
BLITAR – Empat orang warga Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Serang pada Selasa (3/3/2026) sore. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri dari amukan ombak besar, namun satu orang lainnya berinisial FTP dilaporkan terseret ke tengah laut dan masih dalam pencarian. Sejak Mei 2023 hingga Maret 2026, kawasan yang sama telah mencatat dua kasus korban terkait arus dan ombak besar.
Keempat korban tengah memancing di area tebing karang sebelah timur Pantai Serang yang dikenal dengan nama “Pathuk Lesung” saat insiden terjadi. Saat mereka berada di pinggir tebing, tiba-tiba ombak besar menghantam lokasi tempat mereka berdiri.
“Iya betul, ada empat orang pemancing. Satu orang dilaporkan terseret ombak dan tiga lainnya berhasil menyelamatkan diri,” terang Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni pada Rabu (4/3/2026).
Korban yang hilang merupakan laki-laki warga Desa Selopuro berinisial FTP. Sementara itu, tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri sendiri dari kejadian tersebut.
Tim pencarian telah segera dikirim ke lokasi, yang melibatkan petugas gabungan dari Polsek setempat, TNI AL, Satpolairud, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Blitar. Nelayan serta warga sekitar juga turut membantu menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian. “Proses pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan,” ujar Muheni.
Berdasarkan data yang ada, sejak Mei 2023 hingga 3 Maret 2026, kawasan sisi timur Pantai Serang telah terjadi dua kasus korban terkait arus dan ombak:
– Maret 2026: Pemancing berinisial F (24 tahun) asal Selopuro hilang terseret ombak saat memancing di tebing Pathuk Lesung. Hingga 4 Maret 2026, tim SAR masih melakukan pencarian dengan kendala gelombang tinggi.
– Mei 2023: Remaja berinisial ZR (15 tahun) asal Trowulan, Mojokerto, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saat berenang pada 30 April 2023. Jenazahnya ditemukan terapung di pinggir pantai pada 1 Mei 2023.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di area tebing dan karang yang memiliki risiko tinggi diterjang ombak besar.
Kejadian kecelakaan laut di Pantai Serang menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko yang ada saat beraktivitas di sekitar perairan. Tim pencarian akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang hilang, sementara pihak berwenang akan terus melakukan sosialisasi tentang keselamatan di kawasan pantai untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.*Imam Kusnin Ahmad*0
