
Lamongan, menaramadinah.com.- Menjelang akhir tahun dan siap memasuki Tahun Baru 2023, siswa SMA Negeri 1 Karangbinangun mendapat sosialisasi dan upaya preventif untuk mencegah kasus kenakalan remaja dari Kepolisian Sektor (Polsek) Kangbinangun jajaran Polres Lamongan.
Kegiatan yang dikemas dalam Apel Siaga Jelang Tahun Baru 2023, Menolak Gangster dan Kenakalan Remaja ini digelar di halaman SMA Negeri 1 Karangbinangun, Senin (19/12/2022).
Mengacu pada kasus kekerasan dan aksi anarkis gengk anak liar (gangster) di Surabaya yang akhirnya bisa diringkus aparat Polri. Dan mengantisipasi tindakan kekerasan serta kenakalan remaja di berbagai daerah, maka jajaran Polri hingga di tingkat kecamatan (Polsek) melakukan antisipasi berupa pencegahan.
Sebagai upaya nyata maka dilakukan antisipasi berupa sosialisasi pada lembaga pendidikan di tingkat SMP dan SMA.
Kapolsek Karangbinangun, Iptu Suroso yang sedianya memimpin Giat Apel berhalangan hadir karena ada Rapat Dinas di Polres Lamongan terkait Pengamanan Natal. Ia diwakili oleh Aiptu Wiyanto, SH yang merupakan Kanit Binmas.
Dalam sambutan Kapolsek yang dibacakan Aiptu Wiyanto, SH, ia mengajak para siswa untuk mencegah tindakan kenakalan remaja, seperti tawuran pelajar, apalagi menjelang Tahun Baru.
“Di akhir-akhir ini tawuran menjadi fenomena yang memprihatinkan. Kasus yang banyak terjadi di berbagai daerah dan sudah banyak memakan korban. Alhamdulillah di wilayah Karangbinangun tidak pernah terjadi, namun kita harus tetap waspada dan selalu menjaga agar suasana di sini tetap aman, dan kondusif,” sebutnya.
Kapolsek Karangbinangun mengingatkan agar siswa menghindari aksi tawuran yang merugikan banyak pihak, siswa, sekolah, orang tua dan masyarakat lainnya. Di usia remaja 12-18 tahun memang rentan hal itu. Masa ini disebut Pubertas, fase pencarian jatidiri, labil, sering tidak mampu kendalikan emosi dan bahayanya gampang melakukan tindakan kriminal.
Iptu Suroso mewarning terhadap faktor yang harus dihindari agar tidak terjadi tawuran. Seperti konflik yang tidak tuntas, solidaritas negatif (kelompok, Grub, geng, komunitas, ormas, perguruan silat, dll), fanatisme sempit, dendam.
Hal tersebut bisa dicegah jika, siswa menjadi individu yang beriman dan bertaqwa, berkegiatan, berkreasi positif, konstruktif dan edukatif. Selalu meminta bimbingan (selain orang tua, red) juga dari BK, guru, wali kelas, tokoh agama.
“Simpulnya, kenakalan remaja yang terus terjadi dapat mengancam kelangsungan suatu bangsa. Hal ini karena remaja yang merupakan bagian generasi muda bangsa yang akan menjaga keberlangsungan suatu bangsa.
Sebagai generasi muda, maka milikilah kebijaksanaan dalam memilih jalan kehidupan. Yakni jalan hidup yang tetap berada di jalur yang baik dan benar, serta menghindari hal yang negatif yang dapat merusak masa depan.
Semoga ke depan adik-adik bisa menjadi orang yang sukses dalam meraih cita-cita. Aamiin.” tulis Kapolsek Karangbinangun.
Sedangkan Aiptu Wiyanto, SH juga mengingatkan khusus untuk siswa yang Hoby motor agar tidak menggunakan knalpot blong karena akan ada tindakan. Juga siswa yang mengikuti organisasi perguruan silat agar juga tetap menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
“Selain melakukan sosialisasi kami juga mengadakan razia kepada siswa di tingkat SMP dan SMA. Hal ini agar para siswa tidak mudah terprovokasi dan melakukan tawuran antar pelajar dan bentuk kenakalan remaja lainya yang dapat merugikan dirinya dan orang lain,” tuturnya.
Adapun di tempat terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Karangbinangun, Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd, yang dikuatkan Waka Kesiswaan Khusnul Yakin, S.Pd, M.Pd mengapresiasi sosialisasi dari Poksek Karangbinangun sebagai upaya mencegah lebih dini kasus kenakalan remaja khususnya tawuran pelajar.
“Terima kasih pada Bapak Kapolsek dan jajarannya. Semoga sinergi kegiatan ini tetap berkelanjutan. Kami mewakili lembaga berharap para siswa akan termotivasi dan mendapat tambahan pengetahuan agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat dan juga melanggar hukum,” katanya.
*DANAR SP*
