
Nganjuk.menaramadinah.com,Bangsa besar adalah suatu bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.Tanpa perjuangan mereka,belum tentu kita bisa menikmati dan mengisi alam kemerdekaan seperti saat ini.

Menghargai jasa para pahlawan bisa diimplementasikan dengan banyak hal.Salah satunya adalah dengan menziarahi makamnya dengan tujuan mengingat perjuangan dan pengorbanannya untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa yang kita cintai dan kita banggakan.Disamping itu,kita perlu juga mendo’akan mereka agar Allah SWT menerima amal sholihnya dan mengampuni kesalahannya selama hidup didunia.
Jum’at pagi yang cerah ,5 Juni 2020, Bro J mengunjungi Taman Makam Pahlawan “Yudha Pralaya” Nganjuk Jl
.Raya Loceret- Nganjuk,daerah Jajar,Sukorejo,Kecamatan Loceret,sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Angin kearah selatan.
Saat berkunjung kesana,suasana makam sepi.Hanya ada beberapa peziarah dan Bro J bertemu Mas Khoirul yang sehari-hari bertugas membersihkan area makam dibawah naungan Dinas Sosial tersebut.Dia sudah bertugas mengurus TMP “Yudha Pralaya” selama 3 tahun meneruskan pengabdian pamannya.
Di TMP”Yudha Pralaya” terkubur jenazah para kusuma bangsa.Di dekat pintu masuk terpampang nama -nama pejuang veteran yang dimakamkan di TMP yang berdampingan dengan makam masyarakat umum.Ada lebih dari 400 nama pejuang yang tertulis,namun sebenarnya masih ada banyak pejuang yang dikebumikan disana ,tetapi tidak diketahui identitasnya,”ujar juru rawat TMP.
Disana adapula makam Lettu Pnb Hanggo Fitradi,seorang prajurit TNI-AU asal Jl.Teuku Umar,Nganjuk.Almarhum adalah putra kebanggaan dari H.Budi Waspodo.Ia gugur saat menjalankan tugas di Wamena ,Papua.Pesawat Hercules C-130 yang ditumpangi 12 crew,salah satunya Lettu Pnb Hanggo Fitradi ,mengalami kecelakaan udara pada 18 Desember 2016 lalu.
Setiap malam 17 Agustus digelar acara Renungan /malam tirakatan dan pada tiap 10 November diadakan Upacara Hari Pahlawan oleh Forkopimda Nganjuk di lapangan dalam kompleks TMP.Disebelah timur lapangan ada monumen yang terdapat relief beberapa orang membawa senapan dan bambu runcing dan disampingnya ada tulisan”Aku hanya tulang”berserakan Tetapi milikmu Teruskan Perjuanganku.
Sebuah kata-kata yang sarat makna.Secara tersurat,kita diminta untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur.Berjuang dengan pemikiran dan ide semaksimal mungkin demi kemajuan tanah air tercinta.NKRI Harga Mati,Pancasila Tetap Jaya.
#BroJ# 5 Juni 2020.
