Oleh : Filda Mufarrihati Yusmansyah.

Orang yang paling beruntung dalam hidup ini adalah orang yang berhasil menenal Allah SWT. Semua kenikmatan itu kecil dibandingkan nikmat mengenal Allah. Orang yang tidak mengenal allah akan selalu meributkan masalah dunia sampai-sampai ia mengorbankanb kemuliaannya, harga dirinya, dan ketenangannya. Orang yang bersungguh-sungguh kepada allah maka allah pun kan bersungguh-sungguh kepadanya.
Lalu *bagaimana cara kita mendekatkan diri kepada Allah?*-yaitu dengan cara bermunajat, memohon kepada Allah melalui sholat yang menjadi sebuah kewajiban bagi seorang umat muslim dalam menyeimbangi kehidupannya, serta menjadi sebuah kunci kebahagiaan dunia dan akhiratnya.
Sesungguhnya Allah memerintahkan sholat kepada hamba-Nya dengan maksud supaya umat manusia patuh kepada perintah Allah, sholat mengarahkan kita agar hidup dengan teratur sebagaimana gerakan sholat secara teratur dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam. Sholat bukan hanya sebagai perwujudan rasa syukur atas karunia nikmat yang dianugerahkan Allah SWT, namun juga memiliki pengaruh positif bagi yang menunaikannya. Dampak tersebut selalu terjalinnya hubungan yang kokoh antar sang khalik dengan hambanya dan juga memberikan ketenanangan, kenikmatan, serta zkeselamatan dalam diri setiap orang.
_*Isra’ Mi’raj*_
Perintah untuk melaksanakan sholat dimulai ketika Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah dan melakukan perjalanan Isra’Mi’raj, Semula bilangan yang difardhukan kepada umat Nabi Muhammad SAW sebanyak lima puluh kali dalam sehari semalam. Tetapi kemudian mendapat keringanan dari Allah menjadi cukup lima waktu saja.
sejak semula, isra’ mi’raj adalah peristiwa Nabi Muhammad menuju ke langit ke-7 untuk menerima wahyu perintah melaksanakan sholat. Peristiwa ini di sebut sebagai peristiwa yang fenomenal serta kontroversial, *mengapa?* di sebut fenomenal karena hal ini tidak terjadi sebelumnya, bahkan di yakini tidak akan terjadi di masa depan, di sebut kontroversial karena peristiwa itu telah menyulut perdebatan yang sangat panjang sejak 15 abad yang lalu sampai sekarang.
Singkat cerita isra’ I’raj adalah perjalanan luar biasa yang di lewati Nabi Muhammad atas kehendak Allah SWT. Hal ini tidak cukup untuk di jabarkan dengan pengetahuan manusia yang ada di muka bumi sekalipun jika di pandang dari persoalan fisika modern tidak dapat menjelaskannya, mulai dari langit ketujuh sedangkan ilmu pengetahuan manusia belum cukup untuk meneliti langit bagaimana bisa menelitibsampai ke langit ke tujuh, kemudian kecepatan 300.000 km per detik dalam ilmu fisika hal itu mustahil di lakukan, karena tubuh akan hancur ketika melesat secepat itu bahkan sesuatu yang berbobot hampir nol tetap tidak bisa mengalami kecepatan cahaya. Penjelasan ini saya ambil dari buku karanagan Ir. Agus Mustofa.
Di ceritakan bahwa di sana Rasulullah menerima perintah shalat 50 waktu, tetapi akhirnya di turunkan sampai 5 waktu, setelah rasulullah di sarankan oleh Nabi Musa untuk memohon keringanan. Maka, akhirnya perintah sholat menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.
_*Makna yang ada di dalam sholat*_
Islam mengajarkan nilai-nilai universal bagi manusia. Yang tidak terbatasi oleh suku bangsa, budaya, dan peradaban. Islam mengajari manusia agar menjadi manusia. Karena masih banyak manusia yang tidak berlaku sebagai manusia melainkan seperti hewan, atau bahkan lebih rendah lagi di banding itu.
