
Tulungagung-menaramadinah.com-Dalam rangkaian rangkaian acara Komunitas Padhang Njingglang Art Fest 2026, besok diselenggarakan Diskusi Seni Rupa pada Minggu 7 Juni 2026. Sekaligus penutupan.

Adapun acara pada 07.30 – 08.00 dimulai dengan dzikir Jamai. Kemudian 08.00 – 08.30 Sambutan Panitia dan menyanyi lagu Kebangsaan dan Padhang Njingglang, Penganugerahan Prasetya Adikarya Budaya.

Dalam *Diskusi Seni Rupa bertajuk Trilogi Mena (T: W : K) ar Gambar. ( Menatar- Menawar – Menakar) Gambar. Analisis Gerakan Seni Rupa Kebahagiaan dengan Metode Aktivasi Memori Bahagia.*
Tempatnya diskusi pada Hari Ahad 7 Juni 2026. Pk. 09.00 s.d 11.00 WIB di Panggung Utama Pameran di Jl. Mastrip Gg I no 23 C Jepun Tulungagung.
Diskusi ini membincangkan perihal Gerakan Seni Rupa Kebahagiaan oleh KOMPAN Komunitas Padhang Njingglang. Khususnya oleh penemu Metode pembelajaran Menggambar Memori Bahagia ( metode AMB Aktivasi Memori Bahagia), Anang Prasetyo.
Sebab, dalam perjalanannya, antara individu sebagai Guru dan Mentor ( trainer) serta Seniman Perupa, tiga tegangan identitas itu termanifestasi dalam satu kesatuan gerakan.
Dalam perjalanannya, gerakan ini terwadahi secara resmi, melalui KOMPAN Komunitas Padhang Njingglang.
MENATAR
Dimulai ketika Anang Prasetyo dan Komunitas Padhang Njingglang berkeliling 33 titik di desa di Kabupaten Tulungagung. Mengajarkan kepada anak – anak , baik lewat TPQ, Lembaga Pendidikan, Komunitas dan lain sebagainya.
Kemudian juga menyebar pelatihannya di beberapa kota.
1. Melalui perantara Isa Anshori disekolah dekat rumahnya di Batu, 2. Joning Art space Herus Siswanto Kasongan Jogyakarta,
2. SD Muhammadiyah Kediri,
3. SD Al Haromain Bojonegoro,
4. SD Sakti Tulungagung,
5. Secara online SD Kuala Kencana Papua,
6. Galeri Merah Putih Surabaya saat pameran Tunggal Anang Prasetyo ke 4,
7. Murid ABK di School Lab Universitas Negeri Malang, dll.
Serta tentunya melalui pembinaan khusus, murid di kelas – kelas X SMKN 1 Boyolangu. tempat dimana Anang Prasetyo mengabdikan dirinya sebagai pendidik dan pengajar. Model Belajar yang dipakai adalah Belajar dengan Mengajar.
Sejak tahun 2016 tatkala Buku Menggambar Memori Bahagia diterbitkan pertama kalinya, hingga memasuki tahun pelajaran 2025-2026 , pembinaan ini tetap berjalan.
Sehingga satu dasawarsa ini telah dijalankan. Dengan segala catatan dan cacatan tentu saja.
Didalam gerakan ini pada akhirnya , ada upaya sadar menatar murid- muridnya untuk mengajarkan kepada adik, anak lain dibawah tingkatnya.
Metode Belajar dengan Mengajar bagi murid SMK menjadi cara efektif dalam transfer ilmu pengetahuan dan pembelajaran AMB Metodhe tersebut.
MENAWAR.
Adalah upaya untuk memberikan suatu analisis terhadap gerakan Seni Rupa Kebahagiaan ini sendiri. Daya tawar terhadap metode dan sistematika dalam pendidikan seni rupa di Indonesia ini seberapa pun kadarnya. Dimulai tatkala prosiding seminar ISI Yogyakarta di tahun 2021 lalu saat Bedah Buku di Omah Mikir Batu Malang pada 2023 oleh Dr. Djuli Djatiprambudi hingga berlanjut Kuliah Tamu di Kampus Seni Rupa UNESA. Kemudian berlanjut ada kajian akademis oleh Lisa Sidyawati, dosen UM untuk sebagian bahan disertasinya.
MENAKAR
Adapun dalam konteks menakar ini , lebih diutamakan dalam pengukuran sebuah metode maupun gerakan. Seberapa efektif dan efesien dalam pembelajaran seni rupa di Tulungagung khususnya, dan Indonesia umumnya.
Seni Rupa bertajuk Trilogi Mena (T: W : K) ar Gambar. ( Menatar- Menawar – Menakar) Gambar. Analisis Gerakan Seni Rupa Kebahagiaan dengan Metode Aktivasi Memori Bahagia.*
Adalah diskusi yang membincangkan perihal Gerakan Seni Rupa Kebahagiaan oleh KOMPAN Komunitas Padhang Njingglang. Khususnya oleh penemu Metode pembelajaran Menggambar Memori Bahagia ( metode AMB Aktivasi Memori Bahagia), Anang Prasetyo.
Sebab, dalam perjalanannya, antara individu sebagai Guru dan Mentor ( trainer) serta Seniman Perupa, tiga tegangan identitas itu termanifestasi dalam satu kesatuan gerakan.
Dalam perjalanannya, gerakan ini terwadahi secara resmi, melalui KOMPAN Komunitas Padhang Njingglang.
MENATAR
Dimulai ketika Anang Prasetyo dan Komunitas Padhang Njingglang berkeliling 33 titik di desa di Kabupaten Tulungagung. Mengajarkan kepada anak – anak , baik lewat TPQ, Lembaga Pendidikan, Komunitas dan lain sebagainya.
