Sejarah Kesultanan Mataram di Cangkokkan Ke Habib Baalawi

Oleh Ahmad Rozaq.

 

Fenomena belakangan ini, makin banyak masyarakat yang mulai “melek” sejarah. Polemik yang terjadi sekarang bukan cuma soal urusan silsilah, tapi soal harga diri sebuah bangsa.

Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah ketika sejarah nusantara—termasuk nasab para sultan Kerajaan Mataram Islam—mulai dicoba untuk “dibelokkan” atau dicantokkan ke klan tertentu.
​Bayangkan, tokoh-tokoh agung pendiri Mataram Islam yang di babad lokal jelas sejarahnya, tiba-tiba mau “diklaim” masuk ke silsilah klan luar. Ini namanya penjarahan sejarah secara halus.

​Kita diajarkan untuk takzim pada ulama, itu betul. Tapi kalau sudah ada narasi bahwa “pribumi wajib menyembah kaki klan tertentu”, rasanya akal sehat kita sedang diuji. Hormat itu karena akhlak dan ilmu, bukan karena kasta atau garis keturunan.

Zaman Belanda yang mengotak”kan kelas sosial sudah lama bubar, jangan sampai kita buat kasta baru berkedok agama.

Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan bukan membangun sistem kasta,marga tertentu.