
“Betul-Betul Kesehatannya Prima”, itulah kalimat yang pas untuk para Tim pembimbing haji Bryan Makkah. Ya KH.Imam Khambali, KH.Syukron Jazilan & KH.Ali Zainal Abidin selama membimbing 300 jamaah haji mempunyai kesehatan yang prima.
Ketiga pembimbing haji ini selalu memberi nasehat ; “monggo bpk ibu yang sehat derek umroh sunnah”, yang sakit, kurang sehat cukup istirahat di hotel aja.
Bagaimana kisahnya, berikut ini laporan Ustadz Yahya Aziz dari masjidil harom Mekkah kepada redaksi MenaraMadinah.Com.
Saya sangat bersyukur sebagai KAROM bis 3, selalu didampingi oleh KH.Ali Zainal Abidin, Kyai asal Trowulan Mojokerto, masih muda, energik dan mempunyai kesehatan yang prima.
Waktu ziarah ke Thoif dalam satu bis beliau berkata : Pak Aziz gimana gak umroh sunnah lagi ?.
Saya jawab ; gak kyai, sudah cukup dua kali saja, yang penting rukun wajib haji haji sudah selesai.
Alhamdulillah mulai umroh wajib, wukuf, murur di muzdalifah, mina dan umroh ifadoh, umroh sunnah 2x saya kuat tidak pakai kursi roda.
Beliau paham riwayat penyakit kami, dan diberi pesan dr.Dyah (Puskesmas Jemur) agar kami tidak boleh capek.
Kemudian beliau berfatwa : “MENJAGA KESEHATAN ITU WAJIB & IBADAH SUNNAH ITU HANYA TAMBAHAN”
Banyak jamaah yang gak kuat, sebab ngeyel gak manut kyai.
Ya datang ke Mekkah, hati semua orang sama pingin dekat sama Allah. Ingin thawaf lagi, sa’i lagi, tahajud tiap malam, baca Qur’an seharian. MasyaAllah niatnya luar biasa.
Tapi lihat sekeliling… kok banyak yang batuk, meriang dan demam ?. Ada yang suaranya serak, ada yang sampai demam. AC hotel dingin sekali, siang panas terik, malam anginnya kencang. Jalan dari hotel ke Masjidil Haram bolak-balik. Kurang tidur karena mau kejar semua sunnah.
Padahal ada kaidah agama dan kesehatan yang sering kita lupa:
“Menjaga Kesehatan Itu Wajib dan Ibadah Sunnah Itu Hanya Tambahan” Rowahu H.Ali Zainal Abidin .
Ha….ha….ha H.Maulan, H.Ngadiono, H.Dedi, H.Afandi tertawa terpingkal-pingkal ketika santai di kamar hotel.
Sholat 5 waktu, menjaga badan biar kuat ibadah, itu perintah. Kalau badan drop, wajibnya jadi keteteran. Sholat sambil batuk parah, thawaf sambil sempoyongan, sa’i sambil nahan pusing… pahalanya tetap ada, tapi capeknya kebangetan.
Sunnah itu indah. Tapi dia hiasan. Fondasi rumah tetap sholat wajib ditambah jaga amanah badan yang Allah titipkan. Rumah indah tapi fondasi retak, lama-lama roboh juga.
Jadi gimana di Tanah Suci? Ini nasehat ibu dr.Hj.Retno :
1). Atur nafas, jangan maksa. Capek? Duduk dulu. Minum zamzam. Lanjut nanti.
2). Tidur itu ibadah. Kalau niatnya biar kuat sholat subuh berjamaah.
3). Pakai masker dan bawa 1 botol air putih melindungi diri dari batuk itu bentuk syukur atas nikmat sehat.
4). Thawaf 1x dengan khusyuk* lebih dicintai Allah daripada 3x tapi pikiran cuma “kapan selesai batuknya”.
Ingat, kita ke Mekkah bukan untuk lomba. Kita ke sini untuk pulang dengan hati bersih dan badan sehat. Ibadah itu maraton seumur hidup, bukan sprint 40 hari.
Jangan sampai karena maksa sunnah, kita malah harus dirawat dan kehilangan kesempatan sholat wajib di Masjidil Haram. Rugi banget kan?
Pelan-pelan aja. Allah Maha tahu batas kemampuan kita. Dia lebih sayang sama kita daripada kita sayang sama diri sendiri.
Sehat dulu, baru sunnah jalan. Biar pulang bawa pahala, bukan bawa resep obat.
Ya kesehatan dan ketahanan tubuh seseorang berbeda-beda.
Kata para pembimbing kami ; selama rukun wajib haji sudah dilakukan hukumnya SAH dan Mabrur.
Adapun yang sunnah itu adalah tambahan.
Yang umroh sunnah 2x baik, yang umroh sunnah berkali kali itu baik. Yang sampai ujung gua hiro itu baik, yang sampai separuh perjalanan ke gua hiro itu baik. Yang di cafe sambil berdoa itu juga baik.
Yang shalat di masjidil harom itu baik, yang sholat di hotel itu juga baik.
Yang gak baik itu MERASA SEMPURNA KUAT mengerjakan sunnah tapi suka mencaci he…he…he begitu kata KH.Ali Zainal Abidin
Barakallah buat semua jamaah haji Bryan Mekkah, semoga menjadi haji mabrur. Batuk pilek meriang, demam Anda di Mekkah akan menghapus selurih dosa dosa Anda dan hilang ketika sampai di tanah air. Aamin…
Barakallah…!
