Focus Group Discussion Smart Digital for Millennials Karang Taruna Desa Manyarsidorukun, Manyar Gresik

 

 Gresik-menaramadinah.com- Tumbuh dan dewasa di tengah arus percepatan teknologi komunikasi menjadi ciri khas Generasi Milenial. Keterhubungan dengan dunia digital berpengaruh terhadap karakter, perilaku dan sikap.

 

Hal ini tidak hanya merambah millenials kota, tetapi juga millenials desa. Untuk meresponnya, Universitas Negeri Surabaya dalam rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat mengagendakan Focus Group Discussion pada 1 Oktober 2022 dengan Pegiat Karang Taruna Manyarsidorukun.

Dalam forum yang dihadiri pengurus teras Kartar,  didiskusikan isu terkait pengelolaan informasi. Millenials harus dapat memilah informasi yang benar dengan yang salah. Membedakan antara fakta dengan opini. Saring sebelum sharing. Jejak digital tidak mudah dihapus. Apa yang ditulis di media social,  akan dibaca oleh khalayak. Apa yang diposting, berupa foto dan video menjadi konsumsi public dalam dengan percepatan detik.

Dalam FGD tersebut, peserta menyampaikan bentuk penipuan yang sudah masuk di desa dengan beragam modus. Kencan online, arisan online, pinjaman online dan online shop. Beberapa warga pernah menjadi korban. Pada forum tersebut, Mutim Faidah (Tim PKM Universitas Negeri Surabaya) mengedukasi agar tidak menjadi korban penipuan keuangan Online dengan berhati-hati dengan tawaran pinjaman online, tawaran yang menggiurkan dan menelusuri legalitas Fintech. Aplikasi kencan online juga membawa korban. Rayuan cinta dan bualan sayang menjadi bumbu utama para penjaja cinta secara digital yang menarget remaja Putri yang sedang galau, patah hati, dan kurang perhatian. Fenomena tersebut mengharuskan remaja desa melek digital.

Iqbal ketua Kartar desa mengusulkan pentingnya Literasi digital bagi remaja. Empat Pilar Literasi Digital dirancang akan disosialisasikan oleh Kartar, meliputi: Etika Digital, Budaya Digital, Keamanan Digital dan Keterampilan Digital.

Husnu Mufid