Lorong Gus Durian

 

Trenggalek-menaramadinah.com-Membincangkan Gus Dur memang tak akan pernah habis. Tokoh pluralisme ini begitu kaya akan khasanah pengetahuan, baik yang berdimensi agama, budaya, politik hingga yang berskala magis.

Bapak bangsa satu ini begitu mempesona bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan dunia. Mereka ini berasal dari beragam strata sosial, etnis, keyakinan dan antargenerasi.

Gus Dur memang telah menjadi magnet bagi siapa saja, baik kawan maupun lawan politiknya, sejak dia masih hidup hingga pasca kewafatannya. Bahkan gelora kerinduan itu terasa semakin membesar, riuh dan berjejal untuk mengenang, mendo’akan dan mendiskusikan gagasan-gagasannya.

Kali ini saya berkesempatan diundang untuk menemani peserta diskusi yang mayoritas adalah kaum millenial di Kabupaten Trenggalek, wilayah ujung barat selatan Jawa Timur.

Acara diskusi dan bedah buku yang bertempat di aula PCNU Kabupaten Trenggalek ini diseleranggarakan oleh Media Urup kerja sama dengan GP Ansor dan IKAPMII Trenggalek ini, dapat berjalan dengan dinamis dan antusias.

Tidak berhenti disitu, malam harinya, masih dilanjut ngopi bareng dengan para aktifis, tokoh dan senior di kota alen-alen ini. Taufik Al Amin