agar nasabnya terjaga. *Membela menegakkan Agidah Islam agar tidak di rubah rubah. *Membela Marwah Kiyai pribumi / Walisongo. *Membela Bangsa dan Negara. NKRI Sampai Mati ( bukan NKRI Harga mati ) kata Kang Dimyati.

