Wujud Cinta Kepada Nabi SMPN 2 Rogojampi PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Banyuwangi-menaramadinah.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 2 Rogojampi dengan Pembicara KH. Abdul Gofar dari Rogojampi. Diawali Pra acara yang diisi oleh group hadrah dirangkai dengan Pembacaan Ayat suci Al Qur’an.

Peringatan Maulid Nabi 1445 Hijriah, jumat 13/10/2023 . Selaku penceramah penyejuk qolbu, Panitia mendatangkan KH. Abdul Gofar Tokoh Ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Peringatan Maulid Nabi 1445 H meningkatkan ukhuwah islamiyah dan tali silaturrahmi dalam untuk memeriahkan kegiatan maulid Nabi pagi itu dengan melantunkan sholawat Nabi bersama warga sekolah, sambil menunggu pembicara yang masih dalam perjalanan .

Bertindak selaku Kepala SMPN 2 Rogojampi, Marhenyantoro, SPd, SH, MM dalam sambutan penghormatannya berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini bisa mengedukasi siswa dalam keseharian hidup sebagai warga sekolah , maupun sebagai ummat beragama sesuai dengan ajaran Rosulullah (Nabi Muhammad Saw).
Lebih lanjut Marhen mengatakan “Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah mampu menggelar acara ini dengan lancar dan sukses “katanya.

Dalam sambutan selanjutnya Marhen menekankan pentingnya kepada yang hadir pagi itu untuk mencintai dan meniru watak dan sikap terpuji yang dimiliki Rasulullah Muhammad SAW.

Meneladani Kehidupan Rosululloh Sebagai Utusan Penyempurna Umat . Dalam peringatan maulid kali ini panitia menghadirkan penceramah KH. Abdul Gofar dari Kecamatan Rogojampi.
Dalam tauziahnya Kyai Gofar menekankan kekuatan Al-Quran untuk membekali anak-anaknya dengan ayat-ayat suci Al-Quran.
“Orang yang paling utama, yang paling dekat denganku di hari kiamat kelak adalah orang–orang yang paling banyak membaca sholawat dan mengamalkan isi Al-Quran, “ujarnya menandaskan.

Bila ingin mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengikuti dan mengamalkan sunnah – sunnah nabi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni perbanyak membaca sholawat , sebagai pelampiasan cinta nabi Muhammad sebagai harga mati , papar Kyai yang piawai dengan melantunkan sholawat dengan nada-nada indah dengan lagu-lagu yang lagi ngetop seperti damar opo lilin.

“Hari ini banyak sunnah yang hilang padahal niku remeh yaitu sholawat , ajarkan anak–anak kita menekankan membaca sholawat untuk meneladani Akhlak Rasulullah SAW, “ujar KH Abd. Gofar.

Di kesempatan tersebut KH. Abdul Gofar juga menyinggung makna dari perbanyak baca sholawat tersebut kurang lebihnya KH. Abdul Gofar mengajak jama’ah untuk lemah lembut , hati kita mawadah wa rohmah.
Sholat kita tidak akan diterima apabila dalam rukun sholat kita tidak mengucapkan kalimat syahadat, Nabi kita ini sejak lahir dan berumur 6 tahun sudah yatim piatu dan dari kecil Nabi Muhammad SAW ikut kakeknya tersebut bukan hanya sekedar memperingati hari kelahiran dalam arti seremonial belaka, tetapi mempunyai makna yang lebih dalam yakni upaya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari Rasulullah tentang akhlak beliau yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu, kesempatan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk berintrospeksi diri, dengan melihat seberapa jauh kita telah meneladani serta mengimplementasikan kepribadian beliau dalam menjalani kehidupan dalam keluarga maupun bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Akhiri tauziahnya KH. Abdul Gofar ajak jama’ah kumandangkan sholawat bersama-sama. Acara pun berkahir ditutup dengan doa. (Rishje*)