
Sejak adanya kabar Habib Reziek akan menggadiri pengajian di Pemalang Jawa Tengah. Suasana menjadi tegang. Karena PWI LS menolak kedatangannya. Sesangjan kubu FPI berjuang agar bisa hadir dan memberi ceramah di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, pada Rabu (22/7/2015) kemarin.
Para pejabat setempat pun was was. Khawatir nantinya ada bentrokan antara PWI LS dan FPI. Mengingat dua Ormas itu tetap bersikukuh berdasarkan pendapat masing masing.
Oleh karena itu, para pejabat di Pemalang melakukan antisipasi dengan menggelar Rapat Koordinasi Cipta Kondisi bersama dihadiri perwakilan ormas FPI dan PWI-LS. Rapat tersebut digelar sebelum pengajian dimulai.
Pertemuan itu menyepakati komitmen bahwa kegiatan tetap berjalan dengan aman, tidak melanggar aturan, tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar, isi ceramah tidak provokatif, serta semua pihak menjaga persatuan.
Awal mulanya aman aman saja sejak pukul 15.00 wib. Tidak ada demo penolakan. Tapi di tengah acara rombongan Habib Rezik datang pukul 22.00 wib. Polisi minta agar lewat belakang panggung dan sempat bedebat. Namun Tim Pengawal Habib Rezik tetap maksa lewat depan panggung dengan alasan depan panggung sudah steril. Sedangkan dibelakang panggung ada PWI LS baju hitam. Oleh karena itu, Habib Rezik langsung naik depan panggung lewat depan.
Tidak lama kemudian ada lemparan batu ke atas panggung pada pukul 23.00. Lalu baju putih FPI mengejar baju hitam. Darisitulah awal kericuhan berlanjut bentrokan hingga 23.30 WIB, bentrokan tak bisa dibendung di bawah panggung. Saling kejar dan lempar batu. Ini menunjukkan akibat ada yang melanggar kesepakatan Rapat Koordinasi antar pejabat dan ormas.
Mereka kelompok PWI-LS dan FPI saling serang di lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari panggung utama. Suasananya menjadi menyerahkan. Batu besar berterbangan mengenai dua ormas saling serang. Juga polisi kena lempar batu.
Rinciannya, anggota PWI-LS yang terluka ada sembilan orang, mereka dirawat di RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang. Sementara dari kelompok FPI terdapat dua orang yang mengalami luka di bagian kepala.
Tercatat pula, empat anggota Polri mengalami luka. Sebanyak dua personel dirujuk ke RS Siaga Medika dan dua lainnya mendapat perawatan dari Dokkes Polres Pemalang.
Adapun daftar korban yang di rawat di RS Siaga Medika :
a. Nama : Khaerul Farid dari kubu PWI-LS (Luka di bagian kepala)
Alamat : Desa. jogoloyo kec.wonosalam
b. Nama : Rizqi Nur Fauzidari kubu PWI-LS (tangan kanan tidak bisa di gerakan)
Alamat : Desa Mejagong Kec. Randudongkal
c. Nama : Ahmad Warsono dari kubu PWI-LS (Luka Kepala bagian belakang)
Alamat : Brebes
d. Nama : Khaerul Anam dari kubu PWI-LS (Robek belakang Kepala)
Aamat : Desa Karangkembang RT.6 RW.01 Kec. Ngalian Kab. Kebumen
e. Nama : Mahmudi dari kubu PWI-LS (Luka bagian hidung)
Alamat : Karanglawet RT 8 RW 2 Kec. Telogorejo Kab. Demak.
f. Nama : Mono dari kubu PWI-LS asal Karanganyar Solo (luka kepala bagian belakang dan wajah).
1 orang korban dari PWI-LS belum bisa di mintai keterangan karena belum sadar.
Korban dari kepolisian :
a. Nama : Muhammad Bintoro ( Luka Sobek Pelipis Kanan) Pangkat Bripka Samapta Polres Pemalang.
b. Nama : Nicolas Adji Wicaksono (Luka Kepala kanan belakang) Pangkat Bripda
Samapta Polres Pemalang.
• Daftar korban yang di rawat di RS al-ikhlas :
a. Nama : Pono dari kubu PWI-LS (luka robek di bibir dan jari kiri) asal dari Karanganyar.
1 orang korban belum bisa dimintai keterangan karena belum sadar.
Anomali Widiyanto Bupati Pemalang kepada wartawan membenarkan adanya Bentrok PWI LS dan FPI
Adanya bentok menfakibatkan Tablig Akbar berhenti. Kemudian berlanjut lagi setelah situasi kondusif. Pengajian dilanjutkan kembali sampai Kamis pukul 01.00 WIB. Dimana polisi dam TNI mengawal ketat Habib Rezik diatas panggung.
“Kami berupaya maksimal mengamankan jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai, dan setelah kejadian tersebut, kami langsung lakukan evakuasi,” ujar Eko, Kapolres Pemalang.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting dalam memperkuat persatuan dan menghindari kekerasan dalam bentuk apa pun.
Sedangkan dari Ormas PWI LS dan FPI terus melakukan komunikasi melalui WA dan Kopi Darat. Mereka bercerita tentang kejadian benrokkan malam itu.
Lebih jauh mereka melakukan komunikasi antar kota lewat WA dan juga mendiskusikan langkah langkah selanjutnya. Mengingat Tablig Akbar akan tetap digelar diberbagai daerah oleh FPI. Sedangkan pihak PWI LS akan tetap menghalangi gerakan Habib Rizek. Karena dianggap ceramahnya provokatif dan bukan Cucu Nabi Muhammad.
Bentrokan ini hampir mirip dengan kisah awal Pemberontakan Petani di Banten yaitu antara Santri Tarekat dengan milisi antek Belanda yang dipimpin para habib. Sejarah akan terulang kembali.
