Padang Njingglang Art Festival 2026

RINTIK HUJAN GERIMIS
BIKIN SUASANA PEMBUKAAN TAMBAH LIRIS

Padhang Njingglang Art Festival 2026 di Situs Candi Sanggrahan Tulungagung Jawa Timur resmi dibuka.

Kamis 14 Mei 2026, bertempat di Pelataran Candi Sanggrahan, tepat pukul 07 pagi, serombongan 60 anak, bersama 7 Guru pendamping dari MI Madinul Ulum Campurdarat Tulungagung, menapak masuk Candi Sanggrahan. Disusul kemudian rombongan 75 anak remaja SMKN juga ikut bergabung.

Acara dibuka diawali dengan berdoa. Dengan menyanyikan lagu doa untuk orang tua dan disusul lagu Padhang Bulan, Yo Prakanca yang dinyanyikan secara serempak mengikuti iringan musik gitar Anang Prasetyo, Pembina Komunitas.

Pagi yang cerah itu tiba- tiba ada mendung lewat. Sejenak kemudian turun rintik hujan. Namun itu tidak menyebabkan anak bubar, namun justru asyik masyuk dengan khidmat untuk beberapa saat.
Karena hujan mulai agak deras, seluruh peserta akhirnya berpindah ke gazebo sebelah barat candi. Tampak juru pelihara Candi Pak Muadzin memberi kata pengantar. Tentang sejarah awal pendirian candi. Disusul kemudian oleh Pak Hariyadi Pamungkas selaku pegiat cagar budaya Tulungagung juga didaulat memberi pengantar acara. Beliau menekankan pentingnya kita mempelajari sejarah bangsanya sendiri.

Komunitas Padhang Njingglang (KOMPAN) adalah sebuah komunitas di Tulungagung yang fokus bergerak di bidang pengembangan potensi Pendidikan , Seni dan Kreativitas anak.di tahun 2026 ini kembali menggelar festival tahunannya yang ke-15.

Festival tahun ini terasa istimewa karena KOMPAN bersinergi dan mendapat support langsung oleh Kementerian Kabudayaan, Dana Indonesiana dan LPDP.

Tentunya diharapkan dengan sinergi ini akan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kreativitas anak bangsa melalui komunitas-komunitas pendidikan dan sosial seperti KOMPAN ini.

*Padhang Njingglang Art 2026 Fest* tahun ini mengangkat tema :
Perjumpaan Budaya dan Penguatan Ruang Kreatif Anak Berbasis Memori Bahagia di Situs Warisan Peradaban.

Candi Sanggrahan merupakan salah satu cagar budaya peninggalan leluhur Nusantara, Bunda Gayatri Rajapatni , yang meninggalkan pesan kewajiban bagi generasi muda untuk menjaga estafet semangat perjuangan dan keadiluhungan bangsa kita, Indonesia.

Dan sebagai ruang publik yang bersejarah, Candi Sanggrahan Tulungagung sangat layak dioptimalkan menjadi sarana dan wahana pendidikan generasi muda dengan penyelenggaraan berbagai aktivitas pendidikan , seni dan budaya di lingkungan candi ini.

Padhang Njingglang Art Fest 2026 ini dipandu oleh Ketua Kak Ainun Qoriiroh dan sekretaris Kak Ramadhan. Serta Team Kompan Muda akan menggelar beberapa kegiatan dari awal Mei hingga Juni 2026, diantaranya seperti:

1. Workshop menggambar dengan AMB (Aktivasi Memori Bahagia) yang menjadi salah satu ikon KOMPAN. dengan pemateri Anang Prasetyo (penemu metode AMB sekaligus pendiri dan pembina KOMPAN).
2. Workshop pembuatan Wayang Godhong dan kreasi boneka ekologi,
3. Festival dolanan / permainan tradisional anak.
4. Ditutup dengan Pameran Seni & Kreativitas KOMPAN. Berupa gelar karya anak serta diskusi Seni & Budaya dengan nara sumber Prof Dr.Djuli Jatiprambudi .( guru besar seni rupa UNESA), dan Haryadi Pamungkas ( Pegiat Situs Cagar Budaya)
5. Pemberian Anugerah Prasetya Adikarya Budaya # 7 2026 dan Anugerah Prasetya Adikarya Muda #1 2026.

Kegiatan ini akan diikuti oleh para pelajar dari tingkat SD , SMP hingga SMA/SMK dan anak ABK dari wilayah Kab.Tulungagung, khususnya murid – murid sekitar Desa Sanggrahan dan Boyolangu.

Sebagai penutup, acara pembukaan Padhang Njingglang Art Fest 2026 hari Kamis pagi itu, memberi satu pesan bahwa alam semesta memberi sinyal keberkahan dengan turunnya hujan.
Semoga acara ini lancar, aman, sukses dari awal sampai akhir.
Serta benar-benar mendapatkan keridhoan Nya amiin.

#Padhangnjingglangartfest2026
#komunitaspadhangnjingglang
#kompan
#candisanggrahan
#danaindonesiana
#kementeriankebudayaan
#lpdp