
Alam Kubur
Kali ini membahas tentang fenomena alam kubur, fenomena yg dimaksud bukan alam setelah kematian. Namun fenomena seseorang yg mendatangi sebuah makam untuk tujuan tertentu.
“Dari alam kubur itu terpancar energi kesaktian” itulah kata seorang Guru Hikmah Kejawen.
Tetapi bagaimana kita menafsiri kalimat itu?.
Mungkin Anda termasuk orang yg percaya bahwa alam kubur itu sebagai Sumber berkah dan Anda bisa meminta bantuannya. Kedua, mungkin Anda termasuk orang yg percaya bahwa orang yg sakti, apabila meninggal maka ilmunya tidak ikut terkubur dalam tanah, tetapi ilmu itu masih berkitar pada sekitar jasadnya.
Kisah Seputar Alam Kubur
Keyakinan semacam ini masih ada pada sebagian masyarakat kita. Sehingga dengan melakukan laku prihatin pada sekitar makam itu terjadilah proses reinkarnasi (penitisan) ilmu. Berkaitan dgn keyakinan ini ada kisah unik yang dialami seorang santri pada sebuah pesantren.
Konon, santri itu memiliki bakat luar biasa dalam ilmu batin. Ia lebih tertarik belajar ilmu hikmah dibanding membuka2 kitab kuning. Ketika ia berstatus sebagai pelajar pada suatu sekolah dan santri pada suatu pesantren tetapi kegiatan sehari2nya hanyalah tirakat. Siang puasa malam hari tidur pada makam yg dianggap keramat. Menurut pengakuannya, ketika tidur pada sekitar makam itu ia sering menerima ilmu2 gaib dari tokoh yg dimakamkan itu. Berbagai ilmu berhasil ia sadap dgn baik.
Pulang dari pesantren ia tidak menjadi guru agama atau ustadz yg mengurusi kegiatan keagamaan. Sebaliknya ia justru menjadi “orang tua” alias paranormal. Santri yg kini sudah almarhum itu memiliki ciri khas tersendiri yaitu ucapannya sering menjadi kenyataan. Tetapi jujur ia mengatakan tidak menyadari apa yg sering dilakukannya.
Seperti ketika suatu hari ia memarahi seseorang yg di depannya ia mengaku hal itu bukan kehendak hatinya. Kisahnya, suatu hari ia bertemu dgn tetangganya. Tiba2 dari mulutnya keluar ucapan dalam nada marah mengungkit tentang kebiasaan buruk orang itu yg rakus dalam harta waris, termasuk kebiasaan jajan di komplek lokalisasi Wanita nakal.
Orang yg dimarahi mukanya langsung merah padam lantaran kejadiannya di depan orang banyak. Tetapi dibalik itu terjadi keanehan. Orang yg dimarahi itu ketika melihat santri ahli tirakat itu bukan dalam sosok tubuhnya. Tetapi ada sosok lelaki tua berpakaian Jawa.
Setelah selesai marah santri itu jatuh terkulai seperti orang kehabisan tenaga. Dan apa yg diucapkan setelah ia sadar? Ia minta maaf kepada tetangganya “Kang, aku minta maaf, sebenarnya tadi saya sudah ingin mengerem mulut ini, tetapi saya tidak mampu” tuturnya. Santri itupun lebih kaget ketiga tetangga yg habis dimaki2 itu mengisah kan pandangan matanya yg menangkap ada sosok lain pada dirinya. Dan setelah diteliti, menurut santri ini, ciri dari mahluk gaib itu adalah jasad atau bentuk dari guru gaibnya yg makamnya sering dijadikan tempat tidur.
Berarti? pada orang2 yg rajin tirakat, terkadang mereka diikuti energi2 lain. Tentu ada kelebihan dan ada sisi kurangnya. Kelebihannya adalah orang tersebut mampu melakukan hal2 yg diluar nalar, sedang kelemahannya ia sering bertingkah yg tidak sesuai dgn hati nuraninya.
Dengan kata lain, orang2 demikian adalah orang yg sudah mulai kehilangan sifat aslinya. Ibarat mereka sudah dipengaruhi oleh alam lain sehingga muncul perilaku yg nulayani adat alias khariqah lit ‘aadah. Masih untung jika yg menggerakkan dia adalah kekuatan yg positif. Tetapi bagaimana nasibnya jika kekuatan itu berasal dari kekuatan yg hitam.
Hakikat Ziarah
Saya yakin bahwa dari alam kubur itu ada sebuah kekuatan atau energi yg apabila diolah secara baik dan benar maka akan menghasilkan kekuatan luar biasa. Kekuatan tersebut mampu menjadikan seseorang memiliki kesaktian yg sejati. Keyakinan ini dilandasi oleh adanya situasi yg mendukung keberadaan suatu makam yg secara alami memiliki suasana hening, terkesan magis karena latar belakang seseorang yg dimakamkannya. Suasana hening itu sangat mendukung jika seseorang melakukan tafakur (meditasi) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sedangkan suasana magis itu timbul karena karakter dari seorang tokoh yg diidolakan. Seseorang yg mendatangi suatu makam, tentu tertarik dgn perilaku semasa hidupnya. Seseorang yg mengunjungi makam para Wali tentu mengagumi perilaku wali itu semasa hidupnya. Dan pengidolaan ini (semestinya) mengarah pada peneladanan. Seseorang yg mengidolakan seseorang tentu ingin meniru perilaku dari yg diidolakannya.
