Eee…Lhadalah…
Nongko bosok duwek e sopo..?!
Hahahahahaha…. Ingat dengan Bethoro Narodho yang menjadi duta khayangan.?!.
Dia politisi langit yang menjadi kepercayaan Bethoro guru.
Urusan segala kemulia an dan Wahyu langit dia yang bawa . Di serahkan kepada yang berhak dengan akurat.
Akurat..?!..
Hahahaha…
Sang Bethoro itu jika kaget atau surprise selalu mengucapkan mantra suci nya berbunyi :
Bregencong Bergencong nongko bosok duwek’e sopo…
Dan dalam catatan sejarah pakem wayang, meskipun dewa Politik khayangan, dia pernah salah.
Atau Sang Narodho yernyata ada salahnya juga.
Ini terjadi , ketika Adipati Karno ‘mbarepnya’ Pandowo yang terbuang dan dipungut oleh uwak nya Destarasta…
(Kemudian dimuliakan oleh Kurupati atau Duryudono raja Astina) bertapa.
Tapa atau Tahanut model Wayang itu menghadirkan keridhoan langit.
Maka …
Bethoro guru mengutus Bethoro Narodho untuk menyampaikan pesan dan
Wahyu bahwa kesatria yang bertapa itu akan mendapatkan kanugrahan.
Tetapi apa yang terjadi jabatan dan kemuliaan langit itu di ketahui oleh penjelmaan Wisnu yang bernama Kresno..
Maka disiasatilah karya langit itu. Harjuno diminta oleh Kresna bertapa di sebelah Adipati Karno ‘kakak nya’..
Nah ini dia….
Karena Narodho cara berjalannya mendongak, sehingga tidak tahu yang di hadapi itu Harjuno atau Kresno. Apalagi hps khayangan tidak begitu akurat.. haha..
Di tambah wajah dan bleger antara Harjuno dan adipati Karno itu mirip….
Maka yang dapat Wahyu justru Harjuno.. bukan Adipati Karno. Padahal yang bertapa, yang bikin relawan, yang berjuang dan berdarah darah justru Adipati Karno .
Hal ini sering terjadi di kehidupan kita saudaraku. Maka jangan heran atau bingung. Di Indonesia pakem apapun bisa di buat. Maka jika tidak faham Aken wayang ….
akan mbingungi…hahaha
Apalagi para relawan.
Makin bingung kan dengan Politik ?
Apa lagi yang kuliah jurusan Politik !
Mau pake teori apa coba ?
Ini INDONESIA Bung !!!?
Hehe.. (wawan)
