Seni Membersamai Anak.

Oleh : Yahya Aziz, jamaah haji 2026.

Rabu malam kamis 17 juni 026 tepat habis isya pukul 19.30 Ustadz Ruman Nasrudin penulis buku parentiing bersama istrinya silaturrahmi ke rumah dalam rangka ziarah haji.

Maukah kamu melihat anakmu tumbuh tanpa mata yang kosong menatap layar seharian?
Kalau sudah kecanduan HP, anak bisa kuat berjam-jam diam. Jempolnya sibuk, tapi hatinya kosong. Pelan-pelan dunia nyata kalah sama notifikasi. Itu yang paling kita takutkan sebagai orang tua.

Ust Ruman Nasrudin pernah memberi tips yang menampar tapi menyejukkan:

1). Berani Minta Hp paksa. Walau anak menangis, ambil HP-nya. Tangisnya sebentar, tapi kebiasaannya bisa selamanya.
2). Ganti Dengan Dunia Anak
Ganti layar dengan layangan, ganti scroll dengan sepeda, ganti game online dengan petak umpet.
Inilah yang disebut “MEMBERSAMAI” anak, Bukan cuma mengasuh dari jauh sambil pegang HP sendiri. Tapi hadir, turun ke dunianya:

Permainan Apa Saja Yang Cocok Untuk Dunia Anak.

a). Mempersiapkan Air Pakai Sendok / Spon.
Siapkan 2 mangkok satu isi air warna. Tugas anak: pindahkan pakai sendok tetes atau spon, boleh banyak boleh sedikit. Sederhana, tapi ini melatih fokus, motorik halus, dan konsep “banyak-sedikit”. Anak ketawa, tangannya terlatih.
b).Bongkar Pasang Tutup Botol
Kumpulkan tutup botol beda ukuran dan warna. Tantang anak mencocokkan tutup dengan botolnya. Kelihatan sepele, tapi ini latihan logika dan kesabaran.

c). Petak Umpet dengan ungkapan MEONG…MEONG
Kamu sembunyi, lalu bersuara “Meong… meong…”. Anak pasti penasaran dan mencari. Sambil lari kecil, sambil belajar percaya kalau orang tuanya selalu ada.

4). Sains Laboratorium Mini
Taruh kapas basah + kacang ijo di gelas. Ajak anak amati tiap hari. “Kok bisa tumbuh ya, Bu?” Dari situ tumbuh rasa ingin tahu tentang ciptaan Allah.

Tapi semua usaha ini belum cukup kalau kita lupa satu hal: “RIYADHOH dan NIRAKATI ANAK”
Kita ikhtiar di bumi, tapi minta hasilnya ke langit. Biar Allah yang membolak-balikkan hati anak.

KH. Mahrus Ali memberi ijazah doa yang sederhana tapi berat nilainya:
Setiap habis shalat, bacakan Al-Fatihah untuk anakmu 41x. Sebut namanya satu per satu. Bisikkan ke Allah:
“Wahai Allah, berilah hidayah untuk anak kami. Hanya Engkau yang mampu merubah watak dan perilaku anak kami. Jadikan anak-anak kami sholihin washolihat, anak yang barokah, anak yang Engkau angkat derajatnya.”

Insha Allah, doa seorang ibu dan bapak yang lirih tengah malam itu menembus langit.
Karena mendidik anak bukan lomba cepat. Ini tentang siapa yang paling sabar membersamai.

Anda bisa Membersamai Anak dan cucunya ?
Pasti bisa….
Barakallah…