Cau istimewa Warsiyem KPM PKH dari Dsn Suwun Desa’ Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri

Kediri-Menaramadinah.com Sabtu Wage, 12 April 2025 Memanfaatkan karang-kitri untuk ditanami berbagai jenis tanaman tang bermanfaat untuk menambah gizi keluarga antara lain: jeruk pecel, jambu darsono, jambu gelas, sirsat, jambu merah, jambu biji putih, blimbing wuluh, bligo, mangga manalagi, mangga gadung, nangka , jeruk bali, katu, ketela phon khusus untuk sayur, pepaya, kenikir, bayam, kemangi, tomat, dan tanaman obat antara lain: sere merah, sere putih, sambiloto, sirih, kumis kucing, biji beling, daun salam, temu lawak, kunir putih, temu ireng, lempuyang ,mengkudu, apokat, lidah buaya, pandan wangi, pandan betawi dan polo pendem yaitu: suwek, uwi biru, garut.

Itulah berbagai tanaman yang ada di seputar rumah Warsiyem Ketua Kelompok PKH yang sudah mantan dari Dusun Suwaru Desa Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Dari sekian jenis tanaman yang ada tersebut ada satu jenis tanaman yang menjadi ciri khas keluarga yaitu: cau, atau camcau yang merambat.

“Saat bulan puasa, ada pertemuan kelompok PKH, tamu-tamu sanak kadang, teman-teman, saya selalu membuat minuman cau atau camcau ini”: kata Warsiyem saat ngobrol di teras rumah nya yang mungil sambil menikmati pemandangan halaman rumah yang bersih dan ditata dengan rapi.

Makye, bama panggilan akrabnya Warsiyem lebih lanjut menjelaskan bahwa tanaman yang miliki tersebut sangat bermanfaat bagi keluarga nya dan bahkan teman dan tetangga juga turut merasakan. Ada satu tanam obat yang unik yaitu temu ireng yang biasanya digunakan untuk ‘menyapih’ anak agar tidak menetek terus pada ibunya. “Disini tanaman temu ireng sudah langka”: jelas Makye, dengan senyum indahnya.

Cara memasak cau ini sangat mudah petik daun nya baik yang masih muda maupun tua, satu genggam saja sudah jadi satu rantang atau baskom, bisa untuk sekeluarga sekitar sepuluh orang, jadi untuk sekali pertemuan cuma membutuhkan tiga genggam saja sudah cukup.
Untuk membuat minuman cau ini yang dibutuhkan antara lain: cau yang sudah dilumatkan dan diperas dengan air yang sudah dimasak (biar dingin) baru disiramkan, saring air remasan beberapa kali hingga airnya jernih, diamkan beberapa menit (15-30 menit) maka akan menggumpal seperti jelly berikutnya buat air sesuai kebutuhan dan di sedu dengan air gula kepala (sesuai kebutuhan) busa juga dicampur dengan gula pasir agar tambah manis dan sedap.

Sedangkan cara menanam cau sangat mudah, petik ranting yang agak tua, sekitar 10 cm lalu ditancapkan di tanah saja.
Makye menyatakan bahwa dirinya siap menjamu anggota dan pendamping PKH dengan cau istimewa buatan tangan sendiri.
“Silahkan menanam benih cau ini pak”: Pungkas Makye.

Pemanfaatan karang kitri Makye ini patut ditiru oleh anggota PKH khususnya dan lingkungan sekitar, semoga menginspirasi kita ‘Warsiyem’ Ketua Kelompok PKH yang sudah menyatakan Graduasi Mandiri dan merakan manfaat yang besar selama menjadi KPM PKH, sejak tahun 2009.

“Terima kasih telah mendapatkan PKH, bisa membantu keluarga, harapan saya setelah menyatakan Graduasi Mandiri ini lebih bisa belajar mandiri artinya tidak menggantungkan bantuan lagi” kata-kata hari ini MAKYE.
Nur Habib, mengabarkan.