Mengerucutnya Ketum Kauje Menjelang Munas 2 November 2019 di Batu Malang

Jakarta-menaramadinah.com-Diantara nama-nama calon Ketum (Ketua Umum) Kauje yang beredar sebelumnya, kini sudah makin mengerucut menjadi dua nama, yakni Dr. Ikhsan Abdullah SH alumni FH Unejkini advokad dan Direktur Indonesia Halal Watch, Sarmuji SE MSI, alumni FE Unej kini anggota DRP RI dan Wasekjen DPP Golkar.


Sebetulnya masih ada dua nama potensial yang layak mendapat dukungan, yakni Samsul Widodo alumni Fisip Unej kini Dirjen PDT (Pembangunan Desa Tertinggal), dan Prof Dr Achmad Subagio, alumni Faperta kini ketua LP2M Unej. Sebelumnya muncul nama-nama lainnya seperti Prof Dr Siti Zuhro (Fisip), Dr Jani Januar (Faperta), Chusnul Maarif (FE), Sophia Alizsa (FE). Empat nama ini akhirnya melemah karena tidak didukung oleh kesiapan administrasi. Semua calon yang akan maju manenjadi Ketum Kauje harus mendapat 2 surat rekomendasi dari Komisariat/Korda/Korwil. Syarat inilah yang sebenarnya menjadi kendala karena dari sejumlah komisariat/Korda/Korwil banyak belum berSK.

Kalau sudah berSK tapi tidak ada keterbukaan informasi dari PP Kauje/Panitia Munas mengenai siapa pengurus yang sudah berSK tersebut. Seharusnya PP Kauje share informasi para pengurus yang sudah berSK agar tumbuh semangat untuk menggalang pencalonan Ketum Kauje.
Dari empat nama yang mengerucut baru dua nama bakal calon yang serius untuk maju ke tingkat pencalonan yakni Dr Ikhsan Abdullah SH, MH dan Sarmuji SE, MSI. Sebetulnya menjadi tanggung jawab PP Kauje dan panitia Munas untuk mengkondisikan bursa calon ketum Kauje menjadi bergairah dan hidup, tidak sepi. Sebab pilihan untuk menjadi Ketum Kauje ini akan membawa dampak bagi kemajuan Kauje kedepan. Harusnya PP Kauje dan panitia Munas menyiapkan instrumen yang diperlukan untuk melahirkan dukungan dan bakal calon Ketum Kauje. Bagaimana bisa bergairah kalau SK Korda/Korwil/Komisariat masih diumpetin tidak dibuka atau share ke alumni. Bagaimana bisa tahu nama-nama para pengurus masing-masing tingkatan tersebut.
Dampak riil yang sudah ada, hanya dua calon yang serius maju jadi Ketum. Mereka pun sulit mendapat dukungan riil karena tidak tahu para pihak yang punya hak mendukung dari Komda/Korwil/Komisariat. Kalau akses informasi dibuka, percaya akan muncul para dukungan dan minta dukungan untuk para calon Ketum Kauje. Tapi sayang PP Kauje dan panitia Munas tetap memberikan ruang gelap siapa yang ada di Korda/Korwil/Komisariat. Dampak riil kedua, hingga batas waktu pendaftaran calon Ketum25 Oktober ini, belum ada satupun nama yang maju mendaftarkan diri, sampai akhirnya batas penndaftaran diundur hingga tanggal 29 Nember.

Singgih Sutoyo

Jurnalis Citizen