Islam menajak manusia kembali ke fitrahnya sebagai _Insan Kamil_ makhluk sempurna yang pernah di ciptakan Allah di alam semesta, makhluk yang berbudaya dan berperadapan tinggi. Di satu sisi, manusia diberitahu bahwa ia adalah makhluk ciptaan Allah tetapi di sisi lain manusia juga harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya untuk Me-_Manage_ kehidupannya. Termasuk lingkungan sosial dan lingkungan hidup lainnya. Hal ini tergambar pada suatu ayar yang menggambarkan bagaimana tujuan utama kita hidup atau di hidupkan Allah di muka bumi ini: (QS. Az-Zariyat ayat 56)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ .
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Ayat di atas menjelaskan bahwa kita ini adalah makhluk ibadah, sejak Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang berkenderungan untuk bertuhan. Dan merindukan kehadirannya dalam kehidupan kita, jika tidak maka kita akan merasa gelisah dan tidak stabil dalam menjalani kehidupan ini sebagaimana mestinya. Allah menginfornasikan rahasia penciptaan itu kepada kita lewat Al-Qur’an. Fitrah kita yang pertama ibadah, lalu yang kedua adalah makhluk sosial dan yang terakhir kita itu seorang pemimpin bagi diri kita sendiri dalam menjalani kehidupan sebagai seorang makhluk ciptaan Allah.
Lalu bagaimana cara kita beribadah kepada Allah yaitu dengan cara melaksanakan sholat 5 waktu sebagaimana yang di ajarkan Rasulullah kepada umat islam. Amalan yang paling utama di sisi Allah adalah sholat, sholat juga termasuk rukun islam yang kedua setelah syahadat. *Saudaraku sesama Muslim, Bagaimana kau bisa menyia-nyiakan amalan paling utama di sisi Allah dan Rasul-Nya?* padahal *Sholat merupakan pertanda masuknya seseorang ke dalam Islam* lalu apa yang dapat memberi ganti untukmu darinya? Apa kerugian yang engkau dapatkan ketika kau berupaya keras dalam memperoleh amal yang paling utama? Apakah Rabmu memberi beban kepadamu yangb melebihi kemampuan mu? Tidak. Berkenaan dengan orang-orang Musyrik Allah Ta’ala berfirman: (QS. At-Taubah ayat 11)
فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
Bahkan dalam firman lain Allah menamakan *Sholat* sebagai *Iman* kita. Hal itu menunjukkan bahwa sholat itu sangat penting, terutama bagi umat muslim. Terdapat dalam (QS. A-Baqarah ayat 143)
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan Imanmu.
Dari uraian sebelumnya, jelas bahwasanya Allah menciptakan manusia hanya agar mereka beribadah kepada Allah yaitu dengan melaksanakan sholat 5 waktu sebagai mana Rasulullah sampaikan kepada kita. Puncak nya sholat/beribadah kepada Allah adlah ketika kita dapat melakukannya dengan *Khusyuk*. Dengan begitu pertaubatan dan juga ibadah yang kita lakukan akan lebih cepat sampai kepada Allah SWT.
_*Rahasia gerakan Sholat*_
Sebelum kita sholat tentunya kita tahu bahwasanya wudlu juga harus di lakukan dengan baik dan benar karena dengan berwudlu kita dapat menghilangkan kotoran batin dan menyucikan diri dari hadast besar maupun kecil, sholat hanya sah jika di dahukui dengan berwudhu,untuk menghadap Allah yang maha suci seorang muslim harus menhadap Allah dalam keadaan suci.
*a. Niat*
Niat adalah pintu paling depan untuk menuju pertemuan dengan Allah, di dalam sholat. Kalau niatnya benar maka kita memasuki pintu yang benr tapi kalo niatnya salah maka kita memasuki pintu yang salah. Akan kita jadikan apa sholat kita sepenuhnaya bergantung pada niat. *Innamal A’malu Binniyat* yang artinya sesungguhnya kualitas amalan bergantung kepada niatnya.
