
GIANYAR – Bali United FC sukses menggelar pesta gol di kandang sendiri, Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada Senin malam (6/4/2026). Tim Serdadu Tridatu berhasil membantai tamunya, PSBS Biak, dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Meski sempat tertinggal lebih dulu, Bali United menunjukkan mentalitas juara dan kualitas permainan yang luar biasa dengan membalas enam gol tanpa balas hingga pertandingan berakhir. Kemenangan besar ini menjadi modal mentalitas dan kepercayaan diri yang sangat sempurna menjelang laga krusial tandang melawan Persib Bandung pekan depan.
*Dari Tertinggal Menjadi Pesta Gol*
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Bali United langsung mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya dalam 15 menit pertama. Aksi Teppei Yachida dan M. Rahmat terus mengancam pertahanan lawan, namun gol masih belum tercipta.
Drama justru terjadi di menit ke-27. Wasit menunjuk titik putih setelah Ricky Fajrin dinilai menjatuhkan Thobias Solossa di dalam kotak penalti. Mohcine Hassan menjadi eksekutor yang dingin, meski tendangannya sempat diblok kiper, bola rebound berhasil disambarnya menjadi gol. PSBS sementara unggul 1-0.
Balas Dendam Babak Pertama
Tertinggal bukan membuat Bali United panik, justru membuat mereka semakin ganas. Hanya butuh tujuh menit, tepatnya di menit 37, Yachida menyamakan kedudukan lewat sontekan cantik setelah menerima umpan manis Diego Campos.
Tiga menit berselang, kemelut di depan gawang dimanfaatkan sempurna oleh Joao Ferrari untuk mencetak gol kedua. Skor berbalik 2-1 untuk keunggulan Bali United yang bertahan hingga turun minum.
Hancuran di Babak Kedua
Memulai paruh kedua, Bali United langsung melancarkan serangan mematikan. Di menit ke-48, Ferrari kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan sundulan keras hasil umpan tendangan bebas Yachida, memperlebar jarak menjadi 3-1.
Dominasi terus berlanjut. Di menit 62, kecepatan dan visi permainan Rahmat Arjuna membuahkan hasil saat umpan terobosannya dituntaskan oleh Campos menjadi gol keempat.
Tak berhenti di situ, Jordy Bruijn menambah pesta gol di menit 81 setelah memanfaatkan umpan Irfan Jaya. Drama ditutup oleh Boris Kopitovic di masa tambahan waktu (90+1) yang memanfaatkan blunder pertahanan PSBS untuk mencetak gol keenam. Skor akhir 6-1 untuk kemenangan telak Bali United.
*Analisa Pertandingan*
1.Mentalitas dan Karakter yang Luar Biasa.Poin terpenting dari laga ini adalah bagaimana tim merespons saat tertinggal. Tidak ada kepanikan, justru permainan menjadi lebih rapi dan agresif. Ini menunjukkan bahwa skuad Stefano Cugurra memiliki kedalaman mental yang sangat baik, modal berharga untuk menghadapi tim-tim besar seperti Persib nanti.
2.Serangan yang Variatif dan Mematikan.Gol-gol yang dicetak berasal dari berbagai variasi: sundulan, memanfaatkan kemelut, serangan balik cepat, hingga kesalahan lawan. Line ofensif yang terdiri dari Yachida, Campos, Ferrari, hingga Bruijn tampak sangat saling memahami posisi satu sama lain. Umpan-umpan terobosan dan crossing yang disajikan sangat mematikan.
3.Masalah Pertahanan PSBS.Di sisi lain, kekalahan telak ini menyoroti kerapuhan lini belakang PSBS Biak. Setelah kebobolan, mereka kehilangan fokus dan struktur pertahanan menjadi berantakan. Komunikasi antar pemain terlihat kurang solid, yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh penyerang Bali United. Blunder di menit akhir menjadi bukti runtuhnya konsentrasi tim tamu.
4.Persiapan Maksimal Hadapi Persib.Kemenangan dengan selisih lima gol bukan hanya soal poin, tapi soal kepercayaan diri. Pemain akan masuk ke laga melawan Persib dengan kepala tegak dan rasa percaya bahwa mereka bisa mencetak gol kapan saja. Momentum ini sangat berharga di tengah padatnya jadwal dan ketatnya persaingan.
*Motivasi*
Luar biasa! Ini adalah bukti bahwa kerja keras dan fokus di lapangan akan membuahkan hasil yang manis. Tadi kalian membuktikan bahwa tidak ada kata menyerah meski sempat tertinggal. Semangat api dari Gianyar harus terus dibawa hingga ke Bandung nanti.
Jangan pernah merasa puas, tapi jadikan ini bahan bakar untuk terus membara. Lawan yang lebih berat sudah menanti, tapi dengan performa seperti malam ini, kalian punya semua kualitas untuk menang. Teruslah bermimpi, teruslah berjuang, dan teruslah mencetak sejarah. Maju terus Serdadu Tridatu.
*Susunan Pemain*
Bali United:
Nadeo Argawinata; Ricky Fajrin, Elias Dolah, Wellington Carvalho, Eky Taufik; Rahmat Arjuna, Brwa Nouri; Diego Campos, Teppei Yachida, Irfan Jaya; Joao Ferrari.
Pelatih: Stefano Cugurra
PSBS Biak:
Naufal Avicenna; Jhon Frith, Marckho Sandy, Xandão, Yohanis Mese; Ruben Sanadi, Thobias Solossa, Yuswadhana Adi; Aldi Al Achya, Makan Konate, Mohcine Hassan.
Pelatih: Vacant / Caretaker
*Imam Kusnin Ahmad*
