
BLITAR – 65 warga kurang mampu di Kota Blitar antre untuk menempati Rusunawa. Karena penghuni di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kota Blitar overload.
Fasilitas Rusunawa ada 260 kamar. Namun bangunan yang berlokasi di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ini semua sudah terisi penuh.
“Saat ini ada 65 warga yang menunggu untuk menempati Rusunawa. Karena masih penuh, mereka harus antre,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Parmukiman (DPRKP) Kota Blitar, Suyatno, Kamis (26/6/2025).
Menurut Suyatno, para penghuni Rusunawa harus warga Kota Blitar yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu.
Saat ini, ada tiga twin blok Rusunawa di Kota Blitar. Tiap blok berisi 90 kamar dan sekarang semua blok kondisinya sudah penuh.
“Peminat Rusunawa banyak, karena sewanya murah mulai Rp 75.000 per bulan sampai Rp 150.000 per bulan. Rusunawa ini khusus warga Kota Blitar yang berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Suyatno menjelaskan, Pemkot Blitar sebenarnya sudah mengusulkan penambahan pembangunan Rusunawa ke pemerintah pusat sejak 2020.
Pemkot Blitar sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan satu twin blok lagi Rusunawa.
Namun, sampai sekarang, usulan pembangunan Rusunawa dari pemerintah pusat belum terealisasi.
“Pada 2020 lalu ada Covid-19 belum bisa terealisasi pembangunannya. Lalu, pada 2025 ini, ada efisiensi anggaran, tidak bisa terealisasi lagi. Kemungkinan bisa terealisasi pada 2026. Untuk lahan, kami sudah siap,” pungkasnya.*Imam Kusnin Ahmad*
