
JAKARTA–Konflik antara Israel dan Iran yang kian memanas, utamanya setelah Amerika Serikat (AS) turut campur dalam penyerangan terhadap Iran membuat kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia III semakin besar.
Kendati kini Nagara Paman Syam ini telah menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Iran, namun pemimpin tertinggi Teheran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan tegas memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap negaranya akan menimbulkan konsekuensi serius.
Dan, Iran tidak akan menerima usulan AS terhadap perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan.
Negara Indonesia masuk dalam daftar negara teraman jika Perang Dunia III terjadi, menurut Profesor Brian Toon, pakar terkemuka di bidang iklim dan atmosfer.
Berikut beberapa alasan mengapa Indonesia dianggap aman¹:
– *Kebijakan Politik Luar Negeri*: Indonesia memiliki kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif, yang berarti tidak berpihak pada salah satu kekuatan besar dunia dalam konflik global. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan berbagai negara.
– *Non-Blok*: Indonesia merupakan negara non-blok, sehingga tidak terlibat dalam konflik yang dapat memicu Perang Dunia III.
– *Lokasi Geografis*: Indonesia terletak di Asia Tenggara, jauh dari pusat konflik utama di Timur Tengah dan Eropa.
Namun, meskipun Indonesia dianggap aman, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Dee menyatakan bahwa ekonomi Indonesia masih rentan menghadapi krisis global berskala besar. Beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia antara lain:
– *Ketergantungan pada Ekspor Sumber Daya Alam*: Indonesia masih sangat bergantung pada ekspor sumber daya alam, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
– *Biaya Logistik Tinggi*: Biaya logistik di Indonesia masih tinggi, sehingga dapat menghambat kegiatan ekonomi.
– *Struktur Ekonomi Dalam Negeri*: Struktur ekonomi dalam negeri Indonesia masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi.
Negara selain Indonesia yang masuk daftar negara teraman jika Perang Dunia III terjadi, seperti.
– *Antartika*: Meskipun bukan negara, Antartika dianggap aman karena lokasi geografisnya yang terpencil.
– *Selandia Baru*: Selandia Baru dianggap aman karena lokasi geografisnya yang jauh dari pusat konflik dan memiliki keunggulan dalam sektor pertanian.
– *Swiss*: Swiss dianggap aman karena kebijakan netralitasnya dan lokasi geografisnya yang strategis.
– *Islandia*: Islandia dianggap aman karena lokasi geografisnya yang terpencil dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
– *Afrika Selatan*: Afrika Selatan dianggap aman karena lokasi geografisnya yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
– *Argentina*: Argentina dianggap aman karena lokasi geografisnya yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
– *Bhutan*: Bhutan dianggap aman karena kebijakan netralitasnya dan lokasi geografisnya yang terpencil.
– *Chili*: Chili dianggap aman karena lokasi geografisnya yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
– *Fiji*: Fiji dianggap aman karena lokasi geografisnya yang terpencil dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Selain itu Indonesia
Indonesia telah dengan tegas menyatakan tidak akan memihak pihak mana pun dalam konflik global. Presiden RI ke-1 Sukarno bahkan telah mendeklarasikan bahwa Indonesia menganut kebijakan luar negeri bebas dan aktif. Dengan kebijakan ini, membuat Indonesia menekankan pendekatan independen Indonesia terhadap hubungan internasional, dengan fokus yang kuat pada upaya mempromosikan perdamaian global. Yang terakhir pernyataan Presiden Prabowo. Bahwa Indonesia tetap konsisten sebagai negara Non Blok.
Sementara Antartika
terletak di titik paling selatan di Bumi, Antartika tidak memiliki nilai strategis dan cenderung terisolasi. Selain itu, hamparan luas 5,4 juta mil persegi tanah yang belum tersentuh menawarkan ruang yang cukup bagi ribuan orang untuk mencari perlindungan dari potensi konflik.
Sedang Islandia
menjadi tempat berlindung potensial lainnya adalah Islandia, yang terletak di utara. Selain relatif terisolasi, negara ini dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan tidak pernah terlibat dalam perang atau invasi apa pun.
Bagaimana dengan Afrika Selatan.Afrika Selatan juga masuk dalam daftar tempat aman karena punya sumber makanan yang melimpah, tanah yang subur dan akses ke air tawar, negara ini menawarkan prospek yang kuat untuk swasembada. Selain itu, Afrika Selatan juga didukung oleh infrastruktur moderen.
Lalu Fiji.Fiji merupakan negara kepulauan terpencil, yang terletak sekitar 2.700 mil dari Australia. Dengan kehadiran militernya, Fiji memegang peranan penting secara strategis dan juga menduduki peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global. Tak kalah penting, Fiji juga dianugerahi dengan sumber daya alam yang berlimpah.
Begitu juga Chili.
Chili yang membentang lebih dari 4.000 mil di Amerika Selatan memiliki potensi untuk bertindak sebagai penghubung strategis antara Moskow dan Madrid. Selain memiliki lokasi cukup strategis, Chili juga kaya akan berbagai tanaman dan sumber daya alam yang penting untuk kelangsungan hidup. Pun, negara ini juga menonjol karena memiliki infrastruktur yang paling maju di Amerika Selatan.
Tak ketinggalan Argentina.Argentina dianggap sebagai salah satu negara yang paling tidak mungkin mengalami kelaparan setelah perang nuklir karena negara yang terletak di Amerika Selatan ini dikatakan memiliki persediaan tanaman pangan yang melimpah, sehingga menyediakan cadangan pangan yang signifikan bahkan jika sinar matahari terhalang oleh dampak nuklir.
Selandia Baru.Selandia Baru juga bisa menjadi salah satu negara tempat orang-orang mencari perlindungan. Apalagi, Selandia Baru menempati posisi kedua dalam Indeks Perdamaian Global, sebagai negara yang memiliki catatan netralitas panjang dalam konflik global.
Di sisi lain, lokasinya yang terpencil karena terletak di medan pegunungan yang terjal menambah lapisan pertahanan alami terhadap potensi invasi. Bahkan, menurut laporan Metro, negara ini tidak masuk dalam daftar radar.
Kemudian Tuvalu.
Tuvalu merupakan sebuah pulau yang terletak di antara Hawaii dan Australia, dengan hanya dihuni oleh 11.000 jiwa. Infrastruktur pulau yang cukup lemah dan sumber daya alam terbatas dinilai membuat Tuvalu menjadi target yang tidak menarik bagi calon agresor.
Juga Swiss. Swiss
karena telah lama dikaitkan dengan perdamaian dan kenetralan, Swiss dianggap sebagai salah satu dari sedikit negara yang mungkin mengalami konflik nuklir. Bahkan, negara ini telah lama tidak terlibat dalam konflik apapun sejak Perang Dunia II. Selain itu, bersama dengan daerah pegunungannya, Swiss menawarkan pertahanan alami yang kuat dan juga dilengkapi dengan jaringan tempat perlindungan yang luas terhadap kejatuhan nuklir.
Yang terakhir Greenland.
Greenland adalah pulau terbesar di dunia dan di wilayah Denmark.
Greenland dinilai tidak mungkin menjadi target nyata bagi negara adikuasa global mana pun karena lokasinya yang terpencil.*Imam Kusnin Ahmad*
