Idul Fitri: Perayaan Rohani yang Berakar pada Sunnah Rasulullah SAW.

 

Oleh H. Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior dan Ketua Ta’mir Masjid Al Musthofa Bakung, Udanawu, Blitar.

Tepat pukul 6.30 Wib Sabtu 21 Maret 2026, Salat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Masjid Al Musthofa Bakung Udanawu Blitar dilaksanakan. Bertindak sebagai Imam, Ustadz H Edi Sofyan MPD yang juga Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Udanawu Blitar.

Sementara Khotibnya Ustadz Dr H. Ahmad Fauzi,wakil Rektor UIT Kediri. Dalam khubahnya beliau mengajak umat jamaah dan umat Islam menjadikan momentum hari raya sebagai sarana meningkatkan takwa dan kembali kepada fitrah suci.

Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar tradisi, melainkan momen untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan merayakan kemenangan melawan hawa nafsu selama Ramadan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

*Idul Fitri Sebagai Perayaan Rohani dan Sosial*

Ustadz Fauzi menjelaskan bahwa bulan Ramadan berfungsi sebagai sarana pembersihan dosa agar umat kembali kepada fitrah yang suci. Meskipun Ramadan telah berlalu, semangat ketakwaan harus terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan Idul Fitri juga menjadi wadah saling memaafkan dan memperkuat hubungan antarumat, sesuai dengan ajaran yang diajarkan Rasulullah.

Menurut ajaran Islam, kegembiraan di hari raya bukanlah soal kemewahan semata, melainkan bentuk syukur yang dalam koridor syariat.
Rasulullah SAW menekankan bahwa Idul Fitri adalah hari untuk makan dan minum, bukan berpuasa, sebagai tanda merayakan kesuksesan menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, umat diajak untuk berhias dengan mandi, memakai wangi-wangian, dan pakaian terbaik, serta makan kurma sebelum berangkat shalat sebagai sunnah.

*6 Kegiatan Rutin Rasulullah SAW dalam Merayakan Idul Fitri*

Rasulullah memiliki sejumlah kegiatan rutin yang menjadi contoh bagi umat hingga saat ini:

1. Takbir: Mengumandangkan takbir mulai dari malam terakhir Ramadan hingga pagi hari 1 Syawal, sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185.

2. Memakai Busana Terbaik: Melakukan mandi, menggunakan wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim.

3. Makan Sebelum Shalat: Memakan kurma dengan jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh) sebelum shalat, karena hari raya dilarang untuk berpuasa.

4. Shalat Idul Fitri: Menunaikan shalat bersama seluruh elemen masyarakat—laki-laki, perempuan, dan anak-anak—dengan memilih rute berbeda saat pergi dan pulang. Shalat dilakukan setelah matahari cukup tinggi agar umat memiliki waktu untuk membayar zakat fitrah.

5. Mendatangi Tempat Keramaian: Rasulullah pernah menemani Aisyah RA menyaksikan atraksi tombak dan tameng, bahkan membiarkan istri beliau menjengukkan kepala di atas bahunya agar bisa menyaksikannya dengan nyaman.

6. Mengunjungi Rumah Sahabat: Melakukan silaturahim dengan mengunjungi rumah sahabat dan saling mendoakan, menjadi dasar tradisi berkumpul dengan sanak keluarga pada hari raya saat ini.

Perayaan Idul Fitri yang beragam di berbagai daerah tetap memiliki inti yang sama: merayakan kesucian kembali dan mempererat tali silaturahmi. Meskipun bentuk perayaan bisa berbeda-beda, esensi ajaran Rasulullah tetap menjadi landasan utama. Penting bagi umat Islam untuk memastikan bahwa kegembiraan yang dirasakan tidak melampaui batas syariat, melainkan diisi dengan amalan seperti takbir, sedekah, dan saling memaafkan.

*Kesimpulan dan Motivasi*

Idul Fitri adalah momen kemenangan spiritual yang membawa umat Islam kembali kepada fitrah suci. Ajaran Rasulullah SAW memberikan panduan yang jelas tentang cara merayakannya dengan penuh makna, baik dari sisi rohani maupun sosial.

Mari kita jadikan setiap Idul Fitri sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri, mempererat hubungan dengan Allah dan sesama, serta menjaga tradisi yang mulia sesuai dengan sunnah Nabi yang penuh berkah.

Khutbah usai, acara dilanjut dengan musyafakah ( bersalam salaman ) saling meminta maaf dan meafkan. Salat yang diikuti ratusan jamaah ini ditutup dengan acara tahlil singkat dan gebduri bersama ( makan bersama-sama ).*Wallahu A’lam Bisshawab*