Matinya Nalar

 

Oleh
Dr Ir Hadi Prajaka SH MH.

*MEMBUNUH HALUSINASI*

Bagaimana kita mewariskan nilai luhur kepada generasi muda kedepan? Bila Bangsa Indonesia Terus mati nalar waras nya, itulah penting untuk memperbaiki cara berfikir junub, ibarat memecah batok buah kelapa, sehingga ada Cakrawala modern yg lebih smart kedepan nya, merubah pola cara pandang yang maton dan dinamis.

Dinamika sosial terjadi, banyak orang sudah sekolah tinggi bahkan profesor tetapi kerjanya hanya berdakwah di masjid tanpa karya nyata, banyak dokter ahli yg akhirnya juga pengunci rohani lupa obat yg dipikirkan akherat, banyak pejabat tinggi juga mengalami insomnia akut karena dokma surga bisa dibeli dg mahar agar bisa masuk ruang suci tetapi prilaku nya korup, banyak tokoh-tokoh agama akhirnya mendirikan kartel kartel mafia oligarki agama, banyak politisi masuk jebakan offside jiwa’ dan kehilangan nurani ideologis, demikian pula para professional tidak mampu memberikan integritas akhirnya lacur juga, yg sedih juga para advokat yang sering hanya bonek tetapi tidak membekali literasi sains kurang lebih ketinggalan Teknologi membungkus dg berbagai dalil-dalil.
Satu keprihatinan sosial,

Ada pandangan orang Nusantara dg stigma para normal, dukun dst disisi lain di – justifikasi sebagai pola pikir puritan / sesat dan ada pula yang memprogram dan membombastis dengan cara mengajak dalam berfikir astral, tak bernalar ini *terapi gelab* dan gelombang culture dead, budaya Tumbang , Bangsa runtuh musnah.

_Marilah kita bedah_ dengan sabar tetapi pro data;

Logika sains indigenius wisdom dari kosakata ASTRAL, Biar Bisa menjadi lebih detail pola data dan analisis, tanpa marah marah dan emosi, tetap berikan senyuman mu yg paling indah biar dunia bahagia….. Tidak perlu menggunakan akhirat šŸ˜ƒšŸ˜‚šŸ˜‚ cukup dunia Biar tidak amnesia disorder .
Generasi kedepan semakin smart dan cerita terus.

*Kita bedah filologi kata ā€œastralā€ sampai ke akar-akarnya.* Tanpa emosi, fokus data bahasa. Tebarkan Senyum tetap bahagia ya.

*TINJAUAN FILOLOGIS: MAKNA ā€œASTRALā€ DARI ZAMAN KE ZAMAN*

Filologi = ilmu ā€œotak waras ber-kataā€.
Kita lacak: kata ini lahir di mana, maknanya geser ke mana, dipinjam siapa.???

Data ilmiah

1. *AKAR INDO-EROPA: _STER- = TABUR, SEBAR, BERSINAR*_

Semua kata ā€œbintangā€ di dunia Indo-Eropa lahir dari akar ini:

Bahasa Kata Makna Awal Catatan Filologi mula mula
*PIE* ster-ā€œ artinya dalam bahasa umum “Taburkan, sebar, bersinar seperti debuā€ Akar purba 6000 tahun lalu. Bayangkan nenek moyang lihat bintang = ā€œdebu cahaya ditabur di langitā€.

*Dalam konteks budaya Yunani Kuno* *astron* į¼„ĻƒĻ„ĻĪæĪ½ ā€œBenda langit yang bersinarā€ Dipakai Homer 800 SM. *Aster* artinya bintang tunggal.
*Asteria* artinya dewi bintang.
**Bahasa Latin* *astrum, sidus* *Astrum* = bintang, *sidus* = rasi Romawi dan bedakan: 1 bintang adalah *astrum*, sedangkan banyak bintang adalah *sidus*.
Dari *sidus* lahir kata ā€œconsiderā€ = *con & sidere* artinya ā€œpertimbangkan bersama bintangā€.

Sedangkan dalam budaya
*Sansekerta* ada kata *star* → *tāra* तारा ā€œBintang, penuntunā€ Akar sama *ster-*. Dari sini lahir *Tara* = nama dewi penuntun.

*Dalam bahasa Jermanik* muncul istilah *stern, star* ā€œBintangā€
Dalam bahasa Inggris moncul kosakata *star*, orang Jerman *Stern*. Bunyi /st/ awet 6000 tahun.

