Oleh:Musthofa Zuhri
Tuhan tak tanya agamamu apa, jika engkau melakukan kebaikan. Karena bagi siapapun yang menjalankan kebaikan akan ditempatkan yang terbaik oleh Tuhan, dan itu diyakini oleh masing masing agama.
Adakah kalimat diatas menyidrai aqidah?
Bukankah masing masing agama meyakini “setiap umatnya yg beebuat baik masuk surga, dan yg beebuat jelek masuk neraka?”
Islam pun demikian,secara tegas, amal kebaikan sebagai tolak ukur dalam mengukur “surga atau neraka”, Disamping rukun yang menjadi pondasi dasar tentunya. Al baqarah 177 amatlah jelas :
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰئِكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّائِلِيْنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَأَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ أُولٰئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ١٧٧
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apa bila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Ada enam indikator kebaikan yang terekam dalam nafas ayat itu, pertama, beriman , kedua, mendermakan kebaikan dalam nilai harta yg paling baik, kefiga , mejalankan sholat, keempa, menabur zakat pada temoat yg tepat, ke lima, menepati janji dan yg ke enam, menanamkan rasa sabar.
And toh demikian, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Pendekatanya adalah “mencari peesamaan dalam masing masing agama, bukan mencari perbedaan. Karena Keyakinan masing masing orang tak bisa dipaksakan. Apalagi diintervsnsi. Biarkan saja, agama boleh berbeda, namun menabur kasih sayang, saling tolong menolong adalah sebuah anjuran, tanpa memandang agama nya apa, itu berlaku utk siapapun yang hidup di NKRi.lebih lebih yang merasa mayoritas.!!
Demikianlah..salam SATU NKRI
