“RIYAYAN PETRUK” TPQ Darul FALAH Sumbergayam

Kediri-Menaramadinah. Com Minggu Pahing, 5 April 2026 ‘Riyayan Petruk’ anak-anak santri TPQ DARUL FALAH, Dsn. Sumbergayam Ds. Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sore ini cuaca cerah, tidak ada mendung dan udaranya sejuk, secerah senyum dan tawa anak-anak yang diantar orang tuanya, mereka memakai baju bebas dan rapi tetapi banyan pula yang memakai baju seragam, wah-wah gelak-tawa anak-anak itu mengingatkan ‘Masa Kecil kita dulu’, ada yang membawa jajan nya dalam toples, dan ada juga kuenya dalan kotak mika putih tranfaran.
Para ustazd mengatur tempat duduk nya saling berhadap-hadapan membujur dari selatan ke utara, didepan mereka saling diletakkan jajan kesukaan masing-masing, sedangkan orang tuanya duduk di sisi timur bersama para ustazd.
“Anak-anak, Mari kita berdo’a dulu seperti kita may memulai mengaji”:perintah Ustazdah Ria. Beberapa saat selesai do’a ustazd Umar, mempersilahkan Ustazd Sugeng untuk memimpin do’a tail, anak-anak dan semua yang hadir menghadap kiblat, alunan bacaan tahlil yang panjang pun tak terasa lama, suara ustazd Sugeng merdu dan jelas, jadi semua nya bisa mengikuti dengan nyaman.
Sedangkan do’a penutu oleh Nur Habib, sebagai Ketua Yayasan DARUL FALAH SIROTOLMUSTAQIM, yang menaungi TPQ Darul FALAH ini.

Ustazd Umar kembali mengajak anak-anak untuk menikmati jajan kesukaan masing-masing dan tak lips saling tukar-menukar, “kalau temanmu ingin jajan mu berikanlah”: kata ustazd Umar.
Hari ini mereka belum memulai pembelajaran, baru besuk hari Senin, tanggal 6 April 2026. Ustazd Umar menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah halal-bihalal, saling maaf-memaafkan, baik santri dengan ustazd-ustazdah, dengan wali santri dan sesama santri dan seterusnya. Sementara itu Nur Habib, berbisik Kerala ustazd Sugeng, bahwa kegiatan ini namanya ‘riyayan petruk.

Setelah selesai menikmati makanan atau jajan riyayan, acara diakhiri dengan saling bersalaman, ber keliling.

Dihadapan para ustazd/ustazdah, Nur Habib di mohon untuk memberikan penjelasan tentang beberapa hal, antara lain masalah pembangunan gedung dan peningkatan elayanan pendidikan.
Kesempatan yang ada ini, dia menjelaskan bahwa yang terpenting pertama anak-anak di fatihai(dibacakan Surat alfatihah) sebelum memulai belajar, kedua alhamdulillah tahun ini ada 2 ustazdah yang dikirimkan untuk berkuliah dalam rangka peningkatan kapasitasnya, dan ketiga alhamdulillah kamar mandi akan multi di keramik, kita alhamdulillah mendapatkan bantuan secara prinadi dari Ibu dr. Sulantari Surabaya, “Mohon do’a nya agar proses pemasangan keramik nya lancar”:pinta nya. Para ustazd/ustazdah menyambut dengan serempak: ” Amin, amin, amin”,
Ada usulan agar du sebelah selatan dibuatkan tempat sepedah, untuk para ustazd/ustazdah nya.
Menanggapi usulan tersebut:”Sabar, sabar gih”: kata Nur Habib.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses penyempurnaan fasilitas-fasilitas ya bertahap, saat ini pada tahap penyempurnaan keramik lantai dan dinding kamar mandi dan tempat berwuhdu sebagai Saranac pembelajaran thoharohnya. Insyaallah berikutnya baru menginjak ke sebelah Sisi selatan kantor nah disana akan kita buat kan kanopinya sampai meet jalan(bat as pekarangan) kanopinya itu berfungsi hands satu untuk melindungi papan nama yang terbuat dari batu andersit serta dinding kantor nya nanti dilapisi dengan bata merah, seperti midel candi, yang perlu di ketchup bahwa tulisan papan nama itu di ukir di atas batu dengan menggunakan 3 aksara: 1).Aksara Latin, artinya jiwa Nasionalisme, 2). Aksara Arab, maksud nya semangat dakwah Islamist dan 3). Aksara Jawa Kuno/Tumpuk dikandu maksud dan tujuan Sebagai upaya untuk mengenang dan melestarikan tinggalan dan warisan budaya luhur never moyang Bangladesh kita Nusanta khususnya Jawa. Fungsi kanopi kantor berikutnya nah bisa di gunakan untuk tempat sepedah.
Tahap selanjutnya nanti nya di depan kantor akan dibangun joglo model rumah Jawa Kuno, dan ornamen Garuda Pancasila menggunakan batu andersit, dan Pilar-pilarnya juga dilapisi bata merah serta umpaknya berukiran model sulur-suluran seperti di situs setono gedong kota Kediri, tepatnya umpak peninggalan masa kerajaan dulu.

Untuk ke semua nya proses itu semoga diberi kelancaran oleh Allah SWT.
Dan Allah segera mempertemukan dengan orang-orang yang akan membantu kebutuhan-kebutuhan tersebut. Amin.
Nur Habib, mengabarkan.