Membaca Rekomendasi Rakernas PWI LS Untuk MUI dan Pemerintah

Ada perkembangan yang sangat pesat dari PWI LS dalam menggelar Rakernas di Pondok Pesantren milik KH. Imadudfon Itsman Al Bantani dalam bentuk Rekomendasi kepada Pemerintah san MUI. Seperti apakah. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Drs. Husnu Mufid, M.PdI :

Ormas baru betnama Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) bersama Laskar Sabilillah (LS) kemarim sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (30/11).

Dalam Rakernas tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis berupa rekomendasi penting untuk MUI  dan Pemerintah RI dibawah Presiden Prabowo Subianto.

Adapun Rekomendasi itu ada enam  utama  tiga rekomendasi untuk MUI dan enam untuk Pemerintah RI.

Untuk MUI, PWI LS merekomendasikan:

  1. Melakukan kajian dan ijtima ulama untuk menolak penisbatan Klan Ba’alwi atau habaib sebagai dzuriyyah Rasulullah Muhammad SAW.
  2. Mengeluarkan fatwa yang menyatakan penisbatan tersebut tidak memiliki dasar serta mengkaji ulang ajaran-ajaran yang dinilai menyimpang.
  3. Berkolaborasi dengan akademisi untuk penelitian ilmiah tentang nasab habaib terhadap Rasulullah SAW.

Sementara itu, untuk Pemerintah RI, PWI LS mengajukan rekomendasi berikut:

  1. Menjamin kebebasan dakwah PWI LS di seluruh wilayah NKRI.
  2. Mengambil tindakan hukum terhadap kelompok atau organisasi yang dianggap membelokkan sejarah atau memalsukan situs makam bersejarah.
  3. Mengamankan dan melindungi kegiatan PWI LS di berbagai wilayah Indonesia.
  4. Mewajibkan tes DNA bagi pihak yang mengklaim sebagai dzuriyyah Nabi Muhammad SAW.
  5. Memasukkan sejarah Nusantara sebagai kurikulum wajib di sekolah dasar dan menengah.
  6. Mendukung upaya pencegahan radikalisme serta menjaga ideologi Pancasila.

Rekomendasi PWI LS setelah saya baca sangat bagus. Namun demikian, saya selaku Pemred menaramadinah.com mengusulkan agar segera Nisan Sunan Ampel, Sunan Muria dan Sultan Fatah Demak Bintoto dikembalikan.

Begitupula badan makan dikembalikan sesuai aslinya. Sehingga terlihat seperti aslinya dan hilangnya bentuk Yaman. Mengingat makam tersebut merupakan bukti sejarah yang autentik. Istilahnya perlunya rekonstruksi kembali.