Dinasti Yuan Mongol

Oleh  : Siti Nuralfia. Mahasiswa FKIP Sejarah Unej.

Dinasti ini merupakan satu-satunya dinasti yang menepatkan orang asing sebagai penguasa China. Jenghis Khan atau Temuchin menjadi asal mula yang mengantarkan kejayaan yang dimiliki oleh orang Mongol. Beberapa peradaban besarpun tak kuasa membendung pasukan yang dimiliki oleh Mongol seperti peradaban Islam yang berpusat di Baghdad, Kejayaan China dan lain-lain.

Ekspansinya dalam memperluas kekuasaannya hampir saja turut mencaplok wilayah Eropa. Sehingga penjelajah terkenal yaitu Ibnu Batuta dalam Rihla-nya, menjelaskan dampak dari kekuatan Mongol yang dilihatnya saat berkunjung ke Baghdad. Tak heran gelar khan bermakna sebagai penguasa tertinggi bagi bangsa Mongol tentu saja disandangnya pada 1206 (Taniputera, 2017).

Mongol pada dasarnya hanyalah sebuah daerah taklukan dari Kerajaan Jin. Namun dibawah kepemimpinan Jenghis Khan, bangsa Mongol menyerbu Xiao Barat. Mongol dianggap kekuatan baru melakukan persekutuan dengan Song/Sung untuk menaklukkan Jin. Setelah sukses Liao Barat menjadi sasaran penyerbuan berikutnya pada 1218.  Invasi bangsa Mongol kemudian mengarah kewilayah Asia Tengah yaitu Chawrezm.

Kemandirian sebagai suatu bangsa yang hidup nomaden menjadikan sifat berani sebagai suatu perangai dari bangsa ini. Kekejaman Mongol melulu lantahkan wilayah tersebut, pendapat ini berasal dari John M. Smith yang dikutip oleh Dunn mengambarkan jumlah penduduk yang awalnya 2.500.000 orang turun drastis menjadi hanya 250.000 setelah pemusnahan dan kelaparan.

Pendapat serupa dari Ibn-Althir yang merupakan ahli hikayat pada abad tersebut memperkirakan Mongol membunuh 700.000 orang di Merv. Jumlah yang begitu banyaknya mempertegas kedigdayaan bangsa ini dalam proses penaklukan dunia. Namun tidak semua wilayah Persia mengalami maut yang serupa, Kerman dan Shiraz yang terletak diujung Selatan tidak tersentuh walaupun pada akhirnya tunduk dan diberikan otonomi politik (Dunn, 2018).

Wilayah Kauskasus juga tak luput dari cengkraman Mongol dimana kedua Jendral kebanggaannya menyapu Iran Utara hingga masuk Rusia pada 1223. Setelah sukses dengan penalukkan Krim, pasukan ini bergabung diwilayah pegunungan Ural dengan pasukan induk Turkistan (Taniputera, 2017). Marga Turki yang berada diantara Mongolia hingga Laut Kaspia yang berjumlah lebih banyak dari bangsa Mongol itu sendiri, turut serta sebagai kekuatan tempur dibawah panji Jenghis Khan.

Bekas Kerajaan Xia Barat yaitu bangsa Tangut menerima hukuman karena tidak mengirim pasukannya. Namun ekspedisi militer ini menjadi malapetaka bagi Jenghis Khan karena saat mengepung Ningxia menjadi akhir dari kegemilangannya sebagai seorang pemimpin. Jenghis khan wafat pada peristiwa tersebut.Serupa dengan ayahnya, Ogedei wafat pada usaha invasinya tahun 1241 dikarenakan kecanduan anggur (Man, 2006).

Guyuk yang merupakan anaknya juga memegang tampuk kekuasaan cukup singkat (1247). Mangu adalah penerus kepemimpinan Mongol, cucu Jenghis Khan ini ,menghancurkan Baghdad pada 1258. Kubilai khan selaku saudaranya diminta untuk berkuasa di wilayah Yunnan dan Nanzhao untuk menjadikan pangkalan menyerang Song Selatan (Taniputera, 2017).

