
SOLO – Pertarungan sengit dan penuh emosi tersaji di GOR Sritex, Minggu (12/4) malam. Jakarta Pertamina Enduro (JPE) harus bekerja keras hingga rubber set untuk akhirnya menundukkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor dramatis 3-2 (25-22, 25-21, 21-25, 22-25, 15-8).
Meski berhasil mengantongi kemenangan, pesta kegembiraan tim asuhan Bulent Karslıoglu terasa belum lengkap. Kemenangan tipis ini justru membuat nasib mereka untuk melaju ke Grand Final masih menggantung dan belum bisa dipastikan 100 persen.
Laga ini awalnya berjalan sangat mulus bagi kubu Pertamina Enduro. Dua set pertama mereka kuasai dengan mudah berkat serangan mematikan dari Irina Voronkova dan pertahanan yang sangat solid. Skor 25-22 dan 25-21 seolah menjadi sinyal bahwa kemenangan besar akan segera diraih.
Namun, siapa sangka, memasuki set ketiga, performa tim tiba-tiba anjlok. Kesalahan demi kesalahan mulai terjadi, dan kelengahan ini langsung dimanfaatkan dengan sangat cerdas oleh bintang tamu PLN, Kara Bajema, yang tampil menggila.
Bajema dan kawan-kawan berhasil bangkit dan mencuri dua set beruntun dengan skor 25-21 dan 25-22, memaksa pertandingan masuk ke set penentuan yang menegangkan.
Di set kelima, meski akhirnya Pertamina Enduro mampu menang telak 15-8, namun “darah” yang tersita sangat banyak. Yang lebih krusial, PLN berhasil mencuri satu poin berharga dari pertandingan ini, membuat klasemen kini berubah menjadi sangat panas dan rumit.
Klasemen Memanas, Nasib Bergantung di Semarang
Kini, dengan perolehan 9 poin dari 3 kemenangan, posisi Jakarta Pertamina Enduro bersanding ketat dengan Gresik Phonska Plus. Secara teori, mereka memang selangkah lagi menuju final, namun secara matematika belum aman sepenuhnya.
Peluang Jakarta Electric PLN dan Popsivo Polwan belum mati sepenuhnya. Jika di seri terakhir nanti Pertamina dan Gresik justru tumbang, sementara PLN atau Popsivo menang telak, maka penentuan juara akan jatuh pada hitungan rasio set yang sangat rumit.
Inilah yang membuat kemenangan di Solo terasa “hambar” bagi Megawati Hangestri dkk. Gagal menutup pertandingan lebih cepat membuat nasib mereka kini sangat bergantung pada performa di seri pamungkas.
Seri penutup di GOR Jatidiri, Semarang, kini resmi berubah menjadi medan pertempuran sesungguhnya. Di sana, mental baja dan konsistensi permainan akan menjadi penentu, siapa yang layak melangkah ke puncak, dan siapa yang harus mengubur mimpi di tikungan terakhir.
*Susunan Pemain*
Jakarta Pertamina Enduro:
Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Hany Budiarti, Siti Nurlita, Wilda Nurfadhilah, Yulis Indahyani, Dita Azizah, dll.
JAKARTA ELECTRIC PLN MOBILE:
Kara Bajema, Ratri Wulandari, Amalia Fajrina, Arsela Nuari, Pungky Afriecia, Febriana Kumalasari, dll
Laga kontra PLN membuktikan bahwa di Proliga, tidak ada lawan yang mudah dan tidak ada kemenangan yang bisa diprediksi. Kewaspadaan harus tetap tinggi dan fokus tidak boleh buyar sedetik pun.
Semoga di Semarang nanti, para putri terbaik Indonesia bisa tampil maksimal, memberikan tontonan kelas dunia, dan membuktikan bahwa sportivitas serta juang pantang menyerah adalah kunci utama kejayaan. *Imam Kusnin Ahmad*
