Spirit Literasi ADI Dewan Da’wah Jatim

“Siapa yang tidak belajar di masa mudanya, bertakbirlah empat kali atas kematiannya”.( Imam Syafi’i).

 

Pesan singkat tersebut terpampang jelas dan ‘eye catching’ di halaman, di sebelah gedung perpustakaan Pondok Pesantren eLKISI IIBS International Islamic Boarding School (IIBS) Mojokerto- Jawa Timur, menyambut para santri yang memasuki area ponpes, termasuk para maha santri ADI (Akademi Da’wah Indonesia), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Timur serta maha santri eLKISI Institute yang pada hari Rabu, 4 Agustus 2021 kemarin melaksanakan MASTAMA (Masa Ta’aruf Mahasiswa) yang umum dikenal sebagai OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus).

“Selamat kepada 37 maha santriwan dan maha santri wati yang telah berkesempatan menimba ilmu di ADI Angkatan ke-4 ini, baik yang berasal dari Jawa Timur, luar Jatim termasuk NTB dan Maluku. Anda semua adalah calon-calon da’i fillaah yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat”, kata ustadz Hairul Warizin, wakil Sekretaris Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Jatim, mewakili Drs. Kemas Muh. Adil Mastjik, MPd, Wakil Ketua Bidang Pendidikan yang berhalangan hadir.

*1 Karya Buku Syarat Kelulusan*

Pada kesempatan yang sama, saat secara resmi membuka acara, K.H. Fathur Rohman, M.Pd. I, Ketua Dewan Da’wah Jatim yang sekaligus Direktur Ponpes eLKISI IIBS berharap agar para maha santri menggunakan kesempatan belajar di ADI sebaik mungkin. “Kalian semua terpilih untuk belajar selama satu tahun dengan beasiswa penuh dari Laznas Dewan Da’wah Jatim. Gunakan sebaik mungkin, harus sungguh-sungguh dan serius. Lulusannya nanti harus benar-benar bagus, tidak hanya sekedar kelihatan bagus, musti ditempa. Sebagai calon-calon dai ‘ murabbi, haruslah ‘aalim, mu’allim serta ‘aamil. Jadikan pesantren ini sebagai sebuah laboratorium untuk belajar tentang manajemen masjid dan kepesantrenan. Gunakan waktu seefektif mungkin. Tidak ada waktu menganggur. Manfaatkan untuk belajar, membaca, menelaah literatur yang ada di perpustakaan, serta menulis dan menulis sehingga di akhir kelulusan nanti setiap maha santri harus menghasilkan sebuah karya buku. Jika belum berhasil, tidak akan diluluskan dan harus mengulang”, kata Kyai Fathur yang telah menyelesaikan banyak karya buku ini.

Sebagai rasa tanggung jawab akan amanah yang diberikan Dewan Da’wah, Kyai Fathur menambahkan bahwa manajemen ponpes eLKISI sebagai tempat belajar ADI Jawa Timur akan terus meningkatkan mutu kependidikan dengan menyediakan para pengajar yang berkualitas. “Kami siapkan dosen-dosen yang mumpuni dan berkelas di bidangnya, bagus pemikiranya serta yang tidak berfaham ‘sepilis’ (sekulerisme, pluralisme, liberalisme, red.). Ada Dr. Slamet Muliono dari UIN Surabaya, para pakar Muslim termasuk Ketua Umum Dewan Da’wah Dr. Adian Husaini, juga Syaikh Abu Bakar Aly dari Sudan. Dan insya Allah jika pandemi sudah berakhir akan kita datangkan dua atau tiga Syaikh dan Syaikhah dari Mesir serta Yaman”, sambung Kyai Fathur.

Sementara itu, dua wakil mahasantri secara spontan didaulat memberikan sambutan pada acara tersebut, Muhammad Fadhil dan Farah Atifah puteri Gresik Jatim alumni Madrasah Aliyah Alfatih, Bogor. Keduanya begitu antusias untuk belajar secara sungguh-sungguh. “Seseorang bisa dilihat dari karakter teman dekatnya. Oleh karena itu, di pesantren ini, di kampus ini, kita perlu menularkan virus-virus positif. Hal-hal negatif seperti kemalasan harus dibuang agar tidak mempengaruhi teman lainnya. Kita juga harus banyak beribadah dan berdoa agar Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan dan ridlo Nya”, ungkap Farah Atifah.

Sedangkan Muhammad Fadhil, maha santri asli Namlea Pulau Buru-Maluku, sangat bersemangat belajar di ADI dan bertekad untuk nantinya mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatannUmat dan Bangsa.

Setelah sesi pembukaan yang juga dihadiri oleh H. Subagyo Budiyanto ( Bendahara Dewan Da’wah Jatim), Tom Mas’udi (Sekretaris), Prasetyo Budi Santoso ( Manajer Laznas Dewan Da’wah Jatim), Dr. Slamet Muliono, serta ustadz Jufri (Dewan Da’wah Sidoarjo), acara dilanjutkan oleh Steering Committee dengan beberapa agenda yakni materi Sejarah Pesantren (Ustadz Ainur Rofiq, SS, MPd. Wakil Sekretaris Bidang Masjid, Pesantren dan Kampus), Tata Tertib Pesantren (ustadz Arief Setiawan, MM, MPd., Kurikulum Perkuliahan (Ustadz Hairul Warizin, S.E, MM., Kunjungan Lapangan Sarana Prasarana Ponpes eLKISI, Team Building 1&2, serta Pelatihan Baris Berbaris bekerja sama dengan Koramil Pungging-Mojokerto.

(tom mas”udi)