
Serang, Banten – Debus, salah satu budaya asli Banten, kembali menarik perhatian masyarakat dengan atraksi kekebalan tubuh manusia dari benda tajam. Tradisi ini telah ada sejak abad ke-16, pada masa Kesultanan Banten, dan digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan semangat juang para prajurit dan menyebarkan agama Islam.
Tubagus Rido, yang biasa disebut Abah Jenggot, menjadi ketua Debus Banten saat ini. Abah Jenggot, yang asli Kadupinang, Pandeglang, merupakan keturunan Sultan Banten dan Mandala.
“Debus bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga simbol kekuatan spiritual, keteguhan iman, dan warisan budaya Banten yang kaya,” kata Abah Jenggot dalam sebuah wawancara.
Debus memiliki nilai-nilai filosofis yang mendalam, seperti keberanian, keteguhan iman, dan pengendalian diri. Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Atraksi Debus yang Mempesona
1. Menusukkan besi atau tombak ke tubuh.
2. Berjalan di atas bara api.
3. Memakan kaca.
4. Menyiram tubuh dengan air mendidih tanpa terluka.
5. dll.
Debus merupakan warisan budaya Banten yang layak diakui dan dilestarikan. Dengan menjaga tradisi ini, kita dapat belajar tentang keberanian, keimanan, dan kecintaan pada budaya lokal.
Sayyid Diar Mandala