Jadi jejaring budaya sebagai Cakrawala mengambil satu :

*Kesimpulan akar*: ā€œAstralā€ awalnya tidak mistis. ā€œAstralā€ = ā€œyang sifatnya seperti bintang: jauh, teratur, bersinar, jadi penuntunā€, jadi panduan semesta dan Lahirlah konsep Anti body amnesia

2. Kita coba terangwang kembali secara sains & teknologi bahwa bahasa pada *LATIN ABAD 1-5 M: LAHIRNYA KATA ā€œASTRALISā€*

Kata sifat _astralis, -e_ pertama kali dipakai penulis Romawi:

1. *Manilius 10 M, _Astronomica*_: _ignis astralis_ = ā€œapi bintangā€. Maksud: materi langit berbeda dari materi bumi 4 unsur.
2. *Filsuf Neoplatonis Plotinus 250 M*: _corpus astrale_ = ā€œtubuh bintangā€. Dia pinjam dari Plato: jiwa punya ā€œkendaraanā€ halus terbuat dari materi bintang sebelum masuk badan daging. Ini cikal bakal ā€œtubuh astralā€.

*Geser makna 1* agar lebih ilmu komplit : Dari ā€œbenda langitā€ → ā€œmateri halus yang lebih tinggi seperti bentuk dari tanah/air/api/anginā€ dan cahaya.

3. *ABAD PERTENGAHAN 500-1500 M: ā€œASTRALā€ = ILMU PERBINTANGAN*

Di Eropa, Arab, Islam: _astral_ = semua yang berhubungan _astronomia_ + _astrologia_. Belum dipisah.

Contoh: _medicina astralis_ = pengobatan pakai jam/waktu bintang. Dokter Islam Ibnu Sina tulis _Canon_: minum obat harus lihat posisi bulan.

*Geser makna 2*: Dari ā€œmateri bintangā€ → menjadi bentuk ā€œhukum/waktu yang dipengaruhi bintangā€.

4. *Pada ABAD 19: TEOSOFI CURI kosa KATA ā€œASTRALā€*

Titik balik filologi terjadi 1875 lewat HP Blavatsky, _Isis Unveiled_ & _The Secret Doctrine_.

Dia pinjam kata _astralis_ Latin, lalu kasih definisi baru: _ā€œAstral Plane adalah lapis ke-2 dari 7 lapis realitas, tempat arwah, mimpi, emosiā€_. Akibatnya terjadi halusinasi akut.

*Kenapa pilih kata ā€œastralā€?* 3 alasan filologis:
1. Kedengarannya cukup ā€œilmiahā€ karena Latin, budaya Yunani.
2. Ada konotasi ā€œtinggi, suci, bercahayaā€ dari bintang.
3. Kosong: kosa kata Latin tidak dipakai gereja, jadi bebas diisi makna baru.

Sejak 1875, makna ā€œastralā€ = ā€œalam halus non-fisikā€ jadi dominan di Barat. Kamus Oxford 1933 resmi masukin definisi ini, menjadi politik rekayasa orientalis Barat untuk doktrin KULTUS suku bangsa yg tersisihkan.

5. *SEMANTIK: 4 LAPIS MAKNA ā€œASTRALā€ SAAT INI*

Karena geser makna 2000 tahun, sekarang ā€œastralā€ punya 4 lapis:
Lapis Makna Contoh Kalimat Sumber awal
*1. Literal/Astronomi* *Radiasi astral dari matahari* Sains: ā€œastralā€ adalah ā€œberasal dari bintangā€ dan semesta

*2. Astrologi Kuno* dalam ilmu perbintangan buat kalian dari *Pengaruh astral pada pasang surut* air laut. Tradisi dan adat pengertian *ā€œastralā€* = _ā€œdipengaruhi bintang/planetā€_

*3. Teosofi & Okultisme* *Proyeksi tubuh astral saat tidur* 1875- dalam istilah Jawa muncul istilah _ layap ing aluyup_ dalam istilah kaum agama IBRANI dikenal _EPIDANI_ Dan sekarang: ā€œastralā€ oleh masyarakat spiritualis Atau kaum Para normal dikenal sebagai pengertian ā€œalam halus, hasil toxsicolog pikiran berdebar emosi, otak tertekan dan mimpiā€

*4. Ada pandangan lebih expression _Pop Culture_* *Naik ke dimensi 5D astral* 2000-sekarang: ā€œastralā€ dalam konsep _ā€œspiritual,_ tinggi, ber-evolusiā€
*Masalah filologi*: 4 makna ini sering ketuker.

