
Surabaya – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) yang tergabung dalam Sie Kerohanian Islam (SKI) menyelenggarakan kegiatan Muslim Medical Learning Camp (MMLC) 2026 sebagai program pembinaan karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas mahasiswa kedokteran. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap mulai dari pertemuan daring hingga kegiatan camp intensif selama beberapa hari di bulan Ramadhan.

Wakil Dekan III FK UWKS, dr. Sukma Sahadewa, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis dalam membentuk mahasiswa kedokteran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan kepemimpinan yang kuat.
Menurutnya, MMLC menjadi ruang pembinaan mahasiswa agar mampu menyeimbangkan keilmuan kedokteran, kepemimpinan organisasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman.
“Melalui MMLC ini kami ingin menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, empati sosial, serta integritas sebagai calon dokter muslim yang berakhlak,” ujar dr. Sukma Sahadewa.
Kegiatan diawali dengan pertemuan awal secara daring yang berisi pengenalan panitia, penjelasan aturan kegiatan, indikator penilaian, serta pembagian tugas dan persiapan peserta sebelum mengikuti kegiatan utama.
Selanjutnya pada pertemuan berikutnya, mahasiswa mendapatkan materi pengenalan organisasi dakwah kampus dan peran mahasiswa muslim dalam lingkungan akademik, disertai dengan sesi evaluasi tugas, diskusi kelompok, serta kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama yang bertujuan mempererat ukhuwah antar mahasiswa.
Puncak kegiatan dilaksanakan dalam bentuk camp pembinaan selama beberapa hari, yang diawali dengan pemberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan. Di lokasi tersebut, mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pembinaan spiritual seperti shalat tahajud berjamaah, sahur bersama, shalat subuh, membaca Al-Qur’an, serta kegiatan setoran hafalan yang bertujuan memperkuat kedekatan spiritual mahasiswa dengan Al-Qur’an.
Selain pembinaan spiritual, peserta juga mengikuti materi kepemimpinan, diskusi keislaman, serta sesi penguatan organisasi untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai kader dakwah kampus dan calon pemimpin masa depan.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan program pengabdian kepada masyarakat, di mana mahasiswa melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat serta melakukan pemeriksaan kesehatan dasar. Program ini bertujuan menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial sebagai bagian dari peran mahasiswa kedokteran dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Pendamping kegiatan SKI FK UWKS, dr. Febtarini, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya aktif secara organisasi tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa memiliki empati yang tinggi, mampu memahami kebutuhan masyarakat, serta menumbuhkan semangat pengabdian sebagai calon tenaga kesehatan,” ujarnya.
Selain kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat, peserta juga mengikuti kegiatan cerdas cermat, pentas seni mahasiswa, serta renungan malam yang bertujuan memperkuat kebersamaan, refleksi diri, dan pembentukan karakter.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi, pemberian penghargaan kepada peserta, serta persiapan kepulangan peserta ke Surabaya.
Dekan Fakultas Kedokteran UWKS, dr. Harry K. Gondo, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, khususnya karena dilaksanakan pada momentum bulan suci Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan seperti MMLC sangat penting untuk membangun karakter mahasiswa kedokteran yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki ketakwaan, kemampuan manajemen organisasi, dan kepemimpinan yang baik.
“Kegiatan ini sangat positif karena memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus melatih kemampuan manajemen, kepemimpinan, serta solidaritas mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Muslim Medical Learning Camp (MMLC) 2026, FK UWKS berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa kedokteran yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam menjalankan profesinya di masa depan. (SDS)