*b. Takbir*
Bersamaan dengan niat sholat kita mengangkat kedua tangan dan mengucap asma Allah yang maha besar, ketika kita takbir adalah untuk angalihkan perhatian kita akan dunia ke alam lain, ke alam dimana kita bisa focus hanya kepada Allah. *Takbir menghancurkan kesombongan yang ada di dalam diri kita* , Hal ini menghapus dua virus yang berbahaya yaitu menganggap adanya sesuatu yang lebih besar dari Allah atau sebandig dengan nya dan juga virus superioritas diri yang mana menganggap dirinya lebih suci lebih shaleh dan lebih pentig dari pada orang lain. Jika tiak maka perlu adanya kesungguhan dalam kiri kta untuk melakukannya.
*c. Ruku’*
Inti dari ruku’ sendiri yaitu kesadaran penghambaan sebagai seorang yang hina dihadapan sang pencipta yang Maha Mulia. Pada hakikatnya, ruku adalah ruku’ hati sedangkan badan hanya mengikutinya saja, jika hati telah rukuk maka godaan hati akan lebih sedikit. Jangan hanya ruku’ badan sedangkan hati berpaling kepada Allah.
*d. Bangkit dari ruku’ (I’tidal)*
Saat bangkit dari ruku’ sembari membaca _sami’allahu liman hamidah_ (Allah mendengar orang-orang yang memujinya) bacaan itu sangat agung sehingga setiap kali ketika doa itu di baca, ada tiga puluh malaikat yang berebut ingin mencatat paling awal (HR. Al Bukhari dan Abu Daud). “ketika sholat aku berdiri seolah-olah aku sedang berhadapan dengan pengadilan Allah dan hanya ada dua kemungkinan Surga atau Neraka” (Amir bin Abdillah).
*e. Sujud*
Sebgaimana sujud adalah posisi yang paling istimewa seorang hamba yang memohon kepada penciptanya. _subhana rabbiyal a’la wabihamdih_ (Maha suci tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya) Ketika kamu bersujud maka “panjangkanlah sujud mu. Tidak ada perbuatan yang lebih menyakitkan setan dari pda melihat manusia bersujud” (Ali bin Abi Thalib) sebab “tanah tempat kamu bersujud akan meratapi kematian mu di hari kiamat kelak” (Atha’ Al Kharasani). Sujud merupakan tanda ketundukan fisik dan hati serta perendahan diri secara total di hadapan Allah SWT. Sujud mengangkat manusia pada _maqam_ (kedudukan tertinggi, andai seseorang mengetahui kedudukan itu dalam keagungan ilahi, maka ia tidak akan mau mengangkat kepalanya. Semakin banyak seseorang dalam bersujud maka semakin terpancar cahaya di wajah dan semakin mudah bagi Nabi Muhammad untuk mengenal kekasih nya di akhirat.
*f. Duduk dintara dua sujud*
Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwasanya doa di antara dua sujud adalah doa yang paling lengkap, karena mencakup permohonan kebutuhan dunia dan akhirat, yaitu ampunan, kasih saying, petunjuk, keimana, dan kesejahteraan. Dengan di lanjut sujud kembali yang mana seorang hamba mengharap kedekatan dengan tuhannya. *Ada 4 permohonan ketika duduk diantara dua sujud* yaitu ampunan, kasih sayang, kesejahteraan hidup, dan iman.
*g. Tasyahud*
Yang artinya persaksian atau pernyataan akan keEsa-an Allah dan keRasul-an Nabi Muhammad SAW. Di dalam gerakan tasyahud ini ada lafadz yang pendek dan ringan untuk di ucapkan, namun bobot timbangan kebajikannya tinggi yaitu _*La ilaha illallah*_ dalam konteks ini Nabi Musa pernah berkata bahwasanya Allah pernah berfirman “Wahai Mus, andaikan semua makhluk-Ku tujuhb langit dan penghuninya tujuh bumi di letakkan di salah satu daun timbangan dan La ilaha illallah di letakkan di taun timbangan lainnya, niscaya La ilaha illallah lebih berat dari itu semua” (HR. Al Hakim dan Ibnu Hibban dari Abu Sa’id Al Khudri r.a).