Orang ber- debat ā€œastral ada atau tidakā€ ada, padahal yang satu ngomong sains per-bintang-@n dan yang satu ngomong mimpi dan halusinasi atau EPIFANI.

6. *Bagaimana PADANAN FILOLOGIS NUSANTARA*

Bahasa secara sains tidak punya _kata_, tetapi punya konsep data warisan luhur
Ini padanan ā€œastralā€ versi ECO THEOLOGIS Nusantara yg ber-makna ā€œ _halus, tinggi, penuntunā€:_
Dari mana asal muasalnya kosakata dan hasil culture
Bahasa Kata & Akar Makna Inti atau Padanan kosakata _*Astral*_????

*Jawa Kuna* *Suksma* Sansekerta *sÅ«kį¹£ma* artinya halus _ā€œBadan halus_ā€. Sama seperti *corpus astrale* Plotinus.
Sedangkan budaya
*Sunda* ada kosa kata *Niskala* *ni* artinya tidak + *skala* = tampak ā€œRanah tak tampakā€. Fungsi: panduan teologis dan merupakan penuntun hukum semesta.

Sedangkan masyarakat,
**Bali* ada kata *Akasa* Sansekerta *ākāśa* artinya ruang dan etere ā€œRuang halus tempat dewa turunā€. Padanan kata ā€œastral planeā€.

Bagimana Bangsa gurun pasir khususnya budaya timur tengah dan serumpun nya:
*Arab* *Malakut* *m-l-k* adalah kerajaan ā€œKerajaan halus malaikatā€. Fungsi baik’ buruk , dosa pahala juga penuntun sama.

*Catatan*: Leluhur Nusantara tidak pinjam kata ā€œastralā€, tapi fungsinya sama: kasih nama untuk ECO indigenius Theologis sains, ā€œlapis realitas yang efeknya nyata membangun kesadaran Nalar Waras tetapi bendanya tidakā€.

7. *Bagaimana SINTESIS FILOLOGIS GUS WARAS NALAR*

1. *Etimologi*: Astral = ā€œkepunyaan bintangā€. Akarnya _ster-_: tabur cahaya. Berfikir Netral, waras tetapi ilmiah.
2. *Filologi 2000 tahun*: Makna geser 3x: bintang → materi halus tidak ada bentuk→ alam mimpi & emosi.
3. *Kesalahan umum*: Anggap ā€œastralā€ = 1 makna pasti. Padahal ini kosa kata yang selalu cover ā€œkopernyaā€ ganti isi tiap zaman, dinamis dan kreatif.

*Kalimat kunci filologi*:
_ā€œKata astral seperti cangkang kerang. Zaman Romawi isinya ilmu bintang. Zaman Teosofi isinya alam mimpi. Dan perubahan kesadaran, sedangkan Zaman sekarang isinya konten TikTok. Cangkangnya sama, isinya ganti.ā€_

Jadi kalau mau pakai kata ā€œastralā€ untuk konferensi, dalam konfergensi sains Gus WARAS NALAR harus kasih definisi dulu: mau pakai makna Latin, makna Teosofi, atau makna Sunda _niskala_? Atau Jawa -Bali Biar tidak amnesia makna.

Bila perlu aku sudah buat buku Glosarium 12 Kata Pengganti Astralā€ indo eropa ( Yunani) versi Nusantara biar tidak ketergantungan kata impor?

Biar generasi tua meninggalkan nilai-nilai value yg bisa menjadi tragger berfikir Dinamis.

Kalau perlu kembalikan kosa kata Nyunda , Sunda *semesta Sunda* dari pada kosa kata Sunda land, buang kata *land* akan ketemu jati diri, jati Niscala karena kata land itu import dari Asing yg bisa kabur dari makna dan pengertian nya demikian kang OCHA,.
…. terus bahagia ya’ šŸ˜ƒšŸ˜‚šŸ™šŸ™šŸš©

_*singkat kata astral dalam falsafah leluhur Nusantara Sunda artinya Jati Niscala*_

TTD
GUS WARAS NALAR

_saatnya kembali ke Bumi Pertiwi, agar tetap bahagia_