
Laporan: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior Jawa Timur.
ABU DHABI–Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke dua negara penting di kawasan Timur Tengah—Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Persatuan Emirat Arab (PEA). Kunjungan ini tidak hanya memperkuat kemitraan strategis antarnegara, tetapi juga menyentuh hati masyarakat Indonesia di tanah perantauan, dengan momen emosional saat bertemu dengan diaspora dan mahasiswa di Abu Dhabi yang berlangsung dalam suasana kehangatan bulan Ramadan, pada Rabu (25/2/2026).
*Yordania: Gestur Personal Simbol Persatuan*
Perjalanan dimulai di Amman, dimana Presiden Prabowo bertemu dengan Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman. Pertemuan berlangsung akrab dan penuh semangat persahabatan, membahas kerja sama di bidang pendidikan, keagamaan, serta isu strategis kawasan termasuk upaya perdamaian di Palestina.
Momen paling berkesan terjadi saat akhir kunjungan, ketika Raja Abdullah II secara pribadi mengantar Presiden Prabowo ke Bandar Udara Militer Marka dengan menyetir sendiri kendaraannya. Di bandara, kedua pemimpin saling berpelukan hangat sebelum berpisah, diiringi Putra Mahkota Prince Al Hussein ibn Abdullah II dan sejumlah pejabat Yordania.
Saat pesawat kepresidenan lepas landas, empat pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania mengawal hingga keluar wilayah udara negara tersebut—menandakan penghormatan tinggi dan kedekatan yang melampaui formalitas kenegaraan.
Hubungan bilateral Indonesia-Yordania yang telah berlangsung selama 75 tahun terus diperkokoh melalui kerja sama yang meliputi berbagai sektor, dengan Yordania berperan sebagai hub logistik Indonesia di kawasan Timur Tengah.
*Abu Dhabi: Kekekalan di Hati Diaspora dan Mahasiswa*
Setelah meninggalkan Yordania, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Abu Dhabi dan tiba di Bandar Udara Presidential Flight sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Kedatangannya disambut oleh Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Al Mazrouei, beserta perwakilan kedutaan kedua negara dan pasukan jajar kehormatan yang memperindah suasana.
Di hotel tempat menginap, Presiden Prabowo menyapa para mahasiswa dan diaspora Indonesia dengan penuh hangat. Wajah-wajah penuh bangga dan haru terlihat ketika beliau menyentuh dan menyalami mereka satu per satu. Naufal Ahmad Sofyan, Wakil Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) PEA yang menempuh pendidikan di Muhammad bin Zayed University for Humanities, mengaku terkesan dengan perhatian yang diberikan Presiden. Menurutnya, hubungan baik antarnegara telah memberikan dampak nyata dalam bidang pendidikan, dan berharap kerja sama ini dapat terus dipererat.
Pengalaman berharga juga dirasakan oleh dua kadet Universitas Pertahanan (Unhan) yang menjalani program pertukaran di Rabdan Academy—Sersan Mayor Dua Kadet Alief Syahnur Almaida dan Carina Alexandrea Silaban. Mereka menyampaikan rasa bangga bisa bertemu langsung dengan Kepala Negara dan berharap pemerintah terus membuka peluang untuk mahasiswa Indonesia belajar di luar negeri. Presiden Prabowo memberikan pesan agar para mahasiswa tetap semangat belajar dan menjunjung tinggi integritas serta loyalitas kepada negara.
Kunjungan ke PEA bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin erat, dengan agenda pertemuan dengan Presiden PEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk membahas kerja sama yang saling menguntungkan.
Junjungan Presiden Prabowo ke Timur Tengah menjadi bukti nyata dari diplomasi aktif Indonesia yang tidak hanya fokus pada kerja sama antar pemerintah, tetapi juga menghargai peran masyarakat dan generasi muda sebagai ujung tombak kemajuan bangsa. Momen kehangatan dengan Raja Abdullah II di Yordania dan kedekatan dengan diaspora di Abu Dhabi menunjukkan bahwa hubungan internasional Indonesia dibangun di atas dasar saling percaya, penghormatan, dan perhatian terhadap kesejahteraan rakyat.
Kunjungan ini dilaksanakan dengan motivasi untuk memperkuat jejaring kemitraan global Indonesia di kawasan yang strategis secara ekonomi dan politik. Selain itu, Presiden Prabowo ingin menunjukkan bahwa pemerintah peduli dengan perkembangan dan kesejahteraan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, sekaligus memberikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam mempererat hubungan antarnegara.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah, kunjungan ini juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan yang menguatkan rasa cinta tanah air di hati setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada.*Wallahul A’lam Bisshawab*