*h. Salam (penutup)*
Merupakan bacaan wajib sebagai penutup dalam sholat sama seperti kita mengucap salam kepada Allah, Assalamu’alaikum warahmatullah, artinya _”semoga Allah (Yang Maha As-salam) dan rahmat-Nya tetap bersama kalian”_ bacaan salam juga bisa berarti semoga kesejahteraan, keselamatan dan rahmat Allah tetap bagi kalian. Begitu juga kita ketika salam ke kanan dan ke kiri karena itu sama hal nya kita mendokan orang lain begitu juga dengan orang yang ada di kanan dan kiri kita untuk sama-sama mendoakan maka dapat disimpulkan tidak ada ibadah yang melebihi keidahan sholat berjama’ah.
Dapat kita simpulkan bahwasanya sholat menjadi hal utama seseorang untuk menghamba kepada Allah, Rasulullah SAW pernah di tanyai *“Amalan-amalan apakah yang paling utama?”* kemudian Rasulullah menjawab *”sholat pada waktunya.”* (HR. Muslim).
_*Apa Makna Khusyuk dalam Sholat*_
Khusyuk adalah buah dari iman kepada-Nya dan sholat yang benar bukan sekedar memahami makna sholat dari takbir hingga salam.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ ا
Yang Artinya:
“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan” (QS. An-Nisa’ ayat 43)
Tetapi hati juga hadir merasakan, menikmati setiap gerakan dari takbir hingga salam dalam tatapan Alla, perhatian Allah, dan pendengaran Allah.
الَّذِي يَػرَاؾَ حِينَ تَػقُو . وَتَػقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ
“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syu’araa’, 218-219)
Dan puncak dari kekhusyukan adalah akhlakul karimah. Inti dari ibadah yaitu Doa, Dzikir, dan Ilmu. Imam Ali pernah berkata bahwasanya _”sungguh orang yang berdusta di pagi hari tidak akan Khusyu’ sholat di siang hari”_ , betapa hebatnya pengaruh dusta terhadap sholat. Ringkasnya, sholat yang khusyu’ akan melahirkan akhlak yang muliya buah dari kekhusyukan.
“Jadikanlah sabar dan sholatmu sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (QS. Al-Baqarah ayat 45)
“bermohonlah kepada tuhanmu dengan berendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang melampaui batas” (QS. Al-A’raaf ayat 55)
Khusyuk itu kita lakuan dengan niat lkhlas dan penuh kesabaran dari dalam diri kita, kita focus hanya kepada Allah semata tanpa memikirkan hal duniawi dan memfokuskan pada siapa yang kita ajak bicara ketika sholat yaitu hanya kepada Allah dan meyakinkan diri kita bahwa tiada yang lebih mulia di bandingkan Allah semata.
_*Penelitian terkini tentang Sholat dan Kesehatan*_
Pada umumnya kita mengetahui bahwasanya sholat merupakan terapi kesehatan yang bisa kita lakukan selain kita niatkan untuk beribadah Allah memerintahkan kita sholat adalah agar jiwa serta fisik kita sehat dan Allah telah mengatur itu semua dengan sangat rapi tanda ada kekurangan sekalipun, bahkan hal ini telah di rasakan manfaat nya oleh orang-orang non muslim ketika mempraktekkannya, kisah ini berasal dari kisah seorang mahasiswa jerman yang pada saat itu mencoba menikmati gerakan sholat. sekitar dua tahun yang lalu, kisah ini di tulis oleh Nashih Nashrullah dan di terbitkan oleh Harian Republika. di antara manfaat-manfaat sholat yaitu:
*- Ketika Ruku’*
posisinya menempatka jantung berada dalam satu garis horizontal dengan pembuluh darah tulang, sebagai ganti dari letak asalnya yaitu dalam posisi lebih tinggi dari pada pembuluh darah tulang tersebut, posisi itu jelas memudahkan aliran darah untuk kembali ke jantung karena pengaruh aktivitas penarikan oleh urat-urat jantung. Sehingga jantung dapat leluasa menarik darah tanpa rintangan dari gaya grafitasi.
*- I’tidal*
yaitu bangun dari rukuk membantu menarik nafas yang dalam lalu diikuti mengeluarkan nafas tersebut dari arah yang berlawanan dengan kuat. Dan terjadinya Diafragma yang kembali pada posisi yang lebih tinggi.
