Oleh : Ratna Pangastuti.

Sejak dilantik menjadi Menteri Sosial, Bu Risma langsung tancap gas untuk bekerja total.
Dalam sambutannya di depan para A S N kementrian sosial dia akan datang ke kantor pagi hari dan pulang malam hari.
Gaya blusukan ke kolong jembatan, menemui pengemis, pemulung dan menemui gelandangan merupakan tradisi yang tidak bisa dihilangkan sejak menjabat walikota Surabaya 2 periode.
Apa kata mereka tentang GAYA BLUSUKAN Bu Risma ?
Ada yang membully dan mengkritik habis habisan oleh orang orang yang tidak senang dengan kegiatan blusukannya,…. dimana Bu Risma temui para fakir miskin di ibukota yang terabaikan selama ini.
Apa kata mereka…..?
Masa sih menteri sosial kerjanya hanya seperti itu ?, Apa tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan di kantor ?
Bagi warga Surabaya yang cinta kepada Bu Risma, gaya blusukan menemui fakir miskin adalah gayanya sejak jadi Wali kota Surabaya. Beliau tidak mau percaya terhadap bawahannya, dia pingin terjun langsung ke masyarakat.
Jawaban Bu Risma ketika ditanya wartawan sungguh menyentuh hati : setiap pagi ke kantor saya tidak tega melihat para pemulung, gelandangan. Ingat lihatlah saya sebagai manusia bukan menteri sosial. Saya diberi jabatan, gaji, dan amanah, saya melihat mereka butuh perhatian.
Sungguh dengan jawaban seperti ini seharusnya mereka malu atau bertambah iri dengki, lebih lebih dikaitkan dengan PILGUB DKI 2022.
Ketika naik mobil dinas, melihat warganya yang susah, mobilnya berhenti di luar rencana. Lalu mereka diajak ke panti asuhan, ada yang dibelikan makanan dengan memakai uang sendiri.
Bu Risma hanya memberi contoh daerah lainnya termasuk D K I Jakarta untuk mengurus warga yang terlantar.
Bu Risma bermimpi ingin daerah ibu kota bersih dari pemulung, baik melalui program pemda D K I maupun program Kementerian Sosial
Mantan walikota Surabaya dua periode ini akan membuat program pendataan asal mereka, lalu diberi K T P agar memenuhi syarat untuk memperoleh bansos.
Memang menteri adalah jabatan politik, apapun kebijakannya wajar dinilai ada motive politik, tapi Bu Risma tidak peduli.
Semakin dibully, dicaci semakin harum namanya.
Tapi yang jelas dengan gaya blusukan beliau ini :
1. Banyak orang yang gerah kepanasan, seluruh ASN DINSOS Jakarta akhir nya sering turun ke lapangan untuk menemui para pemulung.
2. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terpapar virus CAVID 19 CORONA, akhirnya sembuh dan memantau anak buah nya.
3. Dengan penghargaan yang diterima sebanyak 322 penghargaan, ini bukti Bu Risma tidak hanya pencitraan, beliau bermimpi dan berusaha
maksimal melaksanakan UUD 1945 pasal 34 ayat 1 : fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
4. Bu Risma memberi teladan seluruh wanita Indonesia, apabila diberi tugas jabatan harus amanah dan tanggung jawab, dan mengetahui kondisi riil masyarakat, tidak cukup hanya mendengarkan laporan bawahannya.
Barakallah….
Waallah a’lam Bissowab
# Dosen FTK UINSA, pembaca setia menara Madinah com #