Dengan demikian, mengunjungi (ziarah) pada makam orang alim adalah dalam rangka mengambil hikmah sejarah kehidupannya. Pengidolaan yg mengarah pada peneladanan yg baik justru merangsang orang untuk sedapat mungkin memperbanyak amal salehnya. Sehingga, berziarah bukan berarti meminta kepada kuburan itu tetapi justru kita (orang yg masih hidup) itu yg mendoakan kepada orang yg sudah mati.
Kita teladani kebaikan masa lalunya, sehingga orang2 yg ingin mencari kesaktian yg sejati hendaknya memilih kuburan/ makam yg bagaimana yg patut untuk dijadikan tempat tafakurnya. Keyakinan ini diyakini para ahli ilmu batin, sedangkan hakikat dari ziarah atau tafakur pada suatu makam adalah mengambil pelajaran dari orang mati.
Kesalahan Saat Melakukan Tafakur
Makna pelajaran dari orang yg sudah meninggal bukan berarti kita belajar dari wisik alam kubur. Hal seperti ini justru membahayakan karena dikhawatirkan terlibatnya jin atau setan. Yang mengaku atau menjelmakan diri dalam sosok yg diidolakan kemudian memberikan tuntunan yg ujung2nya justru menjebak manusia untuk keluar dari ajaran agama.
Pengertian mengambil pelajaran dari orang yg sudah meninggal adalah menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia akan mengalami kematian . Hikmahnya, kita harus mempersiapkan bekal sebanyak mungkin. Mengingat kematian juga menimbulkan hati menjadi lebih lunak dan mengurangi nafsu cinta dunia. Di sinilah hakikatnya. Jadi mengambil pelajaran dari orang yg sudah meninggal adalah mengambil hikmah yg positif sesuai dengan apa yg diajarkan oleh Agama.
Dengan hati yg lunak, dengan tidak cinta kepada dunia maka hati menjadi peka, sehingga mudah menerima pancaran2 ilmu . Ilmu-ilmu gaib hanya mampu ditangkap oleh hati yg peka. Bahkan menurut para alim ada pepatah yg kurang lebih berbunyi. “Ada dua cinta yg tidak bisa bersatu, yaitu cinta Tuhan sekaligus cinta setan”. “Cinta kerja dgn cinta tidur dan cinta harta dgn cinta ilmu”.
Lantas bagaimana seseorang mampu mengasah batinnya dengan berwasilah kepada suatu makam?
Setelah Anda memenuhi kriteria tersebut di atas, cobalah biasakan mendatangi tempat2 sunyi pada suatu pemakaman yg Anda tahu pasti bahwa makam itu adalah makam dari orang yg sholeh semasa hidupnya. Selanjutnya lakukanlah penataan konsentrasi hingga mencapai konsentrasi optimal. Berdoa kepada Allah SWT, mendoakan orang yg telah mati itu kemudian asahlah batin Anda melalui bacaan2 ritual. Mungkin itu asmaul husna, salawat Nabi atau Ayat2 Alquran. Dan Anda bisa memilih jenis amalan yg diinginkan, yg penting dgn amalan itu bisa terjadi komunikasi dgn Allah SWT (zikir).
Nyepi atau Tafakur Pada Makam
Tradisi menyepi ini sudah dikenal sejak zaman sebelum Islam datang. Bahkan dalam kilas sejarah, para rasul mendapatkan perintah (wahyu) dari Tuhannya juga diawali dengan upaya uzlah, mengasingkan diri dari keramaian dunia. Begitu halnya, dalam kehidupan masyarakat spiritualis modern, dimana kekuatan gaib sudah mulai diteliti.
Dikaji sejauh mana berkaitan dgn ilmiah, tetapi kebiasaan uzlah masih banyak dianut sebagian orang. Tidak terkecuali, mereka yg berpredikat sebagai Kiai pun masih ada yg melakukannya. Selintas, upaya ini cenderung negatif lantaran image masyarakat yg sudah terlanjur diwarnai dgn masa lalu kehidupan judi masal bahwa menyepi pada tempat yg sunyi berarti menunggu wangsit angka atau nomor berapa yg akan keluar pada masa putaran nanti.
Padahal tidaklah demikian. Menyepi menurut saya adalah mengistirahatkan akal pikian dari memikirkan dunia. lbarat mesin jika dihidupkan terus tentu semakin cepat rusak. Begitu halnya dengan pikiran manusia, jika terus diforsir untuk bekerja tentu cepat menjadi stres. Dan menyepi itu tidak harus pada tempat yg angker. Pada tengah malam saat orang lain sudah lelap tidur, kita bertahajud kemudian berzikir, itu pun bentuk menyepi yg sangat memungkinkan bisa mencapai kenikmatan spiritual. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengambil energi kuburan hakikinya adalah :
• Mencari suasana hening dalam tafakur.
• Pengidolaan pada suatu tokoh untuk peneladanan.
• Mengingat kematian.
Hikmah dari Pembahasan ini, manusia menjadi kuat batinnya. Artinya, apa yg terekam dari hatinya lebih cepat dikabulkan Allah SWT sebagaimana ungkapan tokoh Sufi Ibrahim bin Adham ketika ditanya oleh penduduk yg mengaku doanya tidak pernah terkabul.
Ibrahim bin Adham berkata: ” Kamu katakan bahwa kematian itu pasti datang, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kamu kuburkan orang2 yg meninggal dunia, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu”.
Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi Anda dan kita semua.
Source www.ilmuparanormal.com reshared by Ahmad Zaini Alawi JAMA’AH SARINYALA