*- Dari berdiri menuju sujud*
membangkitkan proses pemompaan darah oleh urat samping serta maksimalkan prosesnya, dengan penuh keselarasan dan keseimbangan dalam melakukan pergerakan. gerakanbtersebut memompa pada urat kaki, menyemprot bagian paha dan juga perut.
*- Dengan gerakan sujud dan duduk diantara dua sujud*
terjadi pelancaran edaran darah karena dengan posisi itu udara terus mengalir dari bawah ke atas sehingga peredaran darah yang ada di otak menjadi lancer dan juga pegencagan punggu8ng menjadikan darah mengalir dengan deras ke aliran darah yang memancar dalam nadi darah besar. Dan membuat posisi nya jadi lebih tinggi dari keberadaan jantung.
_*Macam-macam penyakit yang dapat teratasi dengan Sholat*_
Dengan kita menunaikan ibadah sholat kita juga dapat mengatasi berbagai penyakit yang ada di tubuh kita, seperti:
– Menghilangkan kegelisahan dan kecemasan, memperlancar aliran darah, menenangkan syaraf, membuat otot-oto menjadi rileks.
– Bisa menjadi penawar bagi orang yang memiliki riwayat penyakit seperti ACL(Ligamentum Cruciatum Anterior), paraplegia, Spondylosistesi (karena Tulang belakang bergeser), gangguan pada bahu, bermanfaat bagi kelengkungan rusuk pada tulang punggung, dan beberapa kondisi postur tubuh dan perubahannya.
– Selain memperlancar peredaran darah sholat juga bisa bermanfaat bagi penderita penyakit yang terlihat dari luar seperti Varises yang kita tahu penyakit ini timbul di karenakan Penumpukan darah di dalam pembuluh vena terjadi akibat melemahnya atau rusaknya katup vena. Pembuluh vena berfungsi mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung.
Kembali lagi ke dalam persoalan pembuluh darah yang mana dengan kita menunaikan sholat tidak membuat kita rugi malah sebaliknya dengan kita sholat kita bisa menjga tunuh kita dengan baik sehingga ketika peredaran darah lancer itu membuat segala pemicu penyakit yang ada di tubuh kita semua hilang.
_*Sholat dapat mencegah perbuatan yang Keji dan Mungkar*_
Ketika kita melakukan gerakan sholat dan dapat menyempurnakan dengan kekhusyukan maka kedamaian hati serta fikiran kita akan tercipta dan kekuatan itu timbul dari cara bagaimana kita berfikir untuk focus dan ikhlas dalam mengerjakannya, begitu juga ketika kita ingin menyelesaikan suatu masalah maka harus di hadapi dengan tenang dan tidak gelisah.Dengan sholat juga pikiran kita menjadi cemerlang dan fress untuk mengerjakan setiap persoalan dalam, termasuk dalam metode belajar, dengan kita sukses melalui terati Sholat yang mana menggunakan kata kunci _*Wudlu inspiratif dan Sholat inovatif*_ hal ini d terangkan dalam penjelasan buku yang di karang oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dalam buku karangannya yang berjudul Sukses belajar melalui Terapi Sholat. Sholat juga dapat membuat hati kita bersih dari pikiran kotor maupun jahat dengan bsgitu yang kita lakukan sehari hari penuh dengan keridhoan dari Allah SWT. Dan diri kita di penuhi dengan ketanangan.
Diantra sholat yang di contohkan oleh Nabi terdapat sholat sunnah yang sangat di anjurkan yaitu Sholat malam/ Sholat Tahajud karena sholat ini memiliki begitu banyak keutamaan diantaranya Sholat tahajud merupakan cara seorang hamba untuk lebih cepat menuju sang Kholiq, akan lebih cepat melakukan kontak batin dengan Allah, ketikakita sdah dekat dengan Allah makasemua hajat dan permohonan kita akan lebih cepat di kabulkan. Karena dengan kita melakukan sholat selain untuk mendekatkan diri kita kepada sang Kholik kita juga berhak untuk meminta segala sesuatunya kepada Allah melalui sholat dan bertawakal kepada-Nya.
