Liputan Ramadhan di Ponpes Misbahul Islam Sekar Putih Bagor

Nganjuk.menaramadinah.com,Di hari ke-10 Ramadhan 1441 H /3 Mei 2020,Crew MM.com Biro Nganjuk mengunjungi sebuah pondok pesantren tua yang sekarang dikelola dan diasuh oleh Gus Abdul Mujib Hakim ,berada di Jl.Anggrek Dusun Wedegan,Desa Sekarputih,Bagor,Nganjuk.Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH.Abdurrahman Karim adalah Ponpes “Misbahul Islam” sejak tahun 1890.

KH.Abdurrahman Karim dikenal alim dan sakti.
Kealimannya terbukti saat beliau menjadi pentashih(korektor) kitab karya Syeikh Ihsan Jampes Kediri,yaitu Kitab Sirajut Thalibin syarah dari Kitab Minhajul ‘Abidin karya Imam Al -Ghazali.Untuk hal kesaktian,KH.Abdurrahman Karim memiliki suatu ilmu yang disebut Condromowo.Ini adalah ilmu yang bila pemiliknya menatap suatu benda dalam waktu tertentu,maka benda itu bisa kobong(terbakar).
Kesaktiannya menarik banyak kalangan sampai tokoh-tokoh nasional .Bahkan Presiden Soekarno sowan beliau untuk minta diijazahi ilmu.
Putera dari KH.Abdurrahman Karim adalah Kyai Abu Hakim(Mbah Hakim) yang merupakan mursyid Tarekat Syadziliyah.
Dikisahkan bahwa Mbah Hakim semasa hidup sering disowani Gus Dur,termasuk saat Gus Dur telah menjadi Presiden RI ke-4.
Kyai Abu Hakim adalah seorang ulama yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama.Beliau kerapkali mengadakan pertemuan lintas agama .
Mbah Hakim tidak membedakan umat beragama,yang penting tetap punya prinsip pada aqidah dan syariat Islam .Keyakinan adalah suatu hal yang tidak bisa dipaksakan,itu adalah urusan vertikal antara umat dan Sang Khaliq(pencipta).
Lakum dinnukum waliyyadin.
Makam Mbah Hakim terletak dibelakang Masjid Ponpes Misbahul Islam,berdekatan dengan makam Gus Munib.
Kami menziarahi kedua makam tersebut sambil menunggu waktu untuk buka puasa.Disisi barat kedua makam terdapat makam para leluhur pondok yang lain.
“Energi didalam kawasan maqbaroh ini terasa menyejukkan ,mengisyaratkan bahwa yang dimakamkan disini adalah orang-orang yang semasa hidupnya bisa ngayomi para santri dan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dengan menebarkan ilmu dan melakukan amal shalih.Ziarah disini,kita mendo’akan mereka.Apalagi sekarang adalah Ramadhan ,dimana do’a-do’a kita lebih mustajab,” urai Kang Teguh Al-Farie ,crew MM.com yang gemar ziarah kubur .
Usai berziarah,berdo’a dan tawassul,kami berdua menuju serambi masjid untuk menunggu adzan Maghrib.
Kami berbincang-bincang akrab dengan beberapa jama’ah sepuh yang sedang duduk-duduk.Tak lama kemudian,”dug ,dug,dug,”bedhug ditabuh seorang santri dan adzan dikumandangkan.
Kami lalu berdo’a bersama untuk berbuka puasa,menikmati segarnya air ,ketela rebus dan pisang manis yang telah tersedia.Sebuah momen indah dan banyak cerita dari PP Misbahul Islam.
Demikian catatan Bro J dari kegiatan menjelang Maghrib di Desa Sekarputih untuk liputan menaramadinah.com kali ini.