
Surabaya, 11 April 2025 — Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dari Kelompok 1 sukses menggelar pelatihan kreatif bertajuk SPLASH (Sendok Plastik sebagai Home Decor) di Komunitas Bank Sampah Kelurahan Sambikerep, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mengelola limbah plastik, khususnya sendok bekas, menjadi dekorasi rumah yang estetis dan bernilai jual. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu, Bapak Sunanto, S.Pd., M.Pd., yang memberikan bimbingan dari awal hingga akhir.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti Komunitas Surabaya Hebat (KSH), Bank Sampah Pinpin 7, hingga para pelaku UMKM dari wilayah Sambiarum. Mereka dibagi menjadi empat kelompok kerja; tiga kelompok membuat cermin hias, dan satu kelompok membuat bunga tulip dari sendok plastik bekas. Aktivitas ini dirancang untuk mendorong kerja sama tim dan menggali kreativitas warga dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi barang fungsional dan menarik.
Antusiasme peserta terlihat dalam setiap proses pembuatan. Mereka aktif berdiskusi, saling membantu, dan tidak segan berbagi ide kreatif satu sama lain. Salah seorang peserta dari UMKM mengungkapkan rasa kagumnya, “Saya tidak menyangka sendok plastik bisa jadi dekorasi yang cantik. Ini bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dari rumah.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan SPLASH juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan lingkungan. Para mahasiswa Kelompok 1 PPG UNUSA berharap pelatihan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas lainnya di wilayah Surabaya. Mereka juga berharap masyarakat semakin terinspirasi untuk mengubah sampah menjadi berkah melalui kreativitas dan kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, UNUSA menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kewirausahaan hijau kepada masyarakat. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti menuju lingkungan yang lebih bersih dan kreatif secara ekonomi. (SN)
