Grand Opening Toko KODEKO Cabang Pondok Cabe : Momen Bersejarah Menuju Ekonomi Kerakyatan

 

Oleh : Dr. Ali Aminulloh
(Dosen IAI Al-Zaytun)

Senin pagi menjelang siang, 14 Juli 2025, lapangan RT 06 RW 11 Kelurahan Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, bergema dengan semangat gotong royong. Ratusan warga dan tokoh masyarakat berkumpul dalam satu semangat: merayakan Grand Opening Toko KODEKO Cabang pertama Koperasi Desa Kota Indonesia (KSU DKI). Langit yang biasanya terik, mendadak teduh seolah alam ikut memberkahi.

Dipandu oleh MC komunikatif, Agustriady Nugraha dan Fira Julianda, acara diawali dengan senam Zumba penuh energi yang diikuti lebih dari 75 peserta perempuan, diiringi musik yang menggugah semangat pagi. Di tengah tawa dan gerakan lincah, jelas terlihat: koperasi bukan sekadar urusan ekonomi, tapi juga kebugaran dan kebersamaan.

Acara berlanjut dengan upacara resmi yang diawali lagu Indonesia Raya tiga stanza, menegaskan rasa cinta tanah air sebagai fondasi gerakan koperasi. Sambutan dari Pengawas KSU, M. Soleh Aceng, SH., MH., memuji kepemimpinan Ketua Umum KSU, Ibu Anis Khoirunnisa, S.Th.I., MAP., yang sukses merealisasikan amanah Rapat Anggota Tahunan (RAT): mendirikan toko cabang demi mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Toko KODEKO hadir sebagai perwujudan dari ekonomi kerakyatan. Dalam sambutannya, Bu Ketum menyentuh nostalgia masa kuliahnya di UIN Jakarta yang kerap melewati kawasan Pondok Cabe. Dengan lugas ia bertanya, “Apakah KODEKO diterima di sini?”—serempak masyarakat menjawab, “Diterima!” Momentum emosional yang menyatukan semangat lokal dan gagasan besar.

Bu Ketum menekankan bahwa koperasi adalah alat perjuangan bersama di tengah pusaran ekonomi global. Di koperasi, anggota tak sekadar menjadi konsumen, tetapi pemilik, penggerak, dan penerima manfaat. “Kita membangun mimpi dengan kebersamaan,” tegasnya, menggemakan moto: “Berkoperasi demi wujud kesejahteraan bersama.”

Lurah Pondok Cabe Udik, Abdul Malik, S.Sos., menyambut hangat kehadiran Toko KODEKO dan bahkan mengusulkan perluasan ke wilayah lain. Ia percaya toko koperasi mampu bersaing dan menjadi solusi kebutuhan harian masyarakat.

Momen potong tumpeng menjadi simbol syukur dan kebersamaan, disusul seni tari Ondel-Ondel Betawi dari mahasiswa Star-Z Al-Zaytun, menambah nuansa budaya. Ada juga doorprize yang membuat suasana makin riuh bahagia—dari teko hingga minyak goreng, hadiah-hadiah kecil yang menebar senyum besar.

Tari Sosonderan asal dari daerah Jawa Timur oleh mahasiswi IAI ALAZIS membuka momen gunting pita. Setelah doa yang dipimpin oleh Sekretaris 1, Dr. Ali Aminulloh, Ketua Umum KSU resmi membuka toko, diiringi antusiasme masyarakat menyerbu belanja perdana. 100 pengunjung pertama mendapat voucher belanja dari CV Sanjaya, Mitra KSU.

Acara ditutup dengan silaturahim para pengurus dan representatif daerah, tukar gagasan demi masa depan KODEKO yang lebih cerah. Setelah makan tumpeng dan ucapan terima kasih dari Ketua Umum kepada panitia dan tim pelaksana, acara pun rampung pukul 15.00 dengan aura optimisme yang tak terbendung.

KODEKO bukan sekadar toko. Ia adalah gerakan. Ia adalah harapan. Mari dukung koperasi sebagai jalan bersama menuju kesejahteraan. Kita tak hanya berbelanja—kita membangun masa depan!