Tiga Amal Sholih Yang Kekal

MenaraMadinah.com,”Ketika anak Adam meninggal dunia,maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara,yaitu shodaqoh jariyah,ilmu yang bermanfaat,dan anak sholih yang mendo’akan orang tuanya”.(HR.Muslim).
Telah menjadi kepastian bahwa tiap insan akan mengalami kematian ,sejalan dengan sebuah firman Allah SWT yang berbunyi: Kullu nafsin dzaaiqatul maut ,terdapat dalam QS.Al -Anbiyaa:35 yang artinya tiap jiwa akan mengalami kematian.
Ketika manusia telah menemui ajalnya,maka terputuslah semua amal ibadahnya.Tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk beramal shalih .Tetapi ada 3 amal shalih yang pahalanya akan terus mengalir,meskipun orang yang melakukannya telah tiada didunia yang fana ini.Tiga amal yang dimaksudkan antara lain:
1.Shodaqoh jariyah
Harta kita yang sesungguhnya adalah sesuatu yang kita belanjakan di jalan Allah.Misalnya ikut menyumbang renovasi masjid,membelikan kitab untuk santri,berkontribusi materi dalam pembangunan madrasah dan lain-lain.Selama fasilitas -fasilitas tersebut masih dipakai untuk kemaslatan umat dan masyarakat,maka si penyumbang masih terus mendapatkan pahalanya ,walaupun ia telah meninggalkan dunia ini.Terkadang memang berat untuk berinfaq atau berdonasi ,namun kita harus berusaha untuk menjadi seseorang yang gemar berderma.Hal itu bisa dimulai dengan memberikan sesuatu yang sederhana pada sesama.
2.Ilmu yang bermanfaat.
Barangsiapa menginginkan dunia,maka harus dengan ilmu.Barangsiapa menginginkan akhirat,maka harus dengan ilmu.Dan barangsiapa menghendaki keduanya,maka harus juga dengan ilmu.Ajaran Islam memberikan penekanan dan perhatian serius pada orang-orang yang istiqamah dalam mencari atau menimba ilmu(Tholabul Ilmi).Allah akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu.Sebagaimana terdapat dalam QS Al-Mujaadillah ayat 11: Yarfa’illahul ladziina aamanuu minkum wal ladziina uutul ‘ilma darajaat.”Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu,beberapa derajat.
Orang yang mengajarkan ilmu pada orang lain ,dan ilmu itu terus diajarkan untuk orang lain dan begitu seterusnya ,sehingga berguna untuk kemajuan masyarakat,jadi orang ini memiliki jasa yang besar.Allah tidak akan menyia-nyiakan amal shalihnya dan akan mengganjarnya dengan pahala yang tiada terputus.
3.Anak Shalih/Shalihah
Anak adalah amanah dan belahan jiwa (soulmate) untuk kedua orangtuanya.Ada tiga kewajiban utama orang tua bagi anak-anaknya yaitu:a) memberi nama yang baik,b) memberi nafkah dengan rezeki halal c) mendidiknya dengan ilmu dan pengetahuan.Dengan melakukan tiga hal diatas,harapannya anak-anak mereka akan menjadi sholih/sholihah.Orang tua juga tidak boleh putus dalam mendo’akan mereka hingga menjadi penyenang hati dan penyejuk jiwa.Dan sebaliknya,anak-anak sholih/sholihah inilah yang kelak akan berdo’a untuk kedua orang tuanya.
Ketiga amal sholih diataslah yang pahalanya akan terus mengalir bagi yang melakukannya,tiada terputus meskipun nafas tidak lagi berhembus.
Untuk itu,kehidupan yang singkat ini harus diisi dengan sebaik-baiknya ,termasuk melakukan amal yang pahalanya terus mengalir tersebut sebagai bekal di alam akhirat nanti.
“Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),’dan bertaqwalah kepada Allah ,sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr:18).
Photo:crew MM.com Biro Nganjuk,Kang Teguh sedang ziarah kubur untuk mendo’akan leluhur.
#Bro J# 14 Mei 2020.#MenjemputLailatulQadar#RamadhanKarim#