Gelar khan yang menjadi suatu kebanggan yang dimiliki oleh bangsa Mongol, kemudian ditasbihkan kepada Kubilai khan oleh para Jendralnya di Xanadu tahun 1260 (Taniputera, 2017). Pengakuan legitimasi ini pada kenyataannya inisiatif yang dilakukan oleh Kubilai Khan sendiri. Setelah resmi menjadi pemimpin tertinggi, Kubilai khan memindahkan ibukota ke Khanbaligh atau Beijing bila menggunakan istilah sekarang.

Berbagai perkembangan yang terjadi pada masa dinasti Yuan

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

            Zhu Shijie adalah ahli matematika termashyur masa dinasti ini. Karyanya yang berjudul Siyuan Yujian yang belakangan ini dikenal dengan segitiga Pascal. Terjadinya hubungan dengan pihak asing turut bersumbangsih terhadap berkembangannya ilmu pengetahuan. Bangsa Persia yang masa itu adalah peradaban yang sangat maju dalam bidang Matematika dan Astronomi.

Setelah penaklukan Bagdhad pada 1258, kemudian dibangun sebuah observatorium di Maragha disebelah selatan Tabris dan berbagai ahli diundang kesana. Jamal Ad-Din (1301) yang merupakan ahli astronomi dan geografi mempersembahkan kepada kaisar suatu risalah gambar mengenai ilmu bumi.

b. Perkembangan Ilmu Pengobatan

 

            Beberapa tokoh dalam bidang pengobatan pada dinasti Yuan. Yelu Chucai adalah penasihat utama Genghis Khan yang melakukan pengemupulan naskah kuno menganai pengobatan. Kemudian dilakukan pencetakan ulang pada tahun 1300 dan Akademi Pengobatan dibangun kembali.

Zhu Danxi alias Zhu Zhenheng merupakan tabib terkenal yang hidup masa dinasti Yuan. Pendapatnya bahwa seseorang yang sakit disebabkan oleh kekurangan energy YIN. Sehingga dirinya meracik ramuan obat guna melakukan penyeimbangan. Obat tersebut ditujukan untuk memperbaiki kinerja ginjal dan hati (Taniputera, 2017).

c. Perkembangan Seni

            Seni adalah salah satu bidang yang menjadi ciri suatu peradaban berkembang. Drama adalah salah satu bidang yang masyhur pada dinasti Yuan. Drama ini merupakan awal Opera Peking yang dipentaskan dengan tiga unsur : nyanyian, tarian dan dialog para pemain yang diirngi musik.

Guan Hanqing adalah salah satu tokoh dalam bidang ini. Hasil karyanya banyak menyoroti tentang rakyat. Tema drama karya Guan beraneka ragam namun yang terkenal berjudul Wangijangding yang berkisah mengenai seorang wanita yang sanggup membela dirinya layaknya pria. Sehingga dunia memberi penghargaan pada 1958 sebagai seorang yang memberikan sumbangan kemanusiaan (Taniputera, 2017).

Wang Shifu juga merupakan tokoh drama yang cukup terkenal. Dramanya yang berjudul Xixiangji (Bilik Barat) yang bertemakan percintaan sangat digemari. Bercerita mengenai hubungan percintaan antara Zhang Sheng dan Yingying. Zhang Guobin adalah salah satu wanita yang bergerak dibidang sastra. Karyanya yang sangat menarik berjudul Menyambung Kemeja. Bercerita mengenai peristiwa sehari-hari

d. Perkembangan Ekonomi dan Kemasyarakatan

            Mengadopsi system pajak yang dilakukan masa Dinasti Tang, yaitu rakyat  harus membayar pajak dalam bentuk gandum (zu), tekstil dan barang lain-lainnya (diao), serta kerja wajib bagi negara (yong). Hal ini menimbulkan istilah zayongdiao untuk menamai system ini. Hubungan kelautan masih memberikan sumbangsih besar walaupun orang Mongol tidak terlalu fasih berlayar.

