
Sehabis menginap di tenda Mina 3 hari 2 malam jumat pagi menuju hotel, perjanan dari Mina ke hotel jaraknya 15 km itu kalau naik bis cukup 17 menit. Tapi pagi itu perjalanan 15 km dari Mina ke hotel sampai 3 jam lebih, bagaimana kisahnya ? Betikut ini laporan dari Ustadz Yahya Aziz Mekkah Arab Saudi kepada redaksi Media Online MenaraMadinah.Com.
Jumat pagi 29 Mei 2026 sehabis sarapan pagi pukul 05.30 Arab Saudi, bis 55 telah datang…bis 55 telah datang…bis 55 telah datang, kata KH.Syukron Jazilan. Jamaah Bryan Mekkah segera menata nata barang yang akan di bawa ke hotel.
Akhirnya dibagi 2 gelombang, gelombang pertama dipimpin KH.Syukron Jazilan.
Bis yang kapasitas bis 50 diisi lebih banyak yang berdiri, seperti mudik hari raya Idul Fitri, begitu kata bapak H.Agus Hariyanto yang ikut rombongan pertama dia duduk di tangga depan pintu bis.
Bis satu berangkat ke atas tidak kuat menanjak…akhirnya bis terpaksa mundur jauh sambil ancang2 jalan pelan mendaki ke atas.
Saya bersama H.Ali Zainal, H.Bahtiar, H.Choirur Rosyidin, H.Masrur, H.Pono,H.Sumbito (ketua kloter) dan Hj.dr.Retno di bis kedua.
Di bis yang kedua ini kebanyakan jamaah yang tua-tua, sakit dan yang jalannya pincang,…PERDEGLEKAN kata Haji Masrur ha. .ha…ha semua penunmpang tertawa lepas.
Saya bersama dr.Hj.Retno, dan H.Pono berdiri di depan, H.Ali Zainal, H.Sumbito di tengah tengah sambil mengawasi jamaah yang sakit dan yang tua tua.
Perjalanan yang seharusnya 17 menit sudah nyampai di hotel, hari itu sampai 3 jam lebih.
Macet total, banyak jalan ditutup arus lalu lintas darat dialihkan.
Sopir dari Pakistan bingung, penunjuk jalan dari Arab Saudi yang bawa Goegel Map bingung, saya bingung, ketua kloter bingung akhirnya satu bis… “BINGUNG ROMBONGAN” …kata KH.Ali Zainal ha…ha…ha semuanya tertawa terbahak bahak.
Ya ini CITY TOUR MEKKAH gratis kata dr.Hj.Retno semua tertawa bahagia.
Setelah 3 jam putar putar kota Mekkah, kurang 1 km jalan tutup , jalan menuju hotel ditutup ada larangan, kata sopir turun sini aja jalan kaki semuanya.
Para jamaah protes tidak mau turun dengan alasan barang bawaan banyak dan jamaah banyak pincang (DEGLEK).
KH.Ali Zainal menyuruh kami turun untuk melobi polisi penjaga supaya pintu untuk bis dibuka karena sudah dekat dengan hotel.
Akhirnya saya turun dari bis bersama H.PONO pensiunan POLRI.
Inilah dialog kami & H.Pono bersama polisi Mekkah (PM).
Kami : Ya Syurtiyu limadza la yajuzu Alhafilah yamsyi ilal funduq illa 1 km.
“Wahai pak polisi mengapa bis tidak boleh berjalan menuju hotel jarak dekat hanya 1 km”
P M : Ya akhi hadza nidzom min mamlakah suudiyah mamnu’ inzil huna”
(Wahai saudaraku ini adalah aturan disiplin negara Arab Saudi)
Kami : afwan ya syurtiyu rokibuuna hadza hafilah min Indonesia hum almarodlun wassyukhoh wa ana min a’dloi syurtiyu indonisiyyin.
“Wahai Pak Polisi Maaf kami jamaah Indonesia mereka banyak yang tua tua, sakit, pincang kasihan kalau berjalan jauh.
Maaf saya juga anggota POLISI INDONESIA..
PM : Masya Allah Aanta A’dlo Syurtiyyu Indonesia, Ainal bithoqoh Asyurtiyyu
“Masya Allah Anda anggota polisi Indonesia” ? Ada tanda pengenalnya ?
Kami : Hadza bithoqoh A’dlo’ Syurthiyyu Indonesia.
Pak H.Pono tolong tunjukkan kartu anggota Polrinya….
Langsung polisi Mekkah bilang Masuk dan jalan ke hotel.
Saya dan H.Pono Masuk bis semua bilang MERDEKA Allahumma Sholli ala sayyidina Muhammad.
Akhirnya bis berhenti depan hotel, jamaah senang, bahagia, puas setelah 3 jam putar putar kota Mekkah….
Latihan Sabar….Barakallah
