QIBTY MAHASISWA PASCASARJANA FISIP UI TERTARIK LAKUKAN PENELITIAN UNTUK BAHAN PENYUSUNAN TESIS DI SMP 2 GENTENG

Genteng, 17 Oktober 2024
Jauh-jauh dari Depok terbang ke Banyuwangi karena penasaran dengan ekstrakurikuler pengolahan sampah yang ada di SMP 2 Genteng.

Mahasiswi UI dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial hendak melakukan penelitian terkait dengan tesisnya di SMP yang terletak di desa Kaligondo Kec. Genteng itu.
Qibty Almayra A, gadis usia 23 tahun itu mengetahui tentang ekstrakurikuler pengolahan sampah di SMP 2 Genteng, saat menjadi pemerhati lomba pengolahan sampah yang diselenggarakan oleh lembaga peduli lingkungan EMVITRUS untuk siswa se Indonesia. Kebetulan tim kader peduli sampah SMP 2 Genteng menjadi bagian dari lomba itu. Dan mereka berhasil memenangkan di lomba itu.

Menjadi tertarik untuk meneliti tentang pengelolaan sampah, mahasiswa asli Depok ini memilih SMP 2 Genteng sebagai satu di antara objek penelitiannya adalah tertarik dengan manajemen pengelolaan sampah oleh lembaga sekolah yang melibatkan warga sekolah mulai dari guru, tenaga teknis, siswa dan komite sekolah.

“Saya lagi meneliti tentang tema Komunitas dan Aset Komunitas dalam Mendukung Pengelolaan Sampah di Emvritrus Indonesia. Data dan fakta yang ada di SMP 2 Genteng akan saya analisis untuk kepentingan penyusunan tesis saya nanti”, ungkap Qibty, panggilan cewek yang punya hobi “mbolang’ itu.

Butuh waktu kurang lebih sepekan untuk gali data pendukung penelitiannya itu, tambahnya.

Kepala SMP 2 Genteng, Hj. Wahyu Handayani, M.Si. merasa tersanjung atas kedatangan seorang mahasiswa UI itu. Mengapa memilih SMP 2 Genteng yang lokasinya ada di desa pinggiran ujung timur Pulau Jawa ini sebagai objek penelitiannya. “…benar. Saya heran mengapa memilih sekolah yang saya pimpin, bukankah banyak sekolah-sekolah setara yang dekat dengan kampus. Ternyata memang ada yang menarik, ceritanya, dia kagum melihat sekolah desa memiliki mindset konstruktif tentang program peduli lingkungan.

Tidak hanya itu, prestasi SMP 2 Genteng hingga menasional gara-gara program kepedulian terhadap lingkungan yang serius. Mendapatkan status Sekolah Adiwiyata Mandiri tidaklah gampang, butuh proses panjang, tidak bisa didapat dengan cara instan”, ujarnya.

“Alhamdulilah, ternyata apa yang telah diperjuangkan oleh warga SMP 2 Genteng tentang pengelolaan sampah menjadi sumber inspirasi banyak pihak”, Kasek senior itu menambahkan.

Diketahui bahwa SMP 2 Genteng telah mengibarkan bendera di pusat ibukota negara, Jakarta, 13 November lalu untuk menerima apresiasi dari Kemen LHK RI dari prestasi tertinggi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Luar biasa. Budaya cinta dan peduli lingkungan yang dibangun di SMP 2 Genteng sebagai bagian dari pembentukan karakter yang dibutuhkan masa depan Indonesia dan dunia.
MR Jurnalis Menaramadinah.com.