Surabaya-menaramadinah.com-Pada hari ke 3 Sholat Tarawih di Musholla Al Ikhlas Jemurwonosari Gang Lebar Wonocolo Surabaya berjalan penuh khitmat pada Jumat, 20-2-2026.

Prosesi sholat terawih berjalan lancar dan ruangan Musholla Al Ikhlas penuh dengan jamaah dan pengurus. Hingga akhir sholat tetap penuh. Sepertinya bahagia dalam menjalankan sholat tarawih yang ketiga kalinya.
Usai sholat tarawih sebelum dilanjut sholat witir diadakan ceramah. Oleh Drs. Husnu Mufid, M. PdI tentang Sejarah Sholat Tarawih. Dengan harapan seluruh jamaah yang terdiri dari ibu, bapak, mahasiswa, remaha dan anak anak mengerti tentang sejarahnya.
Dijelaskan oleh Drs. Husnu Mufid, M.PdI bahwa Sholat Tarawih pertama dilakukan di Kesultanan Perlak Aceh abad ke 8 M. Kemudian abad 13 M di Troloyo Mojokerto lingkungan Kerajaan Majapahit.
Menginjak tahun 1421 M Sunan Ampel mengadakan Sholat Tarawih di Ampel Surabaya. Kemudian berlanjut di Kesultanan Demak Bintoro.Setelah itu diadakan di Kerajaan Mataram Islam.
“Disini menunjukan kegiatan sholat tarawih dalam lingkungan Kraton. Tapi setelah Perang Diponegoro kegiatan sholat Tara,wih pindah di desa. Kemudian umat Islam membangun musholla untuk sholat tarawih,”ujar Drs. Husnu Mufid. M.PdI.
Untuk membangun musholla dan mengadakan sholat tarawih KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asyari mendapat tantangan dari masyarakat.
Dimana KH. Ahmad Dahlan pernah di demo masyarakat dan musholla KH. Hasyim Asyari dibakar oleh warga yang tidak menyukai keberadaannya.
“Ini menunjukkan perjuangan menggelar sholat tarawih penuh dengan tantangan dan perjuangan,”ujarnya.
Seluruh jamaah Sholat Tarawih mendengarkan dengan sesama hingga akhir. Karena merupakan informasi yang selama ini belum pernah didengarnya.
MM,