Pada masa kepemimpinan Kubilai Khan, beberapa kemajuan dibidang ekonomi dan sosial yaitu ditandai dengan kunjungan Marco Polo dari Venesia menandai persinggungan antara Timur dan Barat (Taniputera, 2017). Pengaruh kader-kader  asing Muslim dari Asia Tengah dalam beberapa bidang perpajakan, arsitek, pejabat keuangan dan pengrajin.

Keterbukaan Yuan terhadap budaya asing telah menyebabkan Komunitas Muslim terus tumbuh diwilayah utara dan sekitar Korea. Mayoritas bertempat di Kanton dan Ch’uan-Chou dipantai selatan. Asosiasi pedagang muslim yang bernama ortahkh didirikan dan pemerintah Yuan memodali dalam perdagangan mancanegaranya (Dunn, 2018).

e. Kemajuan Pembangunan

Mongol dan China yang merupakan dunia dua yang berbeda berusaha digabungkan. Untuk mencapai keseimbangan yang permanen diperlukan suatu tempat untuk menjadi wilayah adminstratif. Kai-ping kemudian dinamai ulang menjadi Zhongdu pada 1263, tempat ini dipilih karena dinilai masih bisa dijangkau oleh Beijing walaupun penetapan ini hampir serupa memindah ibukota.

Namun Kubilai Khan menolak menyebutnya sebagai ibukota karena dihanya difungsikan sebagai wilayah administrative dan tempat perisitirahatannya. Kota ini terdiri dari tiga bagian yang menganut gaya China yaitu bujur sangkar dalam arsitekturnya. Kota terluar berjarak 2,2 km secara keseluruhan 9 km persegi, keterangan ini berasal dari tulisan Marco Polo dalam kunjungannya.

Runtuhnya dinasti Yuan

            Toghun Temur merupakan kaisar terakhir yang berasal dari dinasti Yuan. Beberapa permasalahan yang terjadi seperti bencana banjir dan wabah penyakit sampar. Pemberontakan juga menjadi sebab keruntuhan dinasti ini, yaitu Zhu Yuanzhang dan Topi Merah (Hongjin).

Zhu Yuanzhang memimpin pemberontakan yang menyebabkan sang Kaisar melarikan diri ke utara dan berhasil merebut kekuasaan serta mengakhiri rezim Mongol di China. Topi Merah terjadi antara tahun 1351 hingga 1366. Kebangkitan setelah terjadinya banjir besar Sungai Kuning. Pemberontakan ini juga terjadi diakhir kekuasaan Dinasti Yuan kebanyakan memiliki motivasi politik dan keagamaan. Keyakinan akan datang Messiah dengan berbagai istilah menjadi alasan melakukan perlawanan.

Maitreya adalah awan putih (Baiyun) yang didirikan oleh biksu bernama Kong Qingjiao (1043-1121) dari Linan (Hangzhou). Sekte ini memperoleh banyak pengikut dikawasan selatan Sungai Yangzi. Pemberontakan para pengikutnya dilakukan di Henan (1335), Hunan (1337) dan tahun-tahun berikutnya. Di Guandong serta Sinchuan (Taniputera, 2017).

 

 

 

Referensi

Agung, L. 2007. Sejarah Asia Timur 1, Surakarta : UNS Press

Dunn, R. E. 2018. PETUALANGAN IBNU BATUTTA seorang musafir Muslim abad-14. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor

Wells, F. 2016. A HISTORY of China SEJARAH CINA. Yogyakarta : Penerbit Indoliterasi

Man, J. 2006. KUBILAI KHAN Legenda Sang Penguasa Terbesar dalam Sejarah. Jakarta : Pustaka Alvabet

Taniputera, I. 2017. HISTORY OF CHINA. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *