Kadang Harus Berdiri

Catatan Machmud Suhetmono.

Tidak gampang memang untuk mengendalikan konferensi dengan jumlah pemilih yang hadir secara fisik dan mandat, mencapai 356 suara. Para peserta konferensi itu berasal dari seluruh kabupaten/ kota di Jawa Timur.

Apalagi 100 persen pesertanya adalah wartawan, profesi yang dikenal kritis memihak kebenaran.

Sehingga belum satu menit sidang dibuka, sudah ada interupsi sebagai penglaris. Lumayan sudah ada yang memulai menghangatkan suhu ballroom Grand Mercure, yang sejak pagi hingga sore tadi dinginnya minta ampun.

Sebagai pimpinan sidang pleno I, saya terbiasa akomodatif, bila menyangkut point yang krusial.

Namun kalau hanya gimick-gimick, kadang ya terpaksa otoriter, memanfaatkan otoritas sebagai pemegang tunggal palu sidang.. hehehe.

Bahkan bila terpaksa, saya harus berdiri tegak, untuk mempertegas intonasi sambil membangun logika yang bernas, untuk menjelaskan permasalahannya.

Tentunya PD/PRT PWI sebagai acuan utama, sebagai bekal sebelum mengambil keputusan.

Namun semua berpulang pada niat kita semua.

Alhamdulillah dengan semangat kebersamaan, menjaga integritas profesi dan marwah organisasi, Sidang Pleno sejak pagi hingga sore tadi bisa terlaksana sesuai jadwal.

Matur nuwun dukungan dan pengertian dulur-dulur semua.