TEGANGAN MENINGKAT: KOREA UTARA, CINA, DAN RUSIA DUKUNG IRAN DI TENGAH KONFLIK AS-IRAN.

JAKARTA-Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas, dengan Korea Utara, Cina, dan Rusia menunjukkan dukungan mereka kepada Iran. Pernyataan keras dari Pyongyang, “satu rudal saja sudah cukup untuk melenyapkan Israel,” menandai eskalasi tensi di kawasan.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh Voxnews, Kim Jong Un mengecam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sebagai “ilegal dan melanggar kedaulatan Iran”. Apakah ini akan memicu reaksi lebih lanjut dari komunitas internasional?

Konflik ini tidak terlepas dari sejarah panjang ketegangan antara AS dan Iran, yang dimulai sejak Revolusi Iran 1979. Iran telah menjadi kekuatan besar di Timur Tengah, dengan pengaruh yang signifikan di Suriah, Lebanon, dan Yaman.

Diar Mandala, analis geopolitik Timur Tengah yang berpengalaman lama di daerah konflik, mengatakan bahwa konflik ini memiliki potensi untuk memperburuk situasi di kawasan. “Iran telah menjadi pemain kunci di Timur Tengah, dan AS tidak ingin kehilangan pengaruhnya di kawasan ini,” kata Diar.

Sementara itu, sekutu AS di Eropa tampak kurang semangat dalam mendukung AS dalam konflik ini. Mereka khawatir bahwa konflik ini akan memperburuk situasi ekonomi global dan langsung kena imbasnya. “Eropa tidak ingin terlibat dalam konflik ini, mereka hanya ingin menjaga kepentingan ekonomi mereka,” tambah Diar.

Cina dan Rusia, di sisi lain, telah mengeluarkan pernyataan yang mendukung Iran, menuduh AS dan Israel melakukan tindakan provokasi. Apakah ini akan memicu perang terbuka di kawasan?

Husnu Mufid