Al-Qur’an mengatakan, bahwa segala aktifitas yang kita lakukan bermakna sembahyang/Sholat ketika diorientasikan kepada Allah, lalu *kapan manusia di anggap sembahyang/sholat?* ketika ia mengerjakan sholat yang bukan sekedar olahraga, ketika ia bekerja yang bukan hanya mengumbar kebanggaan semu atau apalagi keserakahan. Ketika ia berumah tangga yang bukan sekedar pelampiasan syahwat, dan ketika dia melakukan aktifitas apasaja yang diorientasikan untuk mengagungkan Allah semata. Dengan begitu segala aktifitas nya bermakna sembahyang.
Ia adalah orang yang selalu bertemu Allah daam keadaan apapun yang ia kerjakan, tak pernah lepas pikirannya, hatinya, lisan dan perbuatannya dari berbisik kepada Allah dalam kekhusyu’ an yang begitu dalam… itulah hamba-hamba yang telah didekatkan kepada-Nya. Derjatnya sangat tinggi di sisi Allah. Balasannya adalah Rahmat dan karunia yang tiada putus-putusnya.
QS. Fush Shilat ayat 8
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”
*Kesimpulan dari uraian di atas adalah :*
1. Jika Nabi Muhammad dalam kondisi gelisah maka dihibur oleh Allah SWT dengan peristiwa ISRO’ MI’RAJ 27 Rajab.
2. Kita juga dihibur oleh Allah dengan bisa dialog (curhat) dengan Allah atas problematika hidup dengan cara SHALAT YANG KHUSU’, benar, tuma’ninah (tidak terlalu lama & tidak terlalu cepat).
الصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ
“Sholat adalah Mi’roj nya orang-orang yang beriman”.
3. Khusyu’ dalam ajaran Shalat dalam Islam ada 2, yaitu :
a. Khusyu’ dalam shalat dalam arti mampu menghayati setiap do’a dalam gerakan Shalat (Tuma’ninah)
b. Khusyu’ bukan hanya dalam shalat, tapi juga di luar shalat, mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar selama hidup.
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar”
4. Munculnya Buku Buku Riset penelitian shalat yang terkait dengan kesehatan Tubuh ( Abu Sangkan, Pelatihan Shalat khusyu’, Agus Musthofa, Khusyu’ : Berbisik bisik Dengan Allah”, Moh. Ali Aziz, Terapi Shalat Bahagia, Moh. Sholeh, Pelatihan Shalat Tahajud, penulis buku Terapi Shalat Tahajud) menambah keimanan kita untuk semangat mengerjakan shalat baik wajib dan sunnah.
“Penulis Santriwati PPM Aljihad Surabaya, Pembaca setia menara Madinah com”
Referensi:
1. Abu Sangkan, PELATIHAN SHOLAT KHUSYU’, Jakarta, 2004
2. Agus Mustofa, TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA, Sidoarjo, 2004
3. Agus Mustofa, TAHAJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI, Surabaya, 2005
4. Agus Mustofa, KHUSYUK BERBISIK-BISIK DENGAN ALLAH, Surabaya, 2006
5. Arifin An Nakhrawie, S.Pd.I, AIR MATA DI ATAS SAJADAH, Solo, 2013
6. Bisri Mustofa, RAHASIA KEAJAIBAN SHOLAT DAN DZIKIR, Surakarta, 2007
7. Hasan Zakariya Fulaifil, 50 NASIHAT BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHOLAT, Solo, 2008
8. Hilmi Al-Khuli, MENYINGKAP RAHASIA GERAKAN-GERAKAN SHOLAT, Jogjakarta, 2007
9. Prof. Dr. Amir Saleh dan Dr. Ahmed Saleh, Ph.D, SEHAT DENGAN SHALAT, Bandung, 2013
10. Prof. Dr. Moh. Sholeh, PELATIHAN SHALAT TAHAJUD, Bandung, 2008
11. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, 60 MENIT TERAPI SHOLAT BAHAGIA, Surabaya, 2012
12. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, SUKSES BELAJAR MELALUI TERAPI SHALAT, Surabaya, 2016
13. Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal, MUKJIZAT SHOLAT MALAM, Bandung, 